• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cerita sedihku

ByLerika Sarma

Agu 2, 2021

Pada saat aku duduk di bangku sekolah menengah atas, aku bercita-cita ingin sekali manjadi tenaga kesehatan. Aku berusaha untuk belajar sampai pada akhirnya aku mengikuti olimpiade OSN 2014 lalu. Setelah naik kelas 12, orang tuaku memberitahuku, bahwa aku tidak bisa melanjutkan sekolah ku ke jenjang universitas, dengan alasan biaya tidak mendukungku untuk masuk ke universitas dan di tamba lagi kakak pertama dan kakak keduaku masih melanjutkan studi di ibu kota. Pada saat itu, aku sangat sedih, aku betul-betul hilang semangat untuk belajar, seakan-akan aku tidak ingin melanjutkan sekolahku.

Dengan izin tuhan yang maha kuasa, aku di berikan kekuatan dan kesabaran, hingga aku dapat melanjutkan sekolah menenga atasku.

Setelah lulus dari sekolah menengah atas, aku melanjutkan les (les komputer) di ibu kota di kabupatenku selama kurang lebih tiga bulan lamanya.

Setelah tiga bulan itu, aku balik ke kampung halamanku. Setelah beberapa bulan aku berada di kampung halamanku,dan tanpa ada kegiatan yang aku sukai, aku merasa bosan dan ingin keluar dari zona itu.

Kakak keduaku menyarankan agar aku mengunjunginya ke ibu kota, untuk bekerja disana, agak aku dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah serta dapat menghilang kan rasa bosan yang sudah menggunung. Tapi aku berfikir, kalau seandainya aku mengikuti saran dari kakak keduaku, nantinya aku akan merasa minder dari teman-teman sekolah ku dulu, karena mereka semua telah melanjutkan sekolah ke universitas, dan akhirnya aku menolak ajakan kakak keduaku.

Tidak lama kemuadian, aku di tawarkan oleh teman semasa sekolahku dulu untuk bekerja bersama dia di ibukota dan masih di kabupatenku. Akhirnya aku mengiyakan ajakannya itu, kami berdua bekerja di salah satu rumah makan di ibukota yang ada dk kabupatenku. Tidak lama, hanya tiga hari aku berada disana, akhirnya temanku pulang ke kampung halaman, di karenakan sakit. Dan keesokan harinya, aku pun menyusul, aku sakit parah hingga harus di rawat di rumah sakit.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Puisi: Cerita Ngawur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *