• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kehilangan sebelum memilikinya: chapter 2

Bypramayanti

Agu 7, 2021

Setelah selesai aku kembali melanjutkan perjalanan, sampai kita tiba di rute yang lumayan berbahaya, kita harus turun berganti gantian menggunakan tali sebagai pegangan supaya tidak jatuh. Aku yang melihat rute itu masih biasa karna aku sudah terbiasa dengan alam, jadi aku begitu santai untuk turun ke bawah, ternyata kelompok sebelumnya sudah melanjutkan perjalanan terlebih dahulu, setelah kelompok aku udah turun semuanya dan di iringi oleh rizki di belakang kami memutuskan untuk melanjutkan karna hari yang sudah mulai sore.
Pukul 18.00 Wib kita semua sudah smpai di lokasi camp. Terdengar suara korlap menyuruh kami untuk kumpul dan dia memberikan instruksi kepada kami untuk mendirikan tenda, kita semua bergegas karna hujan juga mulai turun. 35 menit berlalu tenda kami akhirnya berdiri semua perlengkapan yang kami bawa kami masukkan ke dalam tenda. Setelah selesai kami siap siap untuk sholat, ternyata rizki lah yang menjadi imamnya.
Selama kegiatan camp aku dan rizki menjadi lebih dekat, seakan dunia ini milik kita berdua. Semua calon anggota baru menikmati setiap kegiatan yang di lakukan.
Dan malam terakhir ada api unggun sekaligus sharing dengan senior di organisasi itu. Lumayan asik di awal dan membosankan di akhirnya, karna kita semua sudah mulai mengantuk. Sudah jadwalnya untuk kita semua tidur karna hari terakhir besok akan sangat melelahkan.
Ternayata iya kita mulai bahkan lebih awak dari biasanya, banyak tahap yang harus kita selesaikan, sampai akhirnya kita di suruh untuk mencari baju yang sudah di sembunyikan oleh panitia, jika kita menemukan baju itu berarti kita lulus untuk menjadi anggota di organisasi itu. Dengan semangat semuanya berlarian mencari baju yang sudah di sembunyikan, satu persatu di antara kami mendapatkan. Dan kami berlima akhirnya menemukan baju itu tapi tidak dengan rizki yang justru masih belum mendapatkan nya, dan ternyata baju yang lainnya ada di salah satu senior. Raut wajahnya seakan akan ingin menyerah, dia lebih milih banyak diam dari biasanya sampai panitia bilang kalau baju yang mereka sembunyikan itu sudah habis dan hanya ada di beberapa senior yang lainnya. Aku berusaha untuk menyemangatinya dan seketika dia mengeluh padaku. Aku yang biasanya melihat dia ceria, asik tapi saat itu tidak. Aku dan teman teman yang lain berusaha menolong dia, sampai akhirnya dia mendapatkan baju itu juga.
Kita sama sama lulus dan menjadi anggota di organisasi itu, begitu juga dengan kedekatan kita yang semakin dekat bukan hanya ketika kita ketemu di sekre atau pun kampus tetapi kita juga sering chatingan. Aku bersama teman temanku yang lain sering pergi main dengan dia, atau hanya sekedar makan siang di kantin kampus kalau kami gak sengaja ketemu.
Banyaknya kegiatan yang akan di lakukan membuat kami semakin sering ketemu, ntah semenjak kapan aku ternyata menaruh hati ke dia, mungkin sejak di perjalanan menuju tempat camp waktu itu. Aku nyaman dengan dia, tapi kami tidak pacaran karna di organisasi itu kita di larang pacaran sesama anggota. Tapi aku tidak pernah mengatakannya ke siapapun termasuk teman teman ku.
Mulailah ada sedikit salah faham di antara angkatan kami, salah satunya rizki yang ada salah faham dengan yang lain waktu itu, semenjak itu dia sudah mulai jarang datang ke sekre bahkan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang kita lakukan juga jarang, padahal sebelumnya dia yang selalu semangat, dia yang selalu ngajak bahkan mengingatkan aku untuk datang ke sekre kalau ada rapat ataupun latihan. Justru sekarang malah dia yang jarang muncul, ketika aku minta dia untuk datang dan ikut berpartisipasi baru dia datang dan ikut.
Dan ini adalah kegiatan terakhir kami mengangkatkan acara yang lumayan lama. Kami harus merekruit anggota baru, kegiatan yang lumayan lama dan panjang.
Tahap demi tahap sudah terselesaikan walaupun selalu ada salah paham sesama anggota, sampai pada tahap terakhir yaitu kegiatan camp, sama seperti di angkatan aku dulu. Camp 3 hari 2 malam, karna berbagai pertimbangan kami sebagai panitia memutuskan untuk camp di tempat kami camp dulu tetapi dengan rute yang berbeda. Sampai akhirnya aku mintak ke dia untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu. Sampailah pada hari H kita menuju lokasi camp, sekitar pukul 17.40 kita semua sudah sampai di lokasi. Peserta baru kita suruh untuk mendirikan tenda, setelah itu siap siap untuk sholat dan makan malam. Setelah tengah malam semua peserta di suruh tidur, hal yang tidak terduga terjadi.
Angkatan aku yang menjadi panitia saat itu di kumpulkan semuanya oleh senior, ternyata kita mendapatkan hukum karna ada kesalahan yang kami buat yang kami semua tidak mengetahui dan menyadarinya. Dan malam itu menjadi malam yang aku benci, aku harus mendengar dia mengambil keputusan untuk keluar dari organisasi itu.
Bukan sedih lagi tapi aku sangat kecewa dengan keputusan yang dia ambil saat itu, sampai akhirnya dia pulang tanpa bicara apapun padaku.
Setelah selesai aku kembali melanjutkan perjalanan, sampai kita tiba di rute yang lumayan berbahaya, kita harus turun bergantian menggunakan tali sebagai pegangan supaya tidak jatuh. Menurut ku rute itu masih belum biasa aja karna aku lumayan sering melewati rute seperti itu, sehingga aku turun dengan, setelah sampai di bawah ternyata kelompok sebelumnya sudah melanjutkan perjalanan terlebih dahulu. setelah kelompok aku udah turun semuanya dan di iringi oleh rizki di belakang kami memutuskan untuk melanjutkan karna hari yang sudah mulai sore.
Pukul 18.00 Wib kita semua sudah sampai di lokasi camp. Terdengar suara salah satu kakak panitia yang sejak awal memandu kami menyuruh untuk kumpul, kami semua di instruksikan untuk mendirikan tenda karna sudah mulai gelap dan hujan juga mulai turun. 20 menit semua tenda sudah berdiri dan semua perlengkapan yang kami bawah sudah di rapikan. Kami bersiap siap untuk melaksanakan sholat,ternyata rizki yang menjadi imamnya.
Setelah selesai kami melanjutkan kegiatan selanjutnya sesuai instruksi dari panitia, selama kegiatan camp aku dan rizki menjadi lebih dekat, seakan dunia ini milik kita berdua.
Semua calon anggota baru menikmati setiap kegiatan yang di adakan, sekaligus membuat kami lebih kenal satu sama lain.
Ternyata waktu cepat berlalu,sampailah kami di malam terakhir camp dengan di adakannya api unggun sekaligus sharing dengan para senior.
Karna sudah cukup larut malam akhirnya semua calon peserta baru di suruh untuk istirahat karna kegiatan besok akan di mulai lebih awal dan lebih melelahkan. Kita di bangunkan dan memulai kegiatan lebih awal dari hari sebelumnya, karna hari itu adalah puncak dari kegiatan ini.
Cuaca yang panas membuat kita sangat merasa capek, tapi semuanya terbayarkan karna kami di nyatakan lulus, walaupun ada bebera orang di antara kami di nyatakan lulus bersyarat. Tapi banyak pengalaman dan momen berharga yang kami dapatkan.
Setelah kami di nyatakan lulus dan resmi menjadi anggota,banyaknya kegiatan membuat kami sering ketemu. Ternyata seringnya bertemu dan komunikasi membuat aku tambah dekat dengan rizki bahkan sempat menaruh hati padanya.
Tapi aku tidak pernah mengatakan ataupun bersikap berlebihan padanya, karna aku takut jika dia tahu semuanya akan berubah, kita tidak akan sedekat ini lagi. Aku lebih memilih untuk memendamnya.
Adanya kesalah pahaman antar teman sesama anggota itu hal yang wajar, tapi berbeda dengan rizki yang mulai jarang datang atau pun ikut dalam kegiatan. Biasanya jika aku belum datang pasti dia yang sibuk nyuruh cepet datang, justru sekarang dia yang mulai jarang datang.
Rizki tipe orang yang keras kepala, ketika aku tidak memintanya untuk datang dia pasti tidak akan datang, jika teman teman yang lain pun yang memintanya pasti bakalan ada aja alasan agar dia tidak datang.
Mulai semenjak itu kita sudah tidak komunikasi seperti dulu lagi, sampai kita mengadakan kegiatan yang paling penting yaitu open requitmen anggota baru dimana yang harus menjadi panitia itu adalah angkatan kita, berhasil atau tidaknya kegiatan itu tergantung dengan kita.
Disitu aku maksa supaya rizki ikut berpartisipasi, setelah akhirnya dia setuju justru pas acara camp ada hal yang sama sekali tidak aku duga terjadi. Malam di saat panitia di kumpulkan oleh senior dia memutuskan untuk keluar dari organisasi.
Aku yang berada di sampingnya langsung menatapnya, yang ada di benakku saat itu “kenapa kamu mengambil keputusan itu di saat sekarang??” Dengan mata yang penuh kecewa dan mulai berkaca kaca.
Karna itu keinginan dia sehingga senior tidak menghalangi keinginanya itu, dia hanya melihat ke arahku dan teman teman yang lain. Tidak satu katapun yang keluar dari mulutku saat itu, aku hanya melihat dia yang memilih pergi meninggalkan kami semua.
Setelah semuanya bubar, aku, zara,caca,nisa dan tiara masih tetap berdiri di tempat itu. Tanpa aku sadari, aku tersimpu ke tanah dan air mata mulai jatuh membasahi pipiku.
Ke 4 temanku berusaha untuk menghiburku walaupun mereka juga sedih dan kecewa terhadap keputusan rizki. Mereka tau aku yang paling kecewa terhadap keputusan itu karna aku yang paling dekat dengan rizki.
Sampai hari terakhir kami camp aku kelihatan murung, seperti ada yang mengambik semangatku. Sehingga aku tidak semangat selama kegiatan itu.
Aku yang tidak megang hp selama camp jadi tidak tau kalau ternyata rizki mengirimkanku pesan.
“Put maaf kalau keputusan aku membuat kamu kecewa, maaf karna aku pergi tanpa bicara apapun kekamu. Aku tidak ingin kamu nangis” isi pesan rizki yang baru aku baca setelah aku sampai di rumah.
“Aku ingin ketemu kamu besok” aku membalas pesannya.
Esoknya rizki datang menemui aku, dia berusaha mencairkan suasana, “kenapa kok kayak gak semangat gitu?” Katanya.
“Cuma capek aja” jawabku singkat. Dia tau kalau aku masih kecewa.
“Yaudah istirahat aja dulu, nanti kalau udah enakan baru kita ketemu lagi” katanya. Kenapa kamu tega pulang waktu itu?? Tanyaku tanpa menjawab perntaan rizki tadi.
” ya mau gimana lagi, kan aku udah mutuskan untuk keluar jadi aku harus pulang waktu itu juga” jawabnya. “Kamu tega yaa, tega ninggalin aku waktu itu’, tanpa aku sadari aku kembali menangis.
Rizki yang melihatku nangis mulai menenangkanku, “aku tau kamu kecewa terhadap keputusan aku tapi please jangan nangis karna aku gak bisa liat kamu sedih apalagi nangis”, katanya.
Tiba tiba tiara datang, dan langsung marah ke rizki. “Tega lo ya ki, lo tega ninggalin kita, ninggalin putri, lo gak tau gimana sedih dan kecewanya putri gara gara keputusan lo itu!” Kata tiara dengan penuh emosi sambil meluk dan menenangkan putri yang masih nangis.
“Gua tau ra, gua minta maaf sama kalian semua”, kata rizki. ” putri itu sayang samo lo lebih dari seorang teman, dia itu suka sama lo, kenapa sih lo gak peka jadi cowok?” Dengan penuh amarah tiara mengatakannya.
Rizki hanya terdiam setelah mendengar apa yang dikatakan tiara, dan memandang putri. Dia tidak mengetahui kalau selama ini ternyata putri menyukainya.
Putri memilih pergi meninggalkan rizki dan ternyata di susul oleh tiara. Rizki akhirnya pergi.
Ternyata semua yang di katakan tiara justru malah membuat jurang pemisah antara rizki dan tiara. Rizki yang menganggap putri sebagai adik setelah mengetahui perasaan putri mereka sudah tidak pernah bertemu ataupun komunikasi lagi.
Putri benar benar telah kehilangan rizki, bukan hanya di organisasi atau juga di kesehariannya. Sampai rizki wisuda, putri datang untuk mengucapkan selamat.
“Selamat ya ki untuk gelarnya” kata ku sambil tersenyum.
“Makasih put, udah mau datang jawabnya.
“Iya, sama sama” jawabku.
Itu adalah akhir kita bertemu, setelah itu kita sama sekali tidak pernah ketemu bahkan sudah tidak ada komunikasi lagi.
Perlahan lahan aku sudah mulai bisa melupakan dia, di tambah kegiatan aku yang semakin banyak, serta punya teman teman seperti caca, zara, nisa dan tiara yang menguatkan aku dan selalu ada di sampingku.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   TINJU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *