• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Rahasia Alam Bawah Sadar Manusia

Di tengah pandemi sekarang ini, banyak sekali hal-hal yang menguras tenaga, pikiran, maupun emosi.

Semua itu tidak bisa diabaikan, yang artinya menuntut perhatian yang lebih. Yang mau tidak mau, harus dituntaskan.

Dari padatnya semua hal tersebut, membuat penulis menjadi gelisah, khawatir, dan muncul perasaan tidak tenang. Sehingga membuat aktifitas menjadi tidak terselesaikan dengan optimal, dalam artian hanya gugur kewajiban.

Penulis menyadari bahwa jika masalah ini terus dibiarkan, maka akan berdampak tidak baik pada kualitas kinerja dan karya yang dihasilkan.

Penulis pun memulai perenungan, terhadap masalah apa yang sedang dihadapi, dan mengapa itu menjadi perasaan yang tidak tenang.

Biasanya ketika tengah menghadapi sesuatu yang ambigu seperti ini, penulis akan mencari atau memvalidasi penyebab masalah ini bisa terjadi. baru lah bisa menentukan problem solving apa yang akan dipilih untuk menyelesaikan masalah itu.

Ternyata masalah datang karena pikiran yang berlebihan atau overthinking. Overthinking membuat masalah yang sebenarnya kecil, menjadi tampak besar.

Karena, alam bawah sadar kita yang terus-menerus memikirkan masalah itu, tanpa mencoba memvalidasi masalah yang sebenarnya dihadapi.

Kalau katanya artis Dian Sastro “Kekuatan dirimu itu, lebih besar dari masalahmu.” Masalah yang sebenarnya tidak seberapa, tapi karena respon diri kita yang tidak kompatible sama masalahnya, membuat masalah itu tergambar lebih besar dari alam bawah sadar.

Di dalam buku yang berjudul Keaajaiban Otak Manusia, menjelaskan bahwa manusia memiliki 80% pikiran alam bawah sadar, sedangkan 20% adalah pikiran sadar.

Pikiran alam bawah sadar, berupa kenangan, pikiran, dorongan keinginan, dan perasaan yang tersimpan.

Dalam peranan alam bawah sadar pada masalah yang dihadapi, bisa membuat motivasi, ketertarikan menghadapi masalah, dan menemukan solusi. Alam bawah sadar berperan sangat penting bagi kehidupan manusia, karena jika alam bawah sadar ini, cara kerjanya diluar kesadaran diri kita.

BACA JUGA :   Hannah Arendt: Saling Memaafkan tidaklah Buruk

Dalam hidup pasti kita memiliki mindset. Mindset atau pola pikir kita, yang sebaiknya kita kontrol. Jika manusia memiliki mindset yang sehat, maka perilaku dan ucapannya pun juga akan demikian.

Namun, jika manusia memiliki mindset yang kurang sehat, maka yang keluar pun juga hal-hal yang negatif.

Kala penulis menghadapi masalah, penulis mempunyai mindset bahwa pada masa corona ini, adalah masa yang sulit, maka akan sulit sekali bagi saya untuk melangkah ke arah yang dituju.

Mindset yang seperti itu, adalah mindset yang tidak sehat. Sehingga, dikeseharian penulis mengeluh, mengeluh, dan mengeluh.

Masalah yang tadinya hanya setitik, menjadi bentuk bola yang besar. Itu semua karena mindset kita sendiri.

Karenanya, mindset sangat berperan penting dari alam bawah sadar kita. Hal-hal yang positif, berasal dari pikiran yang positif.

Jika pengendalian diri kita terhadap mindset di diri kita sendiri, mampu dikontrol, menjadi pikiran yang sehat, maka semua yang terlihat sulit pun, akan menjadi mudah.
Karena, itulah keajaiban mindset dalam otak manusia.
Bisa menggerakkan perilaku manusia, hanya lewat pikiran. Mindset yang sehat biasanya didasari oleh makanan-makanan sehat bagi otak.

Maksud dari makanan-makanan disini, bukan hanya makanan yang berupa sayuran, daging, ikan, tapi juga apa yang kita baca dan lihat.

Ketika kita melihat tulisan di sosial media, yang mengarah pada broke mental atau mental yang rapuh, maka jika tulisan itu tidak difilter atau diseleksi, maka akan menjadi alam bawah sadar, yang kita sendiri meng”iya”kan.

Contoh yang paling sering ditemui adalah “Kalau capek, sedih, merasa kesepian, solusinya adalah nikah, karena enak punya pasangan, jadi masalah selesai.”

Nah, tulisan yang seperti itu, mengarah ke broke mental. Masalah yang dihadapi apa, sedangkan solusi yang ditawarkan apa.

BACA JUGA :   Ego Yang Tak Perlu

Jadinya masalah sama solusi, tidak kompatibel atau enggak cocok.

Bukannya menyelesaikan masalah, malah menambah masalah.
Tulisan yang seperti itu, tidak melewati nalar yang rasional, yang artinya sifatnya menggebu-gebu atau emosional.

Oleh karena itu, begitu penting bagi kita mencerna, dan memvalidasai masalah yang dihadapi. Dengan pikiran yang rasional dan mindset yang sehat.

Berilah makanan bagi otak, makanan yang sehat. Baca tulisan yang bisa menambah wawasan berpikir, dan memberi mindset seorang pejuang. Bukan mindset yang bobrok.

Terima kasih sudah membaca tulisan ini, semoga dapat memberikan manfaat. Apabila ada saran, kritik, dan komentar saya persilahkan.

Stay safe.

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *