• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Untuk kesekian kalinya

Bypramayanti

Agu 9, 2021

Mataku tertuju pada dua orang yang yang ada di depanku, seorang ayah bersama dengan anak perempuan yang sepertinya seumuran dengan ku. Anak perempuan itu sangat beruntung memiliki ayah dan mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah.
Ntah kapan terakhir kalinya aku merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Sampai aku berumur 17 tahun aku hanya mendapatkan kasih sayang dari kakek, karna sejak aku berumur 6 tahun kedua orang tuaku pisah. Dan semenjak itu sampai sekarang aku tidak pernah ketemu dengan ayah lagi.
Kakek adalah laki laki yang sangat berarti dalam hidupku, kakek yang selalu ada untuk aku dan bunda. Ternyata allah sayang sama kakek, di usia ku 16 tahun kakek meninggal.
Luka yang teramat bagiku dan bunda harus menerima kenyataan kalau kakek sudah gak ada lagi. Aku benar benar terpuruk, terasa ada yang hilang dalam hidupku. Didepan bunda saat kakek meninggal aku harus tegar, karna kakek adalah pegangan bagi bunda, kakek penyemangat dan yang selalu mendukung apapun yang di lakukan bunda.
Sampai kakek di kuburkan tidak henti hentinya bunda menangis, sesekali aku juga ikut menangis. Setelah proses pemakaman kakek selesai aku dan bunda pulang yang terakhir kalinya di temani paman, anak pertama kakek atau abang kandung bunda.
Dia ngajak kami untuk pulang, dan menguatkan bunda. Kakek adalah sosok yang penyanyang terhadap semua anak anaknya bahkan terhadap cucu cucunya. Bunda merupakan adik satu satunya paman.
Sesampainya di rumah paman ngajak aku dan bunda untuk tinggal bersama dia dan keluarganya, karena dia gak mau ninggalin kami cuma berdua, apalagi setelah sepeninggalan kakek. Paman tau kalau bunda sangat terpukul dengan kepergian kakek, karna bunda yang selama ini selalu bersama kakek.
Tapi bunda tidak mau tinggal dengan paman, sehingga selama seminggu pertama paman nginap di rumah dan setelah itu sekali seminggu atau dua kali dalam seminggu paman dan keluarganya selalu datang untuk melihat kondisi aku dan bunda,bahkan tidak jarang paman selalu menyempatkan nginap di rumah, hampir setiap hari paman ataupun istrinya menelepon dan menanyakan bagaimana kabar kami.
Aku kembali mengingat peristiwa yang sudah satu tahun berlalu, tanpa ku sadari ternyata bayu sudah duduk di samping ku, “udah jangan dipikirin” perkataan dia sontak membuat aku tersadar dari lamunan itu dan melihat ke dia. “Beruntung ya anak perempuan itu” kataku.
“Lan semuanya pasti akan merasakan hal yang sama kok, bakalan kehilangan juga, tapi waktunya aja yang kita gak pernah tau. Udah aahhh…. jangan sedih sedih lagi” kata bayu. “Kenapa kamu ngajak ketemuan disini?” Tanyaku.
“Cuma pengen ketemu kamu aja” katanya sambil tertawa
“Iihhhh…. kamu mah” jawabku dengan sedikit cemberut.
” jangan cemberut donk, nanti cantiknya ilang” godanya
“Biarin” jawabku dengan jutek
“Aku ada kabar gembira buat kamu” jelasnya
“Apa?” Tanyaku dengan penasaran.
“Kamu keterima kuliah dan kamu juga bisa sambil kerja” jelasnya.
Aku bener bener kaget mendengarkan informasi itu “kamu seriusan, gak lagi becanda kan?” Tanyaku untuk lebih memastikan kalau yang aku dengar itu bener.
“Bener wulan sayang, kamu gak salah dengar kok” jelasnya.
Kalau dia sudah pakai kata sayang berarti yang dikatakannya itu serius, aku sangat gembiran dan tanpa sadar memeluk dia.
Bayu itu sahabat aku dari kecil sampai sekarang, walaupun umur kita beda 3 tahun tapi dia itu sudah seperti abang kandung ku yang selalu ada dan jagain aku sama bunda.
Dia tau semua hal tentang aku, dan dia juga yang udah nolongin supaya aku bisa lanjut kuliah, karna kakek pernah berpesan beliau ingin sekali aku melanjutkan pendidikan sampai kuliah.
Aku keterima di kampus tempat dia kuliah juga, kampus favorit di kota kami. Aku di antar bayu pulang dan sesampainya di rumah aku langsung mengatakannya ke bunda. Bunda sangat senang mendengar hal itu tapi bunda juga sedih karna mengingat pasti biayanya besar. Akhirnya aku jelaskan ke bunda kalau aku bisa kuliah sambil kerja dan bayu juga udah nyariin aku pekerjaan.
Jadi bunda gak perlu mikirin itu, kataku.
Dari awal pertama aku masuk kuliah pergi dan pulang kampus selalu sama bayu, dan sepulang kampus aku langsung menuju ke tempat kerja.
Ternyata bayu termasuk orang yang eksis dan memiliki banyak penggemar. Cewek cewek canti banyak yang menggilainya, aku sama sekali tidak tau karna bayu gak oernah cerita.
Melihat aku datang dan pulang kampus selalu bareng bayu membuat cewek cewek penggemarnya iri bahkan sempat ada yang melabrak ku dengan mengatakan kalau bayu itu pacarnya dan mengancamku supaya tidak dekat dekat dengan bayu lagi.
Ketika pulang kampus di perjalanan menuju tempat aku kerja, aku bertanya pada bayu tentang cewek yang yang melabrakku tadi. Bayu kaget mendengar itu dan dia bilang kalau cewek itu salah satu penggemarnya dan dia bukanlah pacarnya. Aku percaya dengan perkataan bayu, sehingga keesokan harinya aku masih berangkat bareng bayu.
Sampai suatu ketika cewek itu kembali mengancamku dan datang lah sosok sorang cowok yang membelaku waktu itu, dia bukan bayu tapi dia adalah sahabat bayu yang bernama rico. Aku baru pertama kali bertemu dengan dia, tidak kalah dengan bayu dia juga cowok ganteng dan juga memiliki banyak penggemar.
Melihat dia membuat aku langsung jatuh hati, setelah kejadian itu beberapa kali aku sering bertemu dia. Tenyata rico juga punya perasaan yang sama denganku, sampai akhirnya kita berdua jadian tanpa sepengetahuan bayu.
“Lan ada hubunga apa lo sama rico” tanya bayu
Aku tidak menjawab pertanyaan bayu sama sekali.
“Lan.. jangan bilang kalau lo sama rico pacaran” tebak bayu sambil menghentikan laju mobilnya.
“Iya” jawabku singkat
“Kenapa harus rico sih lan?, lo kan baru kenal sama dia” kata bayu dengan sedikit kesal
Dengan polos aku menjawab “karna aku suka sama dia dan dia juga suka sama aku”
“Kamu gak ngertiin perasaan aku ya lan” kata bayu sambil melajukan mobilnya.
“Maksud kamu apa sih?” Tanyaku yang masih belum paham dengan semua perkataa bayu.
Sesampainya aku di depan rumah, bayu lasung menghentikan mobilnya. “Lan aku suka sama kamu dari dulu, dari kita kecil, dari pertama kali aku pindah kesini dan ketemu kamu” jelasnya.
Aku yang mendengar hal itu kaget, karna sama sekali aku gak pernah menyangka kalau bayu punya perasaan itu, karna selama ini aku menganggap dia sebagai abang ku.
“Jangan becanda deh” jawabku.
“Wulan aku serius, bahkan setelah aku lulus, aku ingin melamar kamu” katanya.
Aku hanya terdiam mendengarkan itu “makasih ya udah anterin aku sampai rumah” kata ku sambil turun dari mobilnya. Setelah aku masuk ke dalam rumah bersama dengan semua perkataan bayu tadi yang masih terngiang-ngiang di telinga, aku langsung menuju kamar. Dan suara mobil bayu pun pergi meninggalkan rumahku.
Bahkan perkataan bayu sangat mengganggu ku. Sampai keesokan hari seperti biasa bayu masih menjemput ku untuk berangkat ke kampus. Sesampainya di kampus sebelum aku keluar dari mobilnya “bay nanti aku pulang sendirian aja, kita gak perlu lagi pergi dan pulang dari kampus sama sama lagi” jelasku, lalu akupun keluar dari mobil dan meninggalkan bayu. Semenjak itu aku selalu di antar dan di jemput rico, ternyata semua itu membuat hubungabku dengan bayu semakin memburuk bahkan hubungan rico dan bayu juga.
Bayu yang sekarang bukan lagi bayu yang aku kenal, dia sudah sangat berubah setelah kami mulai renggang. Bahkan dia sudah tidak peduli lagi dengan kuliah. Aku jadi merasa bersalah, karna bayu jadi seperti sekarang semuanya gara gara aku.
Akhirnya aku memutuskan untuk putus dengan rico, berharap hubungan aku dan bayu kembali seperti dulu dan persahabatan rico dan bayu seperti dulu lagi.
Tapi justru semuanya tidak seperti yang aku harapkan aku dan rico mulai menjauh dan bayu ternyata memutuskan pindah kampus. Aku mengetahui bayu pindah karna aku sudah tidak la melihat dia lagi dalam waktu 2 minggu terakhir.
Aku datang kerumahnya karna takut dia sakit atau kenapa kenapa, tapi yang aku temui cuma mamanya. Mama dia lah yang mengatakan kalau bayu pindah kampus ke luar kota dan tinggal di sana, mamanya juga mengatakan kalau bayu sudah dari lama suka sama aku.
Dan selalu berusaha ada setiap saat, dia gak mau kalau aku sedih. Mendengar perkataan mama tanpa aku sadari air mata ku menetes dan ada rasa penyesalan dalam diriku.
Mamanya memeluk dan menenangkan aku, “bayu gak marah kok sama kamu sayang, dia cuma butuh waktu untuk bisa nerima semua kenyataan ini. Kasih dia waktu, biarkan dia untuk menenangkan diri. Nanti dia pasti akan menemui kamu kok. Udah jangan nangis lagi, nanti kalau bayu tau kamu nangis dia marah sama mama, karna membiarkan perempuan kesayangnya sedih” kata mama.
Aku langsung menyeka air mata yang membasahi pipiku dan berpamitan untuk pulang.
Di taman menuju rumah aku masih merasa tidak yakin dengan semua ini, aku coba untuk menghubungi bayu tapi sepertinya nomornya sudah di ganti. Semenjak itu hari hari ku sangat berbeda.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Diamlah Dengan Perasaan Cintamu Pada Seseorang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *