• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kucing yang malang

ByLerika Sarma

Agu 2, 2021

Pagi itu, kakak perempuan ku bersama suaminya yang sudah menika dan telah berpindah rumah datang ke rumah ku untuk melihat kedua orang tua ku. Saat dalam perjalanan, mereka menemukan tiga ekor anak kucing yang telah di buang oleh manusia-manusia yang tidak mempunyai belas kasihan kepada hewan. Ketiga anak kucing tersebut masih sangat kecil bahkan bisa di katakan mereka baru saja lahir, tubuh mereka masih berlumuran darah, mata mereka belum bisa melihat indahnya dunia ini, pusat merekapun masih belum putus. Sunggu tegah orang yang telah membuang ketiga ekor kucing tersebut.

Pada pagi itu, kakakku belum mengambil kucing tersebut di karenakan di rumah mereka terdapat beberapa kucing, dia takut ketiga kucing itu akan di musuhi oleh kucing mereka yamg ada di rumah.

Sesampai mereka di rumahku, mereka memberitahuku tentang kesediaanku merawat ketiga ekor kucing itu. Dan akupun mengiyakan pertanyaan mereka. Tidak berfikir panjang, kakakku langsung balik arah untuk memungut kucing yang malang itu, dan langsung mengantarkan ke rumahku tidak lupa juga dia membelikan satu kotak susu SGM dan dodot kucing yang sudah lama ia beli.

Aku sangat senang melihat antusias mereka bersama abang iparku, dengan senang hati aku merawat mereka bertiga, berharap mereka dapat bertahan hidup dan tumbuh menjadi kucing dewasa.

Setelah beberapa hari aku merawat mereka, kurang lebih 7 hari. Salah satu dari ketiga kucing itupun mati, sejak saat itu aku berusaha agar lebuh berhati-hati merawat kedua kucing yang tersisa itu.

Keesokan harinya, kecing yang keduapun mati, saat itu aku merasa gagal dalam merawat ketuga kucing itu, walaupun aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Hanya berkisar satu hari, akhirnya kucing yang ketigapun menyusul kucing yang pertama dan kedua.

BACA JUGA :   Aku Sampah, Kok Aku Dihini

Sunggu aku merasa gagal dalam merawat ketiga kucing itu, aku sangat sedih, tapi apa mau dikata, mungkin mereka tidak di takdirkan lama denganku, semoga ini menjadi pelajaran kepadaku agar lebih bijak dalam merawat hewan yang masih sangat kecil.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *