• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Aroma Politik di Balik Penetapan Hari Kesaktian Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara indonesia berdiri tentu memiliki sejarah yang panajang dalam penyusunannya, pancasila d gunakan sebagai kaca mata untuk melihat fenomena dan kondisi bangsa hari ini, pancasila sebagai pandangan hidup berarti praksis tindakan kita selalu berdasarkan koridor nilai pajcasila yang termaktub pada 5 sila.

Mengenai hari kesaktian pancasila masih banyak pebincangan di lingkup akademisi terlebih pada sejarah kelam sehingga lahirnya hari kesaktian pancasila. Hari kesaktian pancasila di peringati setiap tanggal 1 oktober hal ini pastinya memiliki alasan dan landasan historis.

Mengenai pancasila kita semua tahu bahwa bapak penggali pancasila adalah presiden pertama Republik Indonesia ir.soekarno atau akrab di sapa Bung Karno.
Bpupki adalah badan bentukan jepang yang bertugas menyusun hal-hal fundamen untuk berdirinya Negara Indonesia. Pada sidang pertama Bpupki ada dua hal yang menjadi topik pmebahasan yaitu Kemerdekan dan Dasar Negara Indonesia, pada sidang Bpupki pembahasan Dasar Negara beberapa tokoh sudah menyampaikan ide dan gagasannya seperti Prof. Muhammad yamin dan Soepomo pada kondisi sidang yang tidak Stabil(Fanatik antara golongan) pada tanggal 1 juni 1945 Bung karno berjalan ke atas mimbar dan memulai pidatonya, singkat cerita penjabaran isi 5 dasar negara bung karno memberikan nama pancasila berdasarkan konsultasinya dengan Sahabat dekatnya.
Konstalasi politik pemerintahan bung karno berjalan dengan baik sampai pada tahun 1965 terjadi gejolak politik yang sangat besar. Tahun 65 ada dua kekuatan politik yang besar yaitu Partai komunis Indonesia dan Pasukan Angkatan Darat dan mulai memanas sampai ke permukaan, medi massa , stasiun tv dan surat kebar di penuhi propaganda yang sengit.
Puncaknya ketika terjadi gerakan 30 september 1965/PKI, Menurut informasi bahwa para kader Pki menculik 6 jendral dan satu perwira dan di bunuh dalam satu malam saja. Sedangkan menurut bung karno hal ini di namakan Traged Gerakan Satu Oktober Tahun 65(GESTOK 65) dikarenakan kejadiannya masuk pada tanggal satu oktober 1965. Polemik inilah yang membuat sistem pemerintahan bung karno melemah dan juga Bung Karno d tuntut turun dari jabatan Presiden.
penggulingan tidak dpaat dielakkan karena kondisi politik pada saat itu sngat kacau. Suharto sebagai pahlawan tragedi Gestok 65 menjadi kandidat terpilih dan pada masa orde barulah hari kesaktian pancasila di tetapkan. Namun, ketika kita berfikir merayakan hari kesaktian pancasila menurut satu tragedi saja sedangkan pancasila sejak lahir itu di sakralkan dan menjadi dasar negara yang sangat di anggap sakti. bagaimana tidak, banyak negara lain belajar pancasila ke indonesia karen amelihat dari keberagaman indonesia yang memiliki persatuan yang sama(Nasionalisme).
Sehingga peringatan hari lahir pancasila sangat tidak relevan untuk kita rayakan karena setiap hari adalah hari pancasila dan salama pancasila menjadi dasar negara mutlak adanya kebijakan sesuai dengan koridor dasar negara kita. Hal yang perlu di waspadai adalah kelompok-kelompok yang ingin merubah haluan negara dengan mengganti pancasila karena hal itu sangat melukai perjuangan para pahlawan dan the founthing father kita.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Membedah Rahasia Kenapa Orang Tua Zaman Dulu Lebih Pinter Main “Nomor” daripada Matematika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *