• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Membangun Kepercayaan Pada Hubungan

ByAidaannisa28

Agu 10, 2021 ,

Kepercayaan dalam sebuah hubungan adalah pondasi awal untuk menjalani hubungan apapun itu. Entah itu hubungan pertemanan, persahabatan, ataupun percintaan.

Sebuah hubungan tanpa kepercayaan, akan terasa seperti kapal yang diambang karam. Mudah sekali jika dihancurkan.

Tak ada pondasi yang kuat, untuk menjaga hubungan itu, dari potensi kerusakan yang akan terjadi.

Saya ambil contoh suatu hubungan dengan rekan bisnis. Saya mempunyai perusahaan yang baru saja dibentuk, sebut saja nama perusahaan saya adalah “Lekat Company”.

Karena Lekat Company adalah perusahaan yang baru dibentuk, maka dalam segi kredibilitas atau kepercayaan masih sangatlah minim.

Belum banyak yang tau, bahkan berani bekerja sama dengan perusahaan saya.

Yang namanya perusahaan, kalau tidak ada yang diajak kerja sama, maka akan kollaps atau bangkrut. Sebab, tak ada yang menanam modal atau minim pemasukan.

Sedangkan, perusahaan Lekat Company, butuh dana juga untuk menggaji karyawan dan bayar pajak setiap tahunnya.

Karena, tidak ada strategi atau langkah-langkah yang dilakukan untuk bisa menarik orang agar mau berkerja sama dengan perusahaan saya.

Satu atau dua tahun perusahaan itu pun bangkrut atau berakhir.
Terlebih, saat saya mendirikan perusahaan itu, hanya tau cara membangunnya saja, namun minim ilmu untuk mempertahankan perusahaan itu.

Dari cerita di atas adalah gambaran bagaimana kepercayaan, berperan penting terhadap keberhasilan suatu hubungan.

Tidak terlepas, hubungan apapun itu namanya.

Seperti contoh di atas, hubungan apapun itu, jika yang membangun hubungan itu tidak ada kepercayaan, maka hubungan itu sudah bisa diprediksi satu atau dua tahun, akan berakhir.

Dari permasalahan itu, siapapun yang ingin hubungannya berjalan dengan baik, maka harus membangun kepercayaan.

Saya ingin berbagi tips, bagaimana caranya membangun kepercayaan pada hubungan apapun itu.

BACA JUGA :   MENGATUR WAKTU BELAJAR DAN BERMAIN

Membangun hubungan yang sekedar membangun, memang mudah. Tapi, membangun hubungan yang sehat, berkualitas, dan yang memiliki pondasi yang kuat itu baru yang tidak mudah.

Butuh waktu bertahun-tahun, bahkan pembiasaan agar hubungan yang sesuai harapan bisa terwujud.

Nah, untuk membangun hubungan seperti yang di atas. Mula-mula kita harus membangun pondasi dulu, nih. Sama halnya, seperti kamu ingin membangun rumah, tentunya hal yang paling penting adalah pondasinya.

Karena, pondasi lah yang menentukan rumah itu bisa bertahan lama atau tidak.
Begitu pun juga dengan membangun hubungan, pondasi hubungan seperti yang tadi pertama kita bahas adalah kepercayaan.

Kepercayaan bisa dibangun dengan cara kita mengenal orang yang menjalin hubungan dengan diri kita.

Kita mengenal orang itu dengan baik, jujur, sering menolong, nah informasi yang kamu tau itulah yang akan menjadi pondasi hubunganmu.

Semisal, saya dikenal sebagai orang yang jujur, pengertian, dan rajin. (aamiin)
Nah, orang-orang yang kenal saya, ketika ingin curhat pasti selalu inginnya ke saya.
Karena, saya dikenal sebagai orang yang seperti itu. Akhirnya, tumbuhlah kepercayaan.

“Oh, ternyata enak, ya, curhat sama kamu, aku jadi lebih tenang,”
“Gak nyesel aku curhat sama kamu, karena kamu begitu pengertian,”

Nah, yang tadi, bisa kita bilang adalah review atau penilaian.

Dari penilaian seperti itulah, kepercayaan mulai terbangun.

Jadi, kepercayaan itu, bisa dibangun dengan menghadirkan penilaian positif terhadap diri kita, maupun orang lain.

Sama halnya, ketika kamu yang baru pertama kali, membeli barang online. Pastinya, kan kamu ada kekhawatiran entah sedikit atau banyak tentang barang yang ingin kamu beli, atau istilahnya kamu belum terlalu percaya, deh.

Lalu, kamu mencoba untuk mencari tau, tentang barang itu. “Bener gak, sih?” “Bagus gak, sih?” “Worth it gak, sih?”
Pertanyaan-pertanyaan itu muncul begitu aja, saat kamu belum terlalu percaya.

BACA JUGA :   Ternyata Menjenguk Bayi Juga Ada Etikanya Lo! Kita Cek Yok!

Akhirnya, kan kamu melihat, tuh kolom review dari barang yang dijual.
“Oh, ternyata yang komentar, banyakan yang negatif, nih.”
Jadi, deh kamu mendapatkan kesimpulan, bahwa barang itu tidak bagus, sehingga tidak perlu dibeli, ganti tempat lain yang lebih bagus.

Dari hal itulah, kita bisa tau, kalau membangun kepercayaan itu, susah-susah gampang.
Perhatikan perilaku apa yang kita berikan dikeseharian kita, apakah lebih banyak yang positif atau negatif.

Nah, dari sana, teman-teman, sahabat, guru, partner, dll bisa percaya atau enggak dengan diri kita.

Jadi, seperti itulah cara membangun kepercayaan pada hubungan. Kenali, nilai, dan tentukan.

Terima kasih sudah membaca tulisan “Membangun kepercayaan pada hubungan” semoga bisa bermanfaat untuk kamu. Apabila ada saran, kritik, atau komentar, saya persilahkan di bawah ini, atau bisa langsung DM di Instagram @aidaannisa28.
Stay Safe.

Baca juga : https://imbicom.club/2021/08/09/inner-child-yang-terbawa/

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *