• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

24 September 2021 Refleksi Gerakan Petani

Indonesia adalah negara agraris dengan mayoritas penduduknya yang yang memiliki mata pencaharian di sektor pertanian, sebagai negara agraris Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang dapat mendorong perekonomian negara. Pertanian sebagai pondasi utama dalam mendorong pembangunan negara indonesia dengan menyokong perekonomian dan mendukung usaha ketahanan pangan, untuk itu penting nya perjuangan seorang petani dalam memajukan negara ini, maka petani adalah pahlawan bagi kita semua karena berkat tetesan keringatnya kita dapat menikmati hasil jerih payah petani untuk itu pentingnya menjaga penghidupan seorang petani dengan dasar kebijakan negara yang baik.
Pada tanggal 24 September 1960 Presiden republik indonesia di bawah pemerintahan Bung karno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria(UUPA) yang mengatur tentang sumber daya alam indonesia dan peruntukannya untuk seluruh rakyat indonesia.Secara konseptual, terbentuknya UUPA merupakan sebuah langkah progresif dalam menanggulangi ketimpangan, dan pula menjadi suatu jembatan menuju kehidupan masyarakat yang berdaulat, adil, dan makmur. Sebab, misi yang dituju sangat jelas. Ia menyasar bagian dari rakyat Indonesia yang terpinggirkan secara ekonomi, yakni masyarakat tak bertanah, yang menggantungkan hidupnya dengan menjadi buruh (dengan menjual satu-satunya harta yang dimiliki, yakni tenaga).
sejak hari itu setiap tanggal 24 September di peringati sebagai hari tani nasional,Hari tani nasional dirayakan setiap tanggal 24 September, terutama oleh para petani di seluruh Indonesia, hal ini sebagai momen sejarah bangsa indonesia terhadap perhatian negara indonesia terhadap petani.
Namun, enam puluh tahun berlalu amanat UUPA tidak dijalankan oleh pemerintah dan hanya menjadi pajangan semata, Masa ke masa semakin maraknya kasus-kasus agraria hampir di seluruh wilayah negara indonesia, oknum pemerintah hari ini seakan buta melihat tanah pertanian yang di rampas oleh pemodal dan semakin mirisnya melihat pemerintah telah bersekongkol dengan corporasi mengorbankan nasib rakyat demi kepentintan profit semata,hasilnya petani menjadi sasaran tindakan dan korban kepentingan para penguasa.
Belum lama ini dewan perwakilan rakyat merumuskan rancangan undang-undang Omnibus law yang dianggap sebagai suatu kebijakan penyederhanaan aturan(perampingan aturan) yang sebelumnya telah berlaku. namun, Pengkajian mengenai “RUU OMNIBUS LAW” menuai banyak kontroversi, masalah mengenai aturan yang tumpang tindih dan revisi aturan yang di nilai lebih menguntungkan pihak pengusaha, Salah satunya mengenai investasi yang di buka selebar-lebarnya yang menandakan bahwa para pemodal lebih leluasa dalam mengendalikan bisnis usahanya sehingga dapat menancapkan cengkramannya lebih tajam, belum lagi pihak buruh tak di ikutkan dalam perumusannya sehingga banyak kalangan menyebutkan bahwa omnibus law bercita rasa pengusaha dengan dalih investasi.
pengelolaan usaha dalam Omnibus law yang di anggap menyalahi UU pokok agraria dengan memberikan konsesi usaha yang menghampiri satu abad lamanya.
Berdasarkan Pasal 127 ayat (3) hak pengelolaan diberikan selama 90 tahun. Hal pengelolaan ini dapat diberikan hak guna usaha (HGU), hak guna bangunan (HGB) dan hak pakai (HP). Sedangkan, Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) telah mengatur bahwa jangka waktu HGU diberikan selama 25 atau 35 tahun kepada pemohon yang memenuhi persyaratan. Hal ini menyangkut tanah yang berarti menyangkut taraf hidup manusia Jika tidak dikritisi dan dicegah sisi buruknya dapat membawa persoalan mendasar di bidang pertanahan kita yang secara nasional statusnya buruk akan semakin rumit untuk diselesaikan.
Merayakan Hari Tani Nasional yaitu merefleksi kembali semangat UUPA.Dengan merujuk pada beberapa permasalahan sektor pertanian perlu kehati-hatian sebab jika masalah tersebut tidak segera di atasi bisa jadi 5 hingga 10 tahun kedepan sektor pertanian di Indonesia tidak akan bisa lagi memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia sehingga bukan tidak mungkin krisis pangan pun akan bisa saja terjadi. Tanpa adanya perbaikan terhadap sektor pertanian, masalah-masalah itu akan tetap menjadi masalah yang kian hari kian menggerogoti kejayaan keberadaan sektor pertanian di Indonesia.
Selamat Hari tani Nasional kawan-kawan !untuk petani Indonesia dan masyarakat Indonesia pada umumnya semoga nasib petani menjadi perhatian serius bagi pemerintah, petani adalah pahlawan Kita semua, sejahterahkan petani agar Kita hidup berarti.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Vaksin Covid, Data di Lapangan dan Fakta di Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *