• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

HPI: Sudahkah memberikan keadilan ?

BySri Hidayati

Agu 2, 2021

Tumpul keatas tajam kebawah. Itu ungkapan tentang hukum yang sering kita dengar bukan ? Itu bukan hanya sebagai ungkapan yang sering kita dengar saja, tapi lebih tepatnya kita rasakan sampai sekarang.

Dan jika kalian bertanya apa itu hukum pidana ?

“Hukum pidana adalah hukum yang mengatur perbuatan-perbuatan yang di larang oleh UU dan berakibat diterapkannya hukuman bagi siapa saja yang melakukannya dan memenuhi unsur-unsur perbuatan yang disebutkan dalam undang-undang pidana. Seperti perbuatan yang di larang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Korupsi, dan Undang-Undang HAM.”

Nah dari pengertian tersebut sudahkah hukum pidana memberikan keadilan ?

Pertanyaan apa itu ? Apa yang kita tahu, apa yang kita pahami tentang sebuah keadilan ? Keadilan itu intinya seimbang. Kesejahteraan akan ada jika keadilan sudah tercipta. Ketentraman akan hadir dengan sendiri jika keadilaan sudah ada. Dan kebahagiaan akan menyertai jika keadilan itu sudah menyertai.

Hukum itu tak jauh-jauh dengan keadilan bukan ? Apalagi hukum pidana, Pada dasarnya hukum pidana memang
berfokus pada pengaturan tentang masalah
kejahatan yang terjadi di tengah masyarakat.
Hukum pidana menjadi penjaga agar
masyarakat terhindar dari kejahatan. Hukum
pidana menjadi penjaga agar masyarakat
terhindar dari kejahatan. Kalau Makamah
Konstitusi sering disebut sebagai The
Guardian of Constution, maka hukum pidana
dalam hubungannya dengan kejahatan layak
disebut sebagai The Guardian of Security
yang berusaha menberikan jaminan agar
masyarakat tidak menjadi korban kejahatan.

Tapi apalah negara Indonesia ini. Bahkan hukum pidana, hukum yang termasuk di bilang dekat dengan masyarakat itu malah seperti di takuti. Jika ternyata “Hukum sejatinya adalah seperangkat aturan untuk mengatur tingkah laku masyarakat. Hukum juga merupakan tonggak dari ketertiban, ketentraman, dan keadilan. Untuk itu peranannya menjadi sangat krusial.

BACA JUGA :   Tiga Koentji Dasar Kembangkan Literasi

Harusnya itu merupakan kabar gembira untuk masyarakat. Apalagi jika ada hukum pidana, masyarakat bisa lebih dekat dengan hukum pidana tersebut. Bukannya merasa takut dan merasa seperti tumpul keatas untuk para kaum atasan dan tajam ke bawah untuk para kaum bawahan.

Kondisi ini seakan mempertegas hipotesa Prof. Soerjono Soekanto dalam bukunya Pokok-Pokok Sosiologi Hukum yang menyebutkan:
Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam stratifikasi, semakin sedikit hukum yang mengaturnya. Sebaliknya semakin rendah kedudukan seseorang dalam stratifikasi, semakin banyak hukum yang mengaturnya.

Daftar Pustaka
Sunaryo dan Ajen D. 2009. Tanya Jawab Seputar Hukum Pidana
Safaruddin H, 2019. Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana di Indonesia Melalui Hukum Pidana Positif dan Hukum Pidana Islam. Fakultas Hukum Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi. Vol. 4. No. 1
Hukum yang Adil: Untuk Siapa?

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *