• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Playboy : Guru Terbaik untuk Perempuan yang pernah di Pacarinya

Byztumangger

Agu 6, 2021

Banyak sekali orang menyangka bahwa di dunia ini seorang lelaki yang suka bergonta ganti pasangan itu adalah lelaki paling brengsek yang sepantasnya disebut sebagai penjahat perasaan.

Terutama orang-orang yang paling seringkali mengungkapkan kata-kata seperti itu ialah mereka yang merasa menjadi korban dari seorang pria yang mencintai banyak wanita.

Tapi sebenarnya sebelum merujuk pada bahasan yang ingin saya ulas pada kesempatan ini, baiknya kita perlu tahu seperti apa definisi dari kata playboy ini. Jika mencari di laman KBBI memang sebuah kata ini pasti tidak ditemukan, sebab kata ini adalah istilah dari bahasa inggris. Tetapi dari laman wikipedia saya temukan hasilnya. Dan memang benar bahwa artinya orang yang suka bersenang-senang menurut angannya sendiri tanpa memikirkan perasaan yang lain. Dan istilah ini paling cocok dinobatkan kepada seorang pria yang suka menggonta-ganti pasangannya.

Dulu, kata ini memang sangat tenar, karena mungkin kekejaman dan kesadisannya itu membuat damage yang teramat sangat kepada para wanita yang pernah menjadi bekas pacarnya.

Maka tidak heran jika banyak karya pula yang tercipta dari kata dasar playboy ini, seperti halnya lagu yang diciptakan 7icon dengan judul playboy. Dan ketenarannya tidak sampai disitu saja bahkan majalah paling tenar ditahunnya ialah majalah playboy yang ke eksisannya paling digemari semua kalangan. Bukan hanya di luar negeri, versi endonesanya juga banyak laku di pasaran. Bahkan sempat menjadi best seller. Bebieh Amezing bukan?

Oya, hampir lupa, mungkin ada yang bertanya-tanya (bagi yang tidak sempat bertemu) sebenarnya seperti apa sih ciri-ciri perilaku seorang pria yang dinobatkan sebagai lelaki playboy ini.

Untuk menjawab itu, mudah saja. Dulu, saya pernah membaca sebuah artikel yang judulnya, mm… ah saya lupa pernah membacanya di mana dan tayang di media apa. Di artikel tersebut menjelaskan bahwa seorang lelaki playboy itu biasanya mereka yang memiliki wajah tampan, tidak mampu menghadapi kesepian, mudah jatuh cinta, mudah bosan, romantis juga ia, dan biasanya banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa menaklukkan hati para keki-keki.

Perempuan yang di dekatinya tidak hanya satu, tiga bahkan empat sekali jalan. Ketika sudah bosan ia dengan mudah meninggalkan dan mudah pula mencari penggantinya. Kurang lebih ya begitu sih definisi menurut saya. Mungkin ada yang beda boleh mengoceh di kolom komentar nanti.

Tetapi sekali lagi, di dunia ini kita pun tentu tahu bahwa seburuk apapun perbuatan seseorang, disisi lain pasti ada hal baiknya juga, namun itu tergantung kesadaran masing-masing dan juga kembali pada perspektif setiap individu.

Nah, mengenai ini saya punya seorang temen yang berkisah tentang bagaimana ia menjadi seorang lelaki yang sering bergonta-ganti pasangan, namanya ku sebut si Ay-boy. Dulu, setelah saya menanyakan mantannya justru merasa kagum dan sekaligus mengegelng-geleng mendengar setiap jawaban mereka.

Ceritanya begini, dulu ia mulai mengenali hal-hal yang berbau percintaan ialah semenjak kelas Esempe, banyak orang beristilah kalau di era ini masih kental dengan yang namanya cinta monyet, mungkin ia salah satunya.

Pernah ia naksir kepada teman sekolahnya di masa seragam putih biru waktu itu. Dan memang pada masa itu, nggak ada yang berani membantah bahwa wanita yang disukainya itu memang sangat cantik.

sebelum bertemu dengan pujaan sesosok perempuan itu, awalnya teman saya ini memang punya kebiasaan buruk. Bermalas-malasan sekolah, sering cabut, sering merokok, ugal-ugalan di jalan, dan suka mencuri ayam masyarakat yang berkeliaran di seputar pokok sawit di belakang sekolahnya itu adalah kegiatan hari-harinya yang tak pernah terlewat, mulai dari pangkal senin sampai di penghujung sabtu.

BACA JUGA :   (Cerpen) Petualangan Malam Si Jahanam

Dia yang waktu itu sudah menginjak kelas tiga putih biru sudah sering mendapat ancaman dari pihak sekolah. Kabarnya si Ayboy ini tak bisa mengikuti ujian karena terlalu banyak ketinggalan pelajaran, absen berjibun dan banyak kasus yang lain yang diperbuatnya disekolah itu (Ini bukan cerita Dilan ya! hehe).

Surat panggilan orangtua mungkin sudah bertumpuk di sana sini karena belum sempat sampai ke rumah ia menyobek surat tersebut agar orangtuanya tidak tahu.

Lalu dengan keberandalannya itu di semester kedua terakhir di wilayah putih biru itu, di sekolahnya ada seorang siswi baru masuk pindahan dari sekolah lain yang kebetulan orangtuanya pindah tugas dari pulau jawa sana.

Dan seorang siswi itu masuk disekolah teman saya itu dan juga sudah sama-sama menginjak kelas 3.

Pendek cerita, ia pun merasa terpukau ketika melihat pertama kali siswi baru tersebut. Sudahlah cantik, kulitnya putih, pintar pula. Gadis tersebut suka membaca buku dan yang paling membuat teman saya ini makin klepek-klepek adalah ketika siswi tersebut membacakan sebuah puisi ciptaannya sendiri. Dan ia menjadi pemenang festival lomba O2SN tingkat sekolah se-kabupaten.

Dari sanalah awal mula teman saya ini tertarik dengannya. Singkat cerita dengan segala usaha yang entah seperti apa, ia akhirnya bisa jadian dengan siswi tersebut. Teman-temannya yang lain sedikit takjub kepadanya karena sudah bisa menaklukkan anak pindahan itu, banyak yang suka gadis itu tetapi cuma teman saya ini yang berhasil menjadi kekasihnya. Walaupun di satu sisi, ya memang cocoklah, teman saya ini juga memiliki wajah tampan – selaras dengan siswi pindahan itu dengan segala kecantikannya, kalau bahasa orang masa kini ya sedikit matching-lah.

Pendej cerita, semenjak teman saya ini berpacaran dengan gadis itu, banyak sekali perubahan terhadapnya. Semua keberandalannya dalam hitungan bulan bisa hilang dan nyaris tak pernah dilakukan lagi, seperti halnya merokok, meminum tuak dan perbuatan kriminal ala-ala remaja di waktu itu.

Saya pun tidak tahu entah malaikat seperti apa yang merasuki dirinya. Dan ilmu seputih apa yang ada pada gadis itu yang mampu mengubah hidup teman saya yang nyaris kehilangan hidupnya itu.

Dan yang paling mengesankan lagi, teman saya ini tak pernah lagi absen bahkan telat sekalipun. Ia memulai bergiat belajar, memperbaiki dan mengulang ujian-ujian yang tertinggal sebelumnya dengan menemui setiap guru mata pelajaran yang bermasalah itu. Dan selesai.

Sampai akhirnya kami lulus sekolah bersama-sama.

***

Seiring waktu berjalan, saya dan teman saya kembali sekolah di tempat yang sama. Kecuali pacarnya itu. Dulu aku sempat bertanya kepadanya perihal siswi dambaaan hatinya itu kini di mana tinggal dan bersekolah.

Katanya, kekasihnya itu kini sudah pergi ke kampung asalnya. Perihal komunikasi, mereka juga tidak pernah lagi, bahkan pin bb (aplikan chat jaman itu) sudah tidak ada lagi.

Tetapi saya malah semakin heran ketika ia menerangkan tentang kekasihnya itu, di wajahnya tidak ada sedikitpun menampakkan kesedihan. Apalagi semangatnya belajar juga tidak goyah lagi, perihal cabut dan menjadi berandal itu memang sudah total tertinggal.

Karena penasaran, saya sempat bertanya kepadanya, ya secara ya kan! Biasanya orang-orang yang telah ditinggalkan kekasih paling dicintainya tentu akan merasa terpuruk dan rapuh. Bila ia awalnya jahat 90% seseorang pasti akan kembali ke hal-hal buruk yabg pernah dilakukannya. Ibaratnya jika patah hati toh akan berujung frustrasi.

BACA JUGA :   HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

Namun dengan kekaguman saya. Si Ayboy ini justru semakin potensial. Seperti tidak ada kehilangan atau luka sedikitpun.

“Memangnya apa sih yang diperbuat Nita kepadamu, kok kamu benar-benar berubah dan kalau tidak salah berkat dia kamu bahkan klimaks move one dari kebiasaan-kebiasaan buruk sebelumnya.” Tanyaku kepadanya saat kami duduk berdua di teras rumah.

Ia terdiam sejenak hingga akhirnya membuka suara “Ia adalah pelita yang bukan hanya sekedar singgah,” katanya dengan penuturan kata yang penuh dramatisasi ” tetapi ia mampu mengisi hidupku dengan segala kebaikan, darinya aku banyak belajar memandang hidup ini lebih lurus dan serius.”

“Sebelum pergi ia punya pesan penting kepadaku” tambahnya lagi. Dan aku juga penasaran perihal apa pesannya tersebut.

“Hatiku boleh singgah kepada hati sesiapapun, tetapi ingat! Bisa jadi ini bukan cuma untuk kamu, karena Tuhan punya cara tersendiri menentukan siapa akan menjadi pendamping hidup kita nanti” terangnya membahasakan ucapan kekasih itu dulu! Aku makin serius mendengarkan.

“Dan hatiku. mungkin saat ini hanya sekadar singgah, bukan untuk bersatu selamanya. Meski demikian, ingatlah! Aku hadir bukan hanya tentang sekadar berjumpa lalu memberi cinta. Tetapi aku hadir dengan segala kebaikan yang ku bagikan, bukan hanya tentang perasaan, tetapi bagaimana menghadapi masa depan. Dan dengan ini aku berharap kamu jangan lagi berubah, inilah dirimu yang sesungguhnya, bukan yang kemarin. Aku pun punya tujuan dekat denganmu, banyak yang bercerita bahwa kamu banyak menimbun masalah di sekolah, dan itupula alasanku hadir untukmu.”

mendengar ceritanya dengan kekasihnya itu justru saya malah ikut terenyuh dan sempat menumpuk air mata di kelopak ini!

“Lalu kini, mau tidak mau kita akan berpisah, dan kamu perlu tau, ini rencana Tuhan, bukan aku apalagi kamu” tambahnya melanjutkan pesan kekasihnya itu.

“Kuharap apa yang kita lewati sebelumnya jangan pernah hilang, kita yang hadir tentang kehidupan, dan semua itu adalah tentang masa depan dan bagaimana mencintai diri kita sendiri begitu pun kepada Tuhan. Kuharap kamu tak pernah meninggalkan kebiasaan kita belajar, kebiasaan kita mengobrol seputar hidup ini mau dibawa ke mana, seputar orang-orang tedekat yang harus kita perjuangkan kebahagiaanya, tentang impian yang sudah kita tempuh dan harus melanjutkan, Tentang masa esok ketika ruh akan menjemput maut.”

Mendengar penjelasannya tentang pesan kekasihnya itu, sebelumnya aku sempat tak percaya, berilmu sekali dia! Kataku menyoal pengutaraannya itu. Tetapi teman saya ini pun menjelaskan bahwa kekasihnya itu hidup sehari-hari dengan buku, banyak ilmu yang didapatnya juga dengan umur sedemikian sudah banyak belajar seputar kehidupan, dari kakeknya, ayahnya dan juga guru spiritualnya.

“oh pantesan.” saya mengangguk paham.

Dan kini, teman saya ini memang benar-benar menjaga amanah kekasihnya itu dan mengikhlaskan kepergiannya tanpa merasa sakit hati apalagi frustrasi.

***

Cerita ini pun berlanjut, kembali ke playboy. Mungkin memang bahasa ini tak cukup mewakili apa yang di lakukan semenjak kekasihnya itu pergi. Jika orang di luar sana mendengar mungkin terlalu jahat.

Mengapa terlalu jahat? Ya karena memang begini, selepas ia berpisah dengan kekasihnya, teman saya ini memang banyak sekali mendekati perempuan terutama mereka yang sedang di masa rapuh dan terpuruk sebab ditinggal kekasihnya dengan segala alasan-alasan.

Untuk mereka, teman saya ini selalu ada. Ia mendekati, mengajak mengobrol, memberi cinta, melafalkan kasih sayang, serta mengenalkan cinta yang sesungguhnya seperti halnya kekasihnya dulu lakukan pada dirinya.

BACA JUGA :   Badik

Tak perlu heran. Hingga sampai saat ini, teman saya ini sudah menjalin hubungan dengan 20 perempuan. Dan semua di tinggalkan secara baik-baik. Ia mengajarkan segalanya kepada mereka seperti halnya yang pernah ia alami.

Dan terbukti, semua “mantan” (orang yang pernah di dekatinya) itu kini hidup bahagia bersama pasangannya masing-masing. Semua justru menemukan hidup mereka karena teman saya ini banyak mengajarkan cara menyikapi hidup yang berarti, bagaimana memilih seseorang pasangan, bagaiman menjadi perempuan yang sesungguhnya, serta bagaimana mencapai klimaks impian tanpa meninggalkan Tuhan.

Diantara 20 orang tersebut, saya menjumpai diantara lima mantan kekasihnya itu, dan saya dengan rasa penasaran menanyakan perihal pesan dan kesan selama mengenal teman saya itu.

Dan hampir rata-rata mereka menjawab dengan jawaban yang tanpa saya duga, dijelaskan bahwa teman saya ini hadir untuk mereka bukan sebagai pacar, tetapi sebagai guru.

“Ia memberi kami asupan-asupan pembelajaran kehidupan dengan cara yang menyenangkan ala penyampaian dirinya sendiri. Datang dan perginya tak pernah memberi luka, justru mengobati luka-luka yang pernah ada ketika kami menjadi korban pemberian harapan palsu dari orang-orang yang sempat kami percayai.”

“Sekarang kami hidup lebih bahagia bersama pasangan kami masing-masing, dan ini semua karena ia telah membuka mata kami dan mengajarkan bagaimana cinta itu sesungguhnya.”

Benar saja, saya pun tercengang mendengar penjelasan dari mereka, saya semakin kagum terhadap teman saya itu yang kalau dikategorikan dari jumlahnya, ia adalah orang yang paling playboy dengan jumlah 30 wanita yang pernah dekat dengannya. Namun keplayboy-annya itu tak se-sadis pada definisi seperti yang disebut kebanyakan orang, tidak. Justru ia adalah penyembuh bagi hati hati yang rapuh.

Namun yang saya sayangkan. Diumurnya yang sudah hampir wajar ini seharusnya ia juga sudah menjalani kisahnya sendiri dengan kekasih. Tetapi tidak, nyatanya ia tetap masih sendiri.

saat saya bertanya, mengapa belum menikah? jawabnya sederhana” Mungkin Tuhan belum mengijinkankh untuk memiliki seseorang yang pantas ku miliki, barangkali masih ada tugas yang belum selesai. seperti katamu, peran sebagai Ayboy a theacer’ masih dibutuhkan,” Ungkapnya dengan kepolosannya.

Dan dari seorang teman ini saya punya definisi yang berbeda dari wikipedia. Dari seorang teman ini saya pun tahu akhirnya bahwa Playboy tidak selamanya di Cap sebagai pria brengsek, pria yang kurang asem dan pria yang paling menyebalkan, si penjahat perasaan. Adakalanya seorang Playboy hadir menjadi seorang yang di luar pikiran. Adakalanya yang di kenal penyebab sakit menjadi penyembuh yang nyata. pembasuh lara bagi sesosok perempuan terluka.”

Berikut adalah beberapa quote yang sempat saya ingat dan tuliskan darinya.

“Sesungguhnya mencintai bukan untuk menambah remah-remah patah hati, tetapi mencintai adalah merangkul untuk memperbaiki hati yang pernah patah sampai ia menemukan dirinya yang sesungguhnya dikemudian hari.”

“Pergilah dengan alasan-alasan yang jelas, tinggalkan kebaikan-kebaikan yang membuat mu wajar untuk pergi, dan jangan sampai kepergianmu malah membuatnya semakin patah dan kehilangan arah diri.”

“Mencintailah dengan kewajaran-kewajaran, jangan sampai kamu dicap sebagai seorang yang paling kurang ajar. Dan nama brengsek adalah istilah yang kau ciptakan sendiri hingga dari perbuatanmu itu seseorang akan menyemaratakan setiap yang lain yang punya tujuan baik.”

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *