• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Setelah Baca Ini Kamu Akan Berhenti Menabung

ByAidaannisa28

Agu 5, 2021 ,

Pernah denger orang ngomong gini gak? “Cara nabung lo klasik.” “Nabung kalo gitu-gitu aja merugikan banget.” Atau “Nabung pangkal miskin.”

Kok kedengarannya bertentangan banget, ya sama prinsip menabung kita yang sudah tertanam sejak kita kecil.

Kalo kata pepatah, sih “Menabung itu pangkal kaya.” Lho, tapi, kok ini malah pangkal miskin.
Ngarang…

Mungkin itulah paradigma kamu saat ini, tentang orientasi menabung dan setelah membaca kalimat-kalimat di atas.

Baru-baru ini, saya membaca buku tentang keuangan, dengan penulis bernama Ryan Filberd.
Ada bab yang berjudul “Menabung uang memiskinkan Anda”

Kalo didenger-denger, serem juga, ya. Kita nabung niatnya mau kaya, malah jadi miskin. Waduhh…

Sebelum kamu mikir yang macam-macam, jadi langsung aja kita bahas kenapa nabung itu bisa bikin miskin?

Kenapa?

Menabung adalah sebuah kebiasaan yang sudah membudaya mulai dari orang Indonesia dilahirkan.

Nah, yang namanya kalau udah jadi budaya, pasti kebiasaan ini udah dilakukan terus-menerus, dalam jangka waktu yang lama.

Kalau katanya buku itu, adalah ibarat banyak orang, yang saling gotong royong, mengumpulkan satu-satu hingga menjadi tujuan.

Tujuannya apa? Entah kamu menabung untuk tujuan membeli Handphone, laptop, motor, mobil, rumah, atau hal lain yang kamu inginkan suatu saat dibeli.

Sebelum lanjut, saya punya cerita sebagai gambaran utuh tentang analogi menabung.
Ketika saya berusia 7 tahun, harga mainan saat itu masih Rp.7.000,00,- karena saya setiap sekolah mendapatkan uang saku sebesar Rp.1.000,- perhari. Uang seribu kala itu, bisa membeli air minum segelas dan roti bakar.

Namun, saat ini? Kalian tau sendiri, lah. Wong dimana-mana naik.

Jadi, saya berkorban untuk tidak jajan, selama seminggu. Terkumpulkan uang tujuh ribu, buat beli mainan impian saya, yaitu Barbie-barbiean.

BACA JUGA :   Merayakan Kemerdekaan, Lakukan 4 Hal Produktif

Nah, kalau dipikir Barbie-barbiean di jaman sekarang, harganya naik cukup drastis.
Terakhir saya liat, harganya sudah Rp.28.000,00,-. Mahal banget, kan?
Kalau uang sebesar tujuh ribu saya tabung, sampai berada di jaman saya sekarang, kira-kira bakal dapat apa?

Dapat kepala Barbie, hehe

Tapi, kalau semisal saya investasikan uang saya ke Pasar Modal. Untuk perusahaan yang butuh modal untuk mengembangkan perusahaannya, atau ibaratnya saya meminjam uang ke perusahaan, dengan syarat sistem bagi hasil sekian %.

Atau contoh yang lebih simple adalah…
Ada sebuah warung makan, yang dimana tempat makan ini tidak pernah sepi pembeli, bahkan bagi orang yang ingin makan makanan yang ditempat makan tersebut, rela untuk antri berjam-jam, bahkan antriannya sampai keluar jalanan. Saking orang-orang ingin mencoba makanan di tempat tersebut.
Namun, apalah daya karena keterbatasan tempat, yang hanya cukup untuk menampung 10 orang saja.

Pemilik warung tersebut, tidak punya cukup uang untuk menyewa tempat yang lebih luas.
Alhasil, saya mencoba berbincang-bincang dengan pemilik warung makan tersebut, untuk memberikan modal sebesar lima juta, untuk pemilik warung tersebut, mengembangkan usahanya.

Karena saya yakin usaha warung makan tersebut akan berkembang, maka saya titip modal untuknya.

Dengan kesepakatan yang udah dibuat, kita sepakat hasil dari penjualan tersebut 15% bagi hasil ke penanam modal, yaitu saya.

Nah, cerita diatas sebagai illustrasi saja bagaimana pasar modal bekerja. Bukan cerita aslinya, hehe

Tapi, cerita tersebut benar adanya, hanya saja bukan saya yang menanam modal. Hehe

Nah, dari sana kita jadi tau, nih. Kalau cara menabung klasik jaman SD dulu udah gak wort it buat diterapkan di jaman sekarang, terlebih inflasi (kenaikan harga-harga) dari tahun ke tahun adalah hal yang pasti.

BACA JUGA :   Seni Untuk Bodo Amat - Jangan Berusaha!

Oleh karena itu, perlu pengetahuan terhadap tempat penanaman modal secara mendalam. Menanamkan modal ke sebuah usaha atau perusahaan yang prospek sangat penting sebelum kamu memutuskan menanamkan modal.

Sejujurnya, saya ini orang yang agak malas, namun saya bukan orang yang bodoh.
Makanya pakai cara cerdas, jika belum mempunyai skill berbisnis, lebih baik saya investasikan uang yang saya punya untuk digunakan pengembangan usaha, yang hasilnya akan bagi hasil.
Hal yang perlu kamu ingat adalah, saat mulai terjun di pasar modal.

Kamu juga harus siap terhadap konsekuensi untung-rugi. Kalau bisnisnya lesu.

Jadi, untuk kesimpulan dalam sharing kali ini adalah :
1. Menabung uang, forget it!
2. Uang kamu nilainya akan turun.
3. Solusi dari penurunan nilai uang sebenarnya adalah bisnis dan usaha.
4. Tidak semua orang mampu berbisnis dan memiliki usaha.
5. Bisnis dan usaha yang bertumbuh selalu membutuhkan dana ekspansi yang kadang tidak mampu disiapkan sendiri.
6. “Jadilah orang yang agak malas, tapi cerdas.” -Bill Gates.

Terima kasih sudah membaca tulisan ini, bila ada kritik, saran, atau komentar, silahkan di bawah ini atau DM ke Instagram @aidaannisa28. Semoga kamu selalu diberikan kesehatan, stay safe!

Sumber : Buku “Yuk Belajar Nabung Saham” – Ryan Filbert

Baca juga : https://imbicom.club/2021/08/04/tips-menjaga-kesehatan-mental/

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *