• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Simbiosis Mutualisme Dalam Persahabatan

ByAidaannisa28

Agu 12, 2021 ,

Persahabatan sejatinya adalah sebuah hubungan antara dua orang atau lebih, yang saling mendukung, mengerti, dan menolong.

Dalam sebuah hubungan persabahatan, tentu akan ada sesuatu hal yang kita senangi dari dalam diri sahabat kita, yang membuat kita menjadikannya sebagai seorang sahabat.

Idealnya kita benar-benar menjadikannya sebagai seorang sahabat, apabila kita sudah mengenal sifat dan perilaku dari sahabat kita. Apabila sesuai dengan kriteria kita dalam menjadi sahabat, maka akan kita jadikan sahabat, tapi kalau tidak, maka cukup menjadi teman saja.

Kriteria dari masing-masing orang pun berbeda-beda, ada yang ketika seseorang bisa selalu ada dengan kita, maka kita akan menjadikannya sahabat, atau ada juga seseorang itu mesti mempunyai pola pikir yang sama dengan diri kita, maka kita akan menjadikannya sahabat.

Menurut penelitian terbaru meengungkapkan bahwa persahabatan yang bertahan lama biasanya terdiri dari dua sifat dan karakter yang sarat perbedaan satu sama lain.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Keystone College di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Dalam penelitian itu, dia menganalisa sebuah hubungan persahabatan dengan tingkat kepribadian, dan tingkat persahabatan, spontanitas, kekhawatiran, serta tekanan dari masing-masing pribadi.

Dalam hasil penelitian, dia menyimpulkan bahwa orang yang memiliki sifat ekstrover lebih memilih bersahabat dengan orang yang memiliki sifat yang bertentangan dengannya, yaitu sifat yang lebih pendiam.

Sedangkan, orang yang pendiam, juga akan memilih sahabat yang memiliki sifat yang bertentangan dengan diri mereka, yaitu ekstrover.

Hal itu, dikarenakan keinginan mempunyai sahabat yang berbeda dengan sifat mereka akan mendorongnya untuk keluar dari zona nyaman dan paham konsekuensi.

Namun, penelitian di atas, tidak bisa dijadikan patokan khusus untuk mencari sahabat. Karena, masing-masing orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

BACA JUGA :   Pekerjaan yang di Anggap Biasa dengan Penawaran Gaji yang Besar Dari Kerajaan Inggris Untuk Para Pegawainya

Dari penelitian di atas juga, kita tau bahwa ada tujuan dalam sebuah persahabatan, yang tentunya tujuan ini adalah yang menguntungkan.

Tujuan persahabatan dari masing-masing orang berbeda-beda, mungkin tujuan persahabatan antara penulis dengan kamu pun juga berbeda.

Kalau penulis menjalin sebuah persahabatan dengan orang lain, adalah sebagai supported system. Yang artinya kita berdua saling mendukung, memahami, dan menguatkan.

Persahabatan yang seperti itu akan menghasilkan persahabatan yang sehat dan simbiosis mutualime (Saling menguntungkan)
Simbiosis mutualisme maksudnya adalah tidak ada pihak yang dirugikan, kita saling memberdayakan satu sama lain, dan menguatkan dalam perjuangan.

Penulis ada cerita tentang sebuah persahabatan yang simbiosis mutualisme.
Dua hari kemarin, penulis mengalami burnout dalam menjalani aktifitas atau jadwal yang terkesan monoton.

Lalu, penulis mencoba untuk berdiskusi dengan seorang sahabat yang dipercaya dapat memberikan solusi dari masalah yang sedang dihadapi.

Penulis mulai menjabarkan atau berkonsultasi, istilahnya tentang masalah yang dihadapi, agar mendapatkan solusi.

Karena, ketika pikiran sedang tidak jernih, kita butuh orang yang memiliki pikiran yang jernih, untuk bisa memberikan problem solving yang tepat.

Setelah berdiskusi, penulis mendapatkan insight dan inspirasi tentang tujuan yang selama ini terlupa.

Penulis kembali mendapatkan motivasi dan semangat untuk terus berkarya, seperti yang sekarang ini penulis lakukan, yaitu menulis tulisan ini.

Tanpa adanya motivasi, tidak akan ada sebuah tindakan.
Pesan dari seorang sahabat yang paling berkesan bagi penulis adalah pengondisian. Penngondisian di terhadap internal maupun eksternal.

Internal berhubungan dengan motivasi dari diri sendiri, semisal mendengarkan musik yang membuat semangat kembali terisi, lalu menonton film inspirasi, melakukan perenungan tentang tujuan hidup dan cita-cita didunia ini, kita bisa melakukannya dengan sholat.

BACA JUGA :   Persaingan Pasar Vaksin Global kuartal I Tahun 2021 : BioNTech Mendominasi

Eksternal, bisa dilakukan dengan berdiskusi seperti yang penulis lakukan, untuk mendapatkan inspirasi, lalu dikelilingi oleh lingkungan yang supportif, dan yang punya tujuan yang sama dengan kita.

Dari dua pengondisian itu, adalah hal yang sangat penting untuk terus semangat dalam menjalani aktifitas.
Kita bisa lihat sendiri, bahwa pengondisian itu begitu berperan penting untuk diri kita.

Dimana ketika ada dua orang yang memiliki pengondisian yang bagus, dengan orang yang pengondisian yang tidak bagus. Maka, disana akan terlihat perbedaan dari kualitas dua orang tersebut.

Itulah mengapa mempunyai sahabat yang mampu mengingatkan dan menguatkan dikala sedang jatuh, itu penting sekali.

Hubungan persahabatan itu akan tumbuh menjadi hubungan yang berkualitas pula, karena adanya dua orang yang saling bertumbuh satu sama lain.

Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat itu, yang kini sedang menempuh pendidikan S1 (M.R). Semoga dirinya selalu sehat dan lancar kuliahnya. Aamiin.

I’m so grateful there you in my life.

Terima kasih juga, untuk kamu yang sudah membaca tulisan ini, semoga kita senantiasa dikelilingi oleh orang-orang yang baik, dan peduli dengan diri kita. Apabila ada saran, kritik, atau komentar saya persilahkan.

“Sebab sahabat itu saling tumbuh, bukan yang hilang ketika satunya jatuh.” Boy Chandra

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

One thought on “Simbiosis Mutualisme Dalam Persahabatan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *