• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kok Kamu Orangnya Baperan?

ByAidaannisa28

Agu 2, 2021 ,

“Temenan sama batu aja, karena batu gk punya perasaan, dan gk akan pernah bisa ngerasain apa yg lo rasain.” Kataku

Hallo, Readers! Gimana nih kabarnya hari ini? semoga sehat ya…
Udah lama gak sharing-sharing, nah kali ini kita akan sharing tentang opini kata “Baper”.

Untuk memulainya, kutipan diatas, akan mengawali sharing-sharing kita kali ini.

Langsung, to the point aja ya, Readers. Biar langsung nemu intinya. Hehe

Btw, kalian pernah gak sih, di bilang “Lo kok orangnya baperan, sih?”
“Lo kok dikit-dikit sewottt, sih? ”
“Lo kok begitu doang, di masukin ke hati, sih? ”

Pernah menjadi orang yang dipertanyakan seperti itu, atau lo sendiri yang mempertanyakan? Yauda jawab sendiri ya…

Untuk memperjelas gue punya cerita A, dan B.

(A)
Lala : “Lo kok sekarang jadi jerawatan, sih. Genit ya lo.”
Lia : Enggak, emangnya kalo muka gue jerawatan, karena gue genit, sok tau bgt sih, lo. ”
Lala : Yakan, kebanyakan begitu.
Lia : Yang kebanyakan belom tentu gue juga begitu. Males bgt gue disama-samain.
Lala : Yauda, santai aja, kek. Orang juga ngomong santai. Baperan amat lo.
Lia : Lo ngomongnya begitu, sih. Sok tau banget. (Males gue ngomong sama dia – dalam hati)

(B)
Sasa : Lo kok sekarang jadi jerawatan, sih. Genit ya, lo.
Sinta : Iya, nih. Biasalah, umur puber jadi begini.
Sasa : Bisa aja lo. Gara-gara genit, kali.
Sinta : Gak, cuy. Genit sama siapa coba, sama adek gue? Ahaha
Sasa : Yakali, sama si yang onoh.
Sinta : ahaha ya gak lah, udah lo gak usah mikir macem-macem. Gue jerawatan bukan karena genit, kok. Emang karena lagi puber aja.

BACA JUGA :   Seni Untuk Bodo Amat - Jangan Berusaha!

Nah, udh selesai baca cerita diatas. Kira-kira siapa yang baperan, Sinta atau Lia?

Untuk menjawabnya, lo percaya gak kalau manusia itu punya perasaan, hati, atau feeling? Yang namanya manusia, diciptakan sama Tuhan, udh sepaket sama Akal dan perasaan. Kalo salah satunya gak ada gimana, dong? Simple aja, not human. Right?

Oke, kalau manusia punya perasaan, pasti dia bisa dong, ngerasain yang namanya marah, gembira, kecewa, sakit hati, sedih, senang. Bisa, kan?

Masing-masing manusia, punya titik sensitifnya masing-masing. Ada yang kalo dibercandain soal berat badan, tersinggung. Ada juga yang kalo dibercandain soal hal yg sama, dia have fun aja. No hard feeling.

Karena, semua manusia punya perasaan. Jadi, merupakan hal yang SANGAT WAJAR kalau lo lagi bercanda, terus ada temen lo yg merasa sakit hati sama bercandaan itu. Mungkin, itu titik sensitifnya dia.

Setelah, lo tau titik sensitifnya itu. “Oh dia gak suka, kalo gue bercandain tentang fisik, atau oh dia gak suka, kalo gue bercandanya soal keluarganya”

Lo jadi belajar. Dari setiap realitas yang lo temukan, seiring dari kesalahan-kesalahan. Akhirnya, lo jadi makin peka, dan memahami, kalau gak semua punya perasaan yang sama.

Gue tergabung dalam organisasi, yang mengajarkan anggotanya punya budaya/kebiasaan empati.
Dimana dalam organisasi itu, di ajarkan bagaimana caranya memperlakukan orang sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan.

Seperti halnya, gue senang jika dihargai, gue paling gak suka kalau dicuekin, ya gue akan melakukan itu ke orang lain, gue akan menghargai, dan tidak akan menyuekin. karena, pendasarannya “Jangan memperlakukan buruk orang lain, jika kamu tidak ingin diperlakukan buruk”

Kunci empati adalah, selalu tanyakan kepada diri sendiri, “Jika gue melakukan hal itu ke orang lain, apa gue mau jika orang lain memperlakukan gue demikian?”

BACA JUGA :   Seniman Indramayu Minta Pelonggaran Kebijakan soal Hiburan di Musim Hajatan

Dengan begitu lo akan menjadi manusia yang berhati-hati dalam memperlakukan orang-orang. Tidak menyakiti satu sama lain, karena, hidup itu mesti belaku baik kepada sesama, bukan semena-mena.

Berbuat baik dengan empati, merupakan cara terbaik untuk tidak asal menjudge seseorang “Baperan”
karena setiap manusia punya perasaan, dan titik sensitifnya masing-masing orang berbeda-beda.

Apalagi yang namanya orang udh sakit hati, pasti larinya ke psikis. Gak tau dia jadi stress, atau kepikiran trus sama ucapan yang membuatnya tersinggung.

Kadangkala seseorang yang sakit hati, lebih milih diem. Tapi, diemnya bukan karena “Tidak apa-apa”, melainkan karena dia gak tau mau ngomong kayak gimana sama lo. Kalo udah terlanjur dibilang baper. Alhasil jadi uneg-uneg. Emang enak nyimpen uneg-uneg?

Enggak, Kan?

Oleh karena itu, jangan sampai karena sikap sembrono diri kita, membuat hati orang lain terluka, bukankah itu sangat merugikannya?

Mulai sekarang cobalah berpikir-pikir dahulu, jika ingin berbicara, tidak asal keluar. hingga membuat orang sakit hati. Bertindak pun juga demikian.

One more!

“Tidak ada orang baperan, yang ada adalah semua orang memiliki perasaan”

Baca juga : https://imbicom.club/2021/08/01/terlahir-tak-kaya-privilage/

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

One thought on “Kok Kamu Orangnya Baperan?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *