• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kehilangan sebelum memilikinya

Bypramayanti

Agu 4, 2021

Kegiatan bagi calon anggota baru organisasi sukarelawan sudah di mulai dari pagi. Tapi berbeda dengan putri (aku) , zara, caca, nisa dan tiara. Kami berlima baru datang setelah istirahat siang, disaat peserta yang lain sudah duduk dan menunggu mulainya acara selanjutnya. Saat kami berlima masuk ke ruangan itu, semua mata tertuju pada kami, tapi kami hanya bersikap cuek dan menuju kursi yang masih kosong untuk duduk.
Jam sudah menunjukkan pukul 13.40 Wib yang seharusnya acara sudah di lanjutkan. Karna belum ada tanda tanda akan di lanjutkannya acara, aku dan caca menghampiri panitia yang berada di depan. Bukan untuk menanyakan kapan akan di lanjutkan tetapi untuk meminta izin tidak mengikuti kegiatan dari jam 15.15 sampai 17.00 wib.
Setelah kami jelaskan kalau kami ada jadwal kuliah di jam itu, dan pada akhirnya kami di izinkan dengan syarat kalau kami harus kembali mengikuti kegiatan selanjutnya setelah menyelesaikan perkuliahan. Aku dan caca menyanggupinya dan kami kembali ke tempat duduk.
Sambil menunggu acara selanjutnya aku, nisa, zara dan tiara mendengarkan cerita caca dan sesekali kami pun tertawa. Satu orang cowok yang selalu memandang ke arah ku dan teman teman ku sedari tadi, beberapa kali aku menoleh ke arah kanan aku selalu melihat bahwa dia selalu melihat kami. Cowok itu bernama rizki, cowok yang ganteng di antara cowok cowok yang lain di angkatan ku.
Aku yang menyadari kalau rizki selalu memandang ke arah ku dan teman temanku hanya diam dan menyimak cerita caca dan tiara.
Tidak lama salah satu panitia mengatakan kalau acara selanjutnya akan di lanjutkan, karna pemateri yang akan menyampaikan materi selanjutnya sudah hadir. Semua yang ada di ruangan itu fokus mendengarkan materi yang di jelaskan.
Tidak terasa sudah pukul 15.00 wib abang tempat aku dan caca mintak izin tadi ternyata memanggilku,
dia bertanya ” jadi mau izin?”
“Jadi bang”, jawab ku.
“Langsung aja mintak izin ke pemateri” katanya
“15 menit lagi lah bang” kata ku
“Oooo… yaudah” jawabnya.
Aku kembali fokus mendengarkan materi yang di sampaikan, sampai akhirnya tiara berbisik bilang kalau udah pukul 15.15 kita izin keluar yukkk padaku. Aku melihat jam tangan ku dan ternyata iya,
Aku cuma menjawab “yaudah yukk mintak izin”, tapi tiara bilang kamu aja duluan mintak izin. Melihat pemateri sedang asik dan yang di ruang pun asik mendengarkan materi yang di sampaikan aku menjadi segan untuk izin keluar ruangan. Sampai akhirnya aku melihat ke belakang ke arah abang panitia tempat aku mintak izin tadi.
“”Bang kita izin sekarang ya ” kataku kepadanya
“Langsung aja izin bilang izin keluar ruangan ke pemateri sama moderator” katanya
Aku yang segan dan melihat ke abang itu lagi dengan pandangan penuh harap, sepertinya abang itu paham maksudku, akhirnya dia pergi kedepan dan bilang ke moderator kalau kami mau izin, ketika di izinkan dia mengkode aku supaya izin ke pemateri dan langsung ke luar.
Akhirnya kita keluar dan menuju kelas untuk mengikuti perkuliahan.
Setelah kuliah selesai kami kembali lagi ke ruangan, ternyata materi saat itu sudah selesai dan tinggal pembagian kelompok. Kita semua di bagi menjadi beberapa kelompok, yang beranggotakan 6 orang diantaranya 2 cowok dan 4 cewek dalam satu kelompok. Seluruh calon anggota baru akan melakukan camp selama 3 hari 2 malam dimana akan menjadi penentu lulus atau tidaknya kita untuk menjadi anggota di organisasi itu.
Pembagian kelompok sekaligus memberitahukan perlengkapan apa aja yang harus kita bara saat camp.
Ternyata aku kelompok 3 yang beranggotakan aku, zara, caca, ziva, rio dan zaki. Sedangkan tiara, dan nisa masuk ke dalam kelompok 1, dan rizki cowok ganteng itu kelompok 4. Kita cuma punya waktu 4 hari sebelum hari H. H-1 dari sore sampai malam kelompokku sibuk untuk melengkapi dan mempacking semua perlengkapan kami. Besok pagi tugas rio yang mengantarkan barang itu ke sekre tempat kami kumpul.
Pukul 14.00 Wib kami sudah berada di sekre untuk kumpul, sebelum berangkat semuanya berdoa terlebih dahulu. Kita semua berangkat jalan kali dan harus berdasarkan kelompok masing masing. Aku, caca dan zara yang asik bercanda gurau selama di perjalanan tiba tiba rizki berada di samping ku, awalnya aku tahu namanya ketika di perjalanan itu, dia juga ikut becanda dengan kami dan sesekali dia melihatku, aku yang menyadarinya kemudian melihat ke dia juga dan aku cuma tersenyum ke dia.
Karna perjalanan yang kami lalui cukup jauh, kami semua memilih untuk istirahat terlebih dahulu. Lagi dan lagi di memilih duduk di dekat kami, ternyata dia orangnya asik juga, mudah bergaul dengan siapa aja. Setelah kami melanjutkan perjalanan, kami mulai capek dan tidak ada lagi ganda gurau, seketika ada saja yang dia katakan sampai pada akhirnya kita ketawa. Tali sepatuku ternyata lepas dan aku tidak menyadarinya justru dia yang melihat dan mengatakan kalau tali sepatu ku lepas. Aku langsung memilih ke pinggir untuk mengikat kembali tali sepatu ku, hal yang tidak aku duga dia tetap berdiri menunggu aku, sontak aku melihat dan tersenyum, ternyata dia orangnya care juga.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   BAHAGIAKAN ISTRIMU SEPERTI TUJUAN AWALMU MENIKAHINYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *