• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Mengalami Pengalaman Eksistensial

ByYogi Timor

Agu 5, 2021

 Everything has been figured out, except how to live – Jean Paul Sartre

Adagium yang membuatku bertanya-tanya, mengapa rencana tidak pernah bisa termanifestasikan dengan sempurna di dalam dunia. Apa dunia sebegitu absurd, sehingga jarak rasio dengan kenyataan begitu dalam terbatasi oleh jurang ketidaktahuan yang curam? 

Mengalami hidup tidak lebih dari serangkaian faktisitas atau kebetulan yang mengherankan; yang lalu, sekarang, dan yang akan datang selalu tak pernah terpecahkan, misteri, yang bergerak dan tak terkejar. Tidak ada yang pasti, selain serangkaian peristiwa kebetulan itu sendiri.

Bertemu dan pergi adalah momen aksidental, absurd. Berjumpa di awal jalan, bersama, kemudian terpisah karena perbedaan, tidak ada yang tinggal. Segala hal memang harus terus bergerak, begitu juga dengan kita.  

Kehidupan memang tidak terprediksi, tak pasti. Di tempat umum, kita bertegur sapa, melempar senyum dengan orang asing sebagai tanda kehangatan. Kadang bertukar sebatang rokok atau sekedar meminjamkan korek api untuk sedikit mencairkan suasana. Setelah itu kita terpisah.  

Aku jadi teringat seorang kakek baik hati yang gemar duduk di dekat kebun sebelah rumah. Setiap kali melewati gang kecil itu, dia tersenyum. Kadang memberi jeruk hasil panennya kepada kami. Dia pria baik, kuharap dia bahagia.

Ada yang pernah saling mengenal, kini menjadi orang asing. Berbicara saja terasa berat; bibir, lidah, leher, dan tangan terasa kaku. Pertemuan yang tidak diinginkan, misalnya, ketika bertemu sesorang yang ingin kita jauhi.

Kini aku bersama; teman, pacar, keluarga, guru, dst., semoga terus bersama. Jika harus berlalu, kuharap semua berlalu dalam damai. Sejauh tidak ada yang sesuai rencana, kuharap aka nada kejutan-kejutan yang menyenangkan. Sekalipun ada yang menyengsarakan, ya sudah, akan kuterima kenyataan itu dengan terbuka.

BACA JUGA :   Gaes! Ada Tempat Nongkrong Asyik di Bekasi, Nih

Hidup selalu tak terprediksi. Absurd. 

Kita tidak pernah terlalu dekat dengan jagat raya. Kita menjauh, berlulang-ulang meraih namun kembali lagi terjatuh dan menjauh. Tetapi hidup selalu pantas untuk diteruskan. Apa yang kita alami adalah makna yang seharusnya kita rayakan, sesulit apapun pengalaman itu.

Pengalaman disebut fikiran disini lahir di gurun yang tidak harus kita tinggalkan di belakang. Setidaknya itu penting untuk mengetahui seberapa jauh mereka pergi” – Albert Camus ( Sisifus, 31)

Tidak ada yang pernah tahu, selain diri, seberapa bermakan sesuatu bagi kita. Proses pemaknaan itu tidak pernah habis, tidak berujung, sampai kita benar-benar tidak eksis lagi, meninggal. Jalani saja, tanpa harus mengemis pada dunia luar untuk memberi kebahagiaan. Tidak ada yang tahu ap aitu bahagia, hanya diri. 

Kita sedang berdiri berhadapan dengan irasionalitas. Rasa rindu yang kuat akan kebahagiaan dan nalar yang ingin didengar. Bersyukur bagi kita yang masih tetap teguh untuk bernalar meski harus dihujani kenyataan-kenyataan yang selalu tidak sesuai.

Absurd lahir dari konfrontasi ini antara kebutuhan manusia dan kesunyian tidak masuk akal dunia” – Albert Camus.

Bukan persoalan siapa yang harus ditunjuk sebagai sumber kesalahan, bukan sama sekali. Diri yang perlu mengerti, bahwa dunia di mana intuisi tumbuh dan berkembang selalu dan akan terus seperti ini, absurd. Bukan berarti mengalah, tunduk, lalu berkata “iya” pada perintah-perintah yang mengikis ke-diri-an, melainkan kesadaran bahwa apa yang terjadi dan teralami adalah pengalaman yang makna dan tanggung jawabnya terberi oleh diri

Menyesal hanya akan menyisakan diri yang tersudutkan, bukan oleh dunia atau orang asing. Adalah diri, yang menyudutkan diri yang lain, “aku menyudutkan diriku”. Bertekuk lutut dihadapan realitas adalah kesia-siaan, tidak ada yang mendengar, maka, jalani saja. 

Yogi Timor (9)

Menulis untuk Bertahan Hidup

BACA JUGA :   Waspada Mendengar Musik dengan Volume Keras, sebabkan gangguan pendengaran
Bagikan Yok!

Yogi Timor

Menulis untuk Bertahan Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *