• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sastra: Di Persimpangan Jalan

Aku berjalan akan menghampiri pusat-pusat desa.
Menuju ke desa seblah dan mengintai para petani yang bekerja.
Aku berjalan sambil menyaksikan pohon-pohon hijau yang masih berdiri tegap.
Kekayaan tanah Indonesia ternyata masih menyimpan cadangannya.

Di persimpangan jalan kakiku tersendat.
Aku diam dan menuruti kata hatiku untuk tidak melangkah lagi.
Di sampingku terpampang papan nama yang ukurannya besar.
Ia bertuliskan tentang anggaran pembangunan desa.

Aku seakan bermimpi.
Aku coba tampar pipi kiriku, namun aku merasakan sakit.
Ohh, ternyata aku tidak mimpi.
Memang benar papan nama itu bertuliskan anggaran pembangunan desa yang jumlahnya milyaran.

Aku malah heran, mengapa desaku tak kunjung juga membaik?
Mengapa jua tak ada pembangunan yang terlihat?
Lalu kemanakah anggaran dana desa itu?
Pikiranku pun mulai kacau.
Dan tiba-tiba saja aku berpikir kalau anggaran itu tidak akan jauh dari para pengelola desa.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Tiga Tips untuk Tetap Konsisten Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *