• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cara Klasik VS Asik Ngatur Keuangan

ByAidaannisa28

Agu 13, 2021 ,

Saat gaji bulanan turun, kenapa dalam waktu sekejap, satu atau dua minggu, sudah ludes, ya uangnya???

Lho, kemana emang uangnya?

Perasaan pengeluaran Cuma gitu-gitu aja, paling Cuma makan di resto yang kemarin, tuh.
Kemana, ya?

Pengalaman uang ludes dalam sekejap, pasti bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Gaji sudah UMR, tapi malah belum cukup, nih buat satu bulan.
Kira-kira apa, ya yang salah dari gajinya? Kurang besar kali, ya gajinya?

Hehe…
Gajinya gak salah, kok. Yang salah itu cara mengatur keuangan kita.

Gaji sebesar apapun, kalau yang punya gaji, gak bisa mengatur keuangan dengan BIJAK maka, ya sama aja.

Dalam mengatur keuangan, ada cara Klasik dan Asik. Nah, kita mau bahas yang mana dulu, nih?
Yang Klasik dulu, lah, ya…. hehe

CERITA ILLUSTRASI….

“Wah… udah tanggal 28, nih. Saatnya gajian!” Seru Keke

“Nanti, gue mau beli produk skincare yang baru itu, ah, trus sama beli makanan yang lagi booming itu. Pasti enak banget, deh.” Lanjutnya….

Kala itu Keke langsung pergi ke ATM untuk mengambil semua uang dari gajiannya.

“Gaji 5 Juta, cukup, nih buat beli ini-itu!”

Keke pun pergi ke tempat makan yang menjual makanan yang lagi booming itu, seharga 128 Rb.
“Wah, ada minuman boba lagi promo, nih. Beli 2, gratis 1. Beli, ah. Trus, baju ini juga lagi diskon. Kapan lagi, yakan beli baju yang lagi diskon.” Katanya menggebu-gebu.

Setelah membeli semua itu…. Keke mendapat pesan ajakan dari teman-temannya untuk pergi ke Mall.

Lalu, Keke pun langsung meng’Iya’kan ajakan dari temannya.

Sesampainya di Mall, Keke langsung menuju ke tempat karoke yang ada di Mall, untuk bertemu dengan teman-temannya.

“Keke!” Panggil temannya Afni.

BACA JUGA :   5 Manfaat Berkebun Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

“Keke abis gajian, ya? Ciee… Bayarin kita karaokean, dong, Ke. Sekali-sekali, gakpapa kali, Ke,” Kata Gea.

Karena, Afni dan Gea adalah teman baik Keke sejak lama. Akhirnya Keke pun meng’iya’kan permintaan dari mereka.

Dari karaoke selama dua jam, Keke mengeluarkan uang 200 Rb, ditambah lagi dengan makan-makan di restoran, Keke mengeluarkan uang 100 Rb.

Setelah merasa lelah, karena sudah berjalan-jalan ke beberapa tempat. Keke pun pulang ke rumah.

Dilihatnya gaji yang tadi ia tarik di ATM. Tersisa 4 Juta.
“Hari ini gue udah jajan 800 Rb, ya. Buat pajak motor 200 Rb, bayar kontrakan 850 Rb, transportasi 350 Rb, ngasih orang tua 200 Rb, kebutuhan sehari-hari 1 Juta, Keinginan beli baju, skincare, dll 1 juta, Bayar kuliah 1 Juta.”

“Cukup gak, ya???”

“Total semuanya 4,6 Juta! Itu artinya gak cukup, dong. Aduh, gimana, nih. Minjam aja kali, ya. Jual apa, ya. Yang bisa buat nambahin uangnya, biar cukup?”

THE END…

Nah, cerita illustrasi di atas adalah gambaran bagaimana penggunaan uang yang kurang baik. Seperti cerita Keke, yang baru saja mendapatkan gaji sebesar 5 juta, lalu di hari pertama mendapatkan gaji, langsung menggebu-gebu keinginannya untuk berbelanja dan have fun.

Kalau kata anak muda sekarang “Foya-foya”

Setelah, menggunakan uangnya gak karuan. Pas, dihitung untuk keperluannya. Keke bingung, karena gaji 5 juta pun gak cukup untuk menjadikan Keke tercukupi segala kebutuhannya.

Akhirnya, berpikiran untuk pinjam uang ke teman atau menjual barang.

Seharusnya utang itu gak ada, malah ada. Kan, rugi banget. Ya, gak, sih?

Kira-kira apa, ya. Yang membuat Keke itu jadi gak cukup sama gajinya yang udah 5 juta?

IMPULSIF!

Sifat Impulsif yaitu Perilaku spontan yang dilakukan berdasarkan keinginan sesaat. Yang artinya tidak direncanakan.

BACA JUGA :   Sebelum Desain Pamflet, Ada Baiknya Diperhatikan Hal Berikut

Perilaku Keke dalam cerita tadi, menunjukkan kalau dia itu orangnya Impulsif. Temannya ngajak ke Mal, secara tiba-tiba, Keke langsung mau. Tanpa, memikirkan pertimbangan positif dan negatif.

Kesadaran yang kurang untuk membagi uangnya terlebih dahulu, sebelum dibelanjakan, membuat Keke menjadi Impulsif.
Baiklah, kita tinggalkan cerita Keke yang menyesal, karena perilakunya sendiri.

Kita beralih ke cerita Kiki.

CERITA ILLUSTRASI…

“Alhamdulillah, gaji sudah keluar.” Kata Kiki.

“Baiklah, gajiku 5 juta. Aku harus bagi dulu, antara kebutuhan dan keinginan. Agar nantinya, aku bisa menabung untuk masa depanku.”

“Bayar kuliah 1 juta, bayar kontrakan 850 Rb, Bayar Pajak motor 200 Rb, Uang untuk Orangtua 200 Rb, Sedekah 150 Rb, Produk Skincare 200 Rb, Transportasi bensin 200 Rb, Kebutuhan selama satu bulan 1 juta, dana darurat 200 Rb. Total : 4 Juta. Berarti masih ada lebih 1 Juta. Selebihnya aku tabung untuk maa depanku. Aku investasikan ke Reksa dana.” Jelasnya.

Setelah Kiki selesai membagi kebutuhan dan keinginannya. Ia pun membuka HP dan ada pesan masuk dari temannya yang bernama Indah.

“Ki, kita jalan-jalan, yuk. Kita makan-makan, kan udah hari ini gajian, sekali-sekali boleh, lah, Ki,”

“Maaf, ya Ndah. Aku gak bisa makan-makan dulu. Aku ada agenda lain, Ndah,”

“Oalah, yauda gakpapa, deh, KI kalau begitu. Daaahh.”

Kiki lebih memilih konsisten dengan perencanaan yang ia buat, tidak tergoyahkan dengan tawaran tiba-tiba, yang dapat merusak rencanannya yang sudah ia buat.

Kiki pun langsung merealisasikan agenda yang ia buat di hari itu.

Dengan mengatur skala prioritas yang mana yang menjadi begitu penting, penting, dan biasa saja. Kiki bisa memanajemen waktunya dengan bijak dan hasil dari perilaku yang ia lakukan pun berdampak baik untuk soft skillnya.

Tiba-tiba ada pesan masuk dari Keke, yang merupakan teman sekantor Kiki.

BACA JUGA :   3 Tips Relaksasi Agar Cepat Tidur Bagi Penderita Insomnia

“Ki, gue boleh pinjem uang lo, gak. Buat bayar kuliah, Ki.”

Deep!

THE END…

Cerita dari Keke dan Kiki, merupakan gambaran bagaimana cara mengatur keuangan yang klasik dan asik.

Dimana Keke yang merupakan orang yang Impulsif, dengan keinginannya yang spontan ingin beli-itu, akhirnya membuat ia kesulitan dan kekurangan.

Padahal, ia mempunyai gaji yang sama dengan Kiki. Tapi, dengan pengaturan uang dan manajemen diri yang baik, membuat Kiki mampu mendudukan peranannya yang sebagai karyawan, sekaligus mahasiswi, dengan bijak.

Cara Asik Kiki dalam mengatur uang dengan baik, akan menguntungkan dirinya sekarang, dan nanti.

Walaupun harus mengorbankan waktu bersenang-senang, setidaknya karena kekonsistenannya membuat dirinya menjadi pribadi yang memiliki sof skill yang baik.

Pada gaji yang sama, Kiki masih bisa untuk beriinvestasi, bersedekah, bayar kuliah, dll. Gaji sebanyak apapun, jika gaji itu dipegang oleh orang yang tidak bisa mengatur keuangan dan tau skala prioritas, maka endingnya akan sama saja. Akan terasa kurang dan kurang.

Endingnya, malah menyusahkan orang lain.
Untuk itu, penting sekali bagi kita, untuk memanajamen uang dengan bijak, pisahkan antara kebutuhan dan keinginan.

Dahulukan kebutuhan, daripada keinginan. Hindari sikap Impulsif, karena sikap Impulsif hanya akan merugikan diri sendiri.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kamu. Apabila ada saran, kritik, maupun komentar saya persilahkan, di bawah ini.

Stay safe.

“Mengatur keuangan, memberi kamu kesempatan untuk merancang masa depanmu. Sehingga kamu bisa jadi apapun yang kamu mau.”

Baca Juga : https://imbicom.club/2021/08/12/simbiosis-mutualisme-dalam-persahabatan/

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *