• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Dia dan sarjana ku

Bypramayanti

Agu 8, 2021

Adinda berdiri di depan kaca jendela kamarnya dengan tertuju keluar, melihat ada yang berfoto bersama keluarga dan teman temannya sambil memakai toga. Sepertinya orang yang di lihatnya itu baru saja selesai wisuda. Kebahagiaan terlihat jelas di wajah karin, perempuan yang memakai toga itu.
Seperti kebanyakan orang karin mengabadikan momen itu. Tidak terasa ternyata sudah 1 jam adinda berdiri di kaca jendela kamarnya sambil melamun. Dia tersadar dari lamunanya karena ada tangan yang menepuk bahunya.
Adinda langsung menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah lily. Sahabatnya mulai dari SMA. Mereka sama sama melanjutkan kuliah di kampus yang sama tapi dengan jurusan yang berbeda, lily sendiri sebentar lagi juga akan wisuda hanya tinggal menunggu hari H untuk wisuda.
Lily yang melihat sahabatnya itu melihat ke luar jendela dia juga ikutan melihat, “din lo pasti bakalan kayak gitu juga kok” kata lily sambil tersenyum kepadaku.
“Semua itu perlu waktu din, mungkin belum waktu lo untuk wisuda tahap ini, tapi gue yakin kok lo bisa wisuda tahun ini, semangat donk, bisa kok din”.
Mendengar kata kata lily aku hanya menghela nafas panjang tanpa menjawab perkataannya. Lalu aku beranjak pergi duduk di atas kasur.
” kok lo gak bilang bilang kalau mau kesini?” Tanya ku ke lily.
“Biasanya gue kan juga kesini gak bilang bilang dulu sama lo, kenapa baru sekarang lo nanya” pungkas lily.
Lily memang sering datang ke rumahku bahkan dia juga sering nginap. Dia sudah menganggap rumahku sebagai rumahnya juga, bahkan bunda menganggap lily sebagai anaknya juga. Karna kerluarga kita sama sama dekat dan saling berhubungan baik.
Aku merebahkan diri di atas kasur dengan isi kepala yang begitu banyak, “din jangan tidur donk, sana mandi siap siap kita pergi keluar” kata lily. “Gue lagi gak mood kemana mana” jawabku sembari menutup seluruh tubuhku dengan selimut.
Lily berdiri mengahampiriku dan menarik selimut ku “ayo lah dinn” katanya sambil menarik tanganku.
Aku hanya bisa memandangi sahabatku itu, aku berdiri dan menuju kamar mandi yang ada di kamarku, percuma juga aku menolak ajakan lily, karna dia pasti akan maksa aku.
Sesampainya di kamar mandi, aku berdiri di depan cermin. Aku menarik nafas panjang dan berkata ” gue pasti bisa, pasti!!” Kataku.
Tidak lama kemudian lily menggedor pintu kamar mandi “dinda buruan lo jangan melamun aja di dalam” katanya.
“Iya… iyaaa,,, bawel banget sih” jawabku dengan sedikit kesal. Aku sama sekali gak tau lily mau ngajakku kemana. Aku bergegas mandi dan seperti biasa aku selalu memakai outfit yang simple tapi membuat aku nyaman.
Ketika aku mandi dan siap siap lily pergi keluar dan ngobrol dengan bunda di dapur karna bunda lagi masak.
“Kreeekkk…” bunyi pintu kamarku. Dan ternyata lily.
“Yokk… buruan kita pergi” katanya
“Lo mau ngajak gue ke mana sih”? ” tanyaku.
“Lo gak usah banyak tanya, ikut aja sama gue” jawabnya.
Akhirnya kami keluar dari kamar pergi menuju dapur untuk pamitan sama bunda. “Bun lily ajak dinda pergi dulu ya” kata lily sambil mencium tangan bunda. “Kalian hati hati ya dan jangan pulang larut malam” kata bunda.
“Iya bun” jawab ku sambil mencium tangan bunda.
Kita pergi menggunakan mobil lily, aku duduk sembari memainkan hp, “ngajak gue kemana sih ni anak” kataku dalam hati sambil sesekali melihat jalan yang aku sendiri tidak tau kemana tujuan kami.
“Woyy… diam diam aja,,, ngomong kek” kata lily mengagetkan aku yang tengah melamun sembari menatap ke layar hp.
“Lagi gak mood, lagian tadi gue nanya mau kemana lo gak mau jawab” kataku.
“Jadi loh marah nih ceritanya sama gue” timpal lily sambil tersenyum.
“Tau ah, nyetir aja yang bener nanti nabrak” jawabku dengan agak kesel.
“Lo gak akan nyesel kok din pergi ama gue, justru lo bakalan berterima kasih karna gue aja” katanya.
“Terserah lo aja” jawabku
Tidak lama kemudian mobilnya masuk ke salah satu cafe dan memarkirkanya, “gue lagi gak mau makan” kataku.
“Turun aja dulu, apa susahnya sih din” kata lily.
Aku langsung turun dari mobil, “yuk masuk” aja lily, saat itu aku hanya bisa mengikuti lily percuma juga aku ngomong atau nanya sama dia.
Sampai di dalam cafe lily menuju ke salah satu meja yang di situ ada seorang cowok yang duduk. “Udah dari tadi ram?” Tanya lily kepada cowok itu sambil dia duduk. “Nggak juga” jawab cowok itu.
Aku sama sekali tidak kenal dengan cowok itu, “din sini duduk, ngapain lo masih berdiri aja” kata lily.
Aku langsung duduk di sebelah lily.
“Oiyaa ram kenalin ini adinda, sahabat gue yang pernah gue ceritain ke lo” kata lily
“Aku rama” kata cowok itu sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan aku, “aku adinda” sembari menjabat tangannya. “Salam kenal” katanya. Aku cuma membalas dengan senyuman.
“Din rama ini sepupu gue, dia udah lulus S2 dan jadi dosen termuda di kampus tempat dia ngajar, sekarang dia juga lagi ngelanjutin S3” kata lily.
“Hebat ya, masih muda udah jadi dosen dan lanjut S3 lagi” kataku.
“Alhamdulillah” jawabnya.
“Gimana skripsi kamu din?” Tanya rama. Dari mana dia tau kata ku dalam hati… aku cuma diam.
Lily udah ngasih tau aku din dan dia nyuruh aku untuk nolongin kamu ngerjain skripsi “kata rama.
“Iya din, lagi rama juga satu jurusan samo lo, pasti bisa bantuin lo” kata lily.
“Btw sorry ya kalau kamu gak nyaman sama pertanyaab aku tadi” kata rama.
“Gapapa kok ram, santai aja” jawabku
Pesen dulu gih,,, aku udah pesen duluan tadi “kata rama
Setelah kita pesen, lily tengah asik bercerita dengan rama, aku hanya sesekali menimpali pembicaraan mereka. Tidak lama pesanan kami datang. Saat tengah makan aku bertanya pada rama “rama kamu beneran mau bantuin aku ngerjain skripsi?” Karna aku masih merasa gak yakin, mungkin dia hanya sekedar basa basi. “Beneran din” jawabnya. “Kalau dia gak mau bantuin lo biar gue jitak kepalanya” sambung lily sambil tertawa.
Setelah selesai makan, rama izin pulang duluan karna masih ada kerjaan yang harus di selesaikannya. “Aku pulang duluan ya din, lily kamu pulang jangan malam malam ya” katanya. “Iyaa” jawab lily.
“Ooiyaaa… kapanpun kamu mau ngerjainnya hubungi aja aku langsung”
“Iya” wajabku singkat
Lalu dia pergi meninggalkan aku dan lily, “din temenin gue bentar ya, ada yang mau gue beli” rengeknya
“Iya lilyy” jawabku sambil keluar menuju parkiran tempat mobil kita di parkir.
Aku selalu di temani oleh lily setiap ngerjain skripsi bareng rama. Sampai akhirnya aku wisuda. Pas hari aku wisuda rama datang memberikan ucapan selamat dan memberiku bunga.
Dan di hari itu juga rama mengutarakan perasaannya padaku, ternyata dia suka padaku semenjak pertama kali bertemu waktu itu. Akhirnya kita jadian tepat di hari aku wisuda.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Aku Pernah Posesif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *