• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kemalanganku

Bysri muningsih

Agu 7, 2021

“Entahlah, aku bingung mau mulai ceritanya. Entah harus mulai dari mana”, ucap Afishka. “Sebelum aku memulai cerita ku, aku akan memperkenalkan diri, namaku Afishka, orang sering memanggilku Afi”. Imbuhnya.
Afishka adalah seorang gadis yang cantik dan juga baik. Dia juga anak yang cerdas dalam pelajaran sekolah. Sudah cantik, baik pinter pula.
Pada saat itu afishka baru pulang sekolah, keadaan rumah memang lagi sepi gak ada orang, sebab keluarganya sedang pergi ke Lubuk pakam untuk menjenguk saudara yang sedang sakit. Ia tidak ikut karena ia harus giat mengulang pelajaran untuk menyambut ujian semester. Oh iya si Afi ini tinggal di sebuah kota di Prov. Sumut.
Ketika ia pulang ke rumah, afi langsung menuju ke kamarnya, mengganti pakaian sekolah, lalu ke dapur mengambil makanan dan balik lagi ke kamar. Sebenarnya, afi sudah merasa ada yang aneh, tapi ya karena cuek dengan keadaan sekitarnya, ya biasa saja.
Ia menghampiri meja belajar dan membuka buku untuk mengulang kembali pelajarannya. Ampun deh si afi ini, rajin banget dia. Pantesan saja menjadi salah satu siswa terbaik. Saat ia sedang asik belajar, tiba tiba saja ada yang membekapnya dari belakang. Di situasi inilah semuanya berubah.
Inilah kisahnya ….
“Aku baru saja pulang sekolah,seperti biasa aku langsung ke kamar mengganti pakaian, makan dan setelah itu mengulang kembali pelajaran sekolah”, ucapnya. “Aku merasa ada yang aneh di dalam kamarku, tapi aku cuek dan melanjutkan belajarku, di saat kelengahanku dari belakang ada yang membekap ku hingga hampir saja aku mati”, imbuhnya.
“Saat orang itu tau aku hampir mati, ia melepaskan cengkeramannya itu, barulah aku bisa bernafas lega, dan saat aku berbalik ke belakang ternyata adalah kakek tiriku, ya kakek tiriku. Aku pun menghela nafas dengan lega”, imbuhnya lagi. “Bagaimana tidak, lah ternyata orang yang di belakangku adalah kakek ku. Pada waktu itu aku tidak berpikir aneh, karena kakek tiriku ini orang yang paling sayang sama aku”. Tambahnya lagi.

Sebelum kita lanjut ke bagian pokok cerita nya, Saya akan menceritakan latar belakang mereka dulu ya.

BACA JUGA :   Simalakama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

1. Latar belakang keluarga.

Nama lengkap dari narasumber kita adalah Anggraini Afishka. Ia anak pertama dari 5 saudara, nah si afi ini punya 4 adik diantaranya Fatih, Angga, Ahmad, dan Shata. 3 laki laki dan satunya lagi perempuan. Jadi mereka berlima ini 3 laki laki 2 perempuan.

Ibu nya bernama ibu Ani dan ayahnya bernama bapak Andi. Mereka termasuk keluarga yang Adem dan lumayan berkucupan di masa itu. Meski berkecukupan mereka tinggal satu atap dengan nenek dari ayahnya. Nah di sini neneknya sudah menikah 2 kali, dan yang saat ini tinggal bersama neneknya kakeknya afi yang kedua, jadi kakek tirilah ceritanya.

Dan pekerjaan ayahnya Afi ini adalah pedagang, di masa itu masih suksesnya Ayah afi berdagang. Sementara ibunya ya ibu rumah tangga biasa, neneknya tukang urut sedang kakeknya penjahit.

Sampai ini latar belakang keluarga ini ya..

Nah!.. Sekarang kita masuk ke bab berikutnya…

2. Menjenguk saudara sakit.

Pada hari Senin sekitar tahun 2010, seluruh keluarga mendapat kabar dari saudara afi yang tinggal di Lubuk Pakam, bahwasannya adik dari nenek si afi sedang sakit parah dan meminta mereka untuk datang menjenguk.

“Waktu itu, kami sekeluarga sedang asik bercerita dan saling bercanda, tiba tiba handphone ayah berdering. Mama tanya telepon dari siapa, ayah menjawab dari uwak di Lubuk Pakam. Kami semua diam, karena sangat jarang mereka berkabar dengan kami kecuali kalau sedang mengatakan sesuatu hal penting”, cerita afi.

“Ayah mengangkat dan setelah mengucapkan salam, ayah terdiam dan wajah ayah berubah menunjukkan wajah yang penuh dengan rasa khawatir, kami yang melihat perubahan itu langsung paham kalau kali ini bukan berita baik”, ungkap afi dalam tulisannya.

“Setelah telepon mati, ayah langsung menyampaikan apa yang ia dengar dari saudara kami itu, kalau adik nenek kami sakit, dan sudah sangat parah meminta kami sekeluarga untuk datang ke sana, mendengar hal itu membuat nenek terkejut dan lemah, seketika terduduk”, Sambungnya lagi. “Keesokan harinya semua orang bersiap untuk pergi ke rumah saudara, sementara aku tetap di rumah, karena tidak ada yang mengawasi rumah dan lagi aku harus giat belajar untuk menyambut ujian. Itulah mengapa aku tidak turut datang kesana”, kata afi lagi.

BACA JUGA :   Pelantikan DPC GERKATIN Deli Serdang Periode 2021 - 2026 Dan Harapan

Jadi di sini afi itu sendirian di rumah, enggak ada siapa siapa. Keluarga nya sudah pergi kan ke stasiun kereta, ia pun pergi juga ke sekolah. Keluarganya lama juga disana, memang sudah bilang sama afi kalo mereka di sana sekitar 4 atau lima hari. Dua sampai tiga hari semuanya normal saja, tidak ada hal aneh yang perlu di khawatirkan di rumah. Afi juga baik baik saja dan keluarganya sering menghubunginya via telepon.

Nah,, di saat ini nih. Di saat Afi merasa semua aman terkendali, di hari ke empat ia tinggal sendirian. Hal yang tak terduga pun terjadi.

3. Keanehan di dalam rumah
Tepat di hari kamis di bulan januari 2010, Afi yang sudah lelah pulang dari sekolah, ia langsung masuk rumah dan menuju ke kamarnya. Ketika ia masuk ke kamar ia merasakan ada yang aneh dengan kamarnya. Tapi ya karena ia sudah letih, ia cuek saja.

Afi Merebahkan tubuhnya ke tempat tidur sebentar, kemudian ia mengganti pakaian dan bergegas ke dapur untuk makan dan mengambil cemilan juga, setelah itu balik lagi ke kamar.
Ini ceritanya…

4. Kejadian tak terduga

“Aku yang baru pulang sekolah, bergegas masuk ke rumah dan menuju ke kamar, membaringkan tubuhku sebentar dan setelah itu aku mengganti pakaian, pergi ke dapur mengambil makanan serta beberapa cemilan, kemudian balik lagi ke kamar”, cerita afi dalam kirimannya. “Aku langsung duduk di meja belajar dan membuka buku, ya makan sambil belajar”, tambahnya lagi.

“Tiba tiba saja, ada yang membekapku dari belakang, aku melawan dengan sekuat tenaga, dan hampir kehilangan nyawa akibat kehabisan nafas, tapi untung nya orang yang membekap ku itu melepaskan bekapan nya, dan membuatku bernafas lega.”, sambungnya

“ Aku membalikkan badan, dan melihat seorang pria yang perawakkan tubuhnya tidak asing bagiku,ternyata orang itu adalah kakekku, aku terkejut sekaligus senang dan bertanya keluarga yang lain ada dimana, tapi ia mengatakan kalau yang lainnya akan pulang besok atau lusa. Sementara dia pulang lebih awal karena khawatir terhadapku yang tinggal sendirian di rumah”, imbuhnya.

BACA JUGA :   Tak Sekadar Menghilangkan Kantuk, 7 Manfaat Kopi Ini Juga Baik untuk Kesehatan Tubuh

“Betapa senangnya aku, karena mereka masih mengkhawatirkan aku. Itulah yang aku pikirkan saat itu. Setelah mengatakan itu kakekku langsung pergi keluar sedangkan aku melanjutkan belajarku”, ucapnya. “Tapi sejurus kemudian ada yang memukulku dari belakang, dan saat aku terbangun.”….

Penasaran kan …ini lanjutannya..

5. Kemalanganku.

“Tapi sejurus kemudian ada yang memukulku dari belakang, dan saat aku terbangun, aku sudah berada di atas tempat tidur dengan keadaan tangan dan kaki yang terikat. Yang lebih mengejutkan aku adalah orang yang selama ini menyayangimu duduk di atas meja belajar dengan tatapan mengerikan”, lanjutnya lagi.

“Lebih membuatku syok yaitu, aku terbaring di tempat tidur dalam keadaan semua pakaianku lepas sudah dari tubuhku, seketika itu juga aku cuma bisa menangis”, ceritanya.

Ya iyalah syok, lah orang yang katanya sayang loh sama kita, tega melakukan itu. Orang yang sudah bertahun tinggal dengan kita, orang yang menyaksikan kita tumbuh besar. Masa iya tega. Tapi ya kalo di pikir pikir mungkin gak sih dia pura pura sayang hanya untuk moment ini?? Eitss ini pikiran saya sendiri ya.. Lanjut ya..

“Dengan wajahnya yang tak merasa bersalah itu, ia tersenyum seakan mengisyaratkan kemenangan, aku mencoba berteriak tolong, tapi tidak seorangpun yang datang, dan itu membuatku pasrah sekaligus marah”. Ungkapnya

“Besoknya keluargaku pulang rumah, aku berniat untuk menceritakan semua yang aku alami, tetapi aku tidak berani, aku takut itu akan menjadi bumerang untuk orang tuaku”, tambahnya lagi.

“Berawal dari itu semua, harapanku impianku cita cita ku pupus, dan membuatku tak ada harapan”.

Selesai…
Ini kisah dari salah seorang yang dengan sukarela menceritakan kisah pahit hidupnya. Tenang saja nama nya dan keluarga sudah di samarkan. Jadi nama dia atas hanyalah samaran.

Terima kasih yang sudah membacanya…

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *