• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Terlahir Tak Kaya pun, Juga Privilege

ByAidaannisa28

Agu 1, 2021

“Kita tidak bisa memilih dari orangtua mana kita dilahirkan. Tapi, kita bisa memilih tujuan hidup seperti apa yang kita inginkan.” – Boy Chandra

Sebagian dari kita pasti pernah berandai-andai, untuk menjadi mereka yang terlahir dari orangtua yang kaya, serba berkecukupan, dan menjadi mudah mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

Tinggal meminta saja, kepada orangtua yang punya segalanya. Maka keinginan itu akan tercapai.

Kita ingin dibelikan makanan mahal setiap hari, baju, mobil, tempat les, kuliah, dll. Bisa dengan mudah dicapai, ketika kita terlahir dari orangtua yang kaya.

Namun, kita dihadapkan pada suatu kenyataan. Bahwa, “Aku bukan terlahir dari orangtua yang kaya.”
Kita semua pasti sepakat, kalau tidak mau hidup sulit.
Karena, terlalu terbatas ketika menginginkan sesuatu.

“Aku ingin beli jam tangan merek Gucci.” “Kalau kemana-mana, mesti naik mobil biar gak kepanasan,” “Mau kuliah dikampus ternama di Indonesia,” “Liburan tiap minggu, ke luar negeri.” dll

Pokoknya kalau mau ini-itu tinggal minta aja sama orangtua, nanti tinggal dibelikan dan diwujudkan. Tinggal beres aja.

Bagaimana dengan diriku yang terlahir bukan dari orangtua yang kaya, mungkin hanya bisa melirik mereka yang mempunyai privilege (Hak Istimewa) itu.

Harapan untuk menjadi mereka pun, kian menggebu-gebu.
Saya melewati proses penghayatan, tentang privilege yang mereka punya. Pencapaian yang mereka dapatkan, tanpa harus melewati berbagai usaha yang banyak menguras keringat.

Nampaknya sangat menyenangkan, jika saya juga merasakan hal demikian.

Namun nyatanya, orang tak kaya pun juga mempunyai privilege yang jauh lebih berharga daripada mereka yang serba mudah merealisasikan keinginannya.

Kesempatan untuk membentuk dan mempertangguh diri lebih luas. Agar terbentuk mental berjuang, pantang menyerah, dan tahan banting dengan realita pahit kehidupan.

BACA JUGA :   Motivasi Hidup

Adalah privilege luar biasa yang tidak semua orang dapat merasakan untuk berjuang keras, agar idealnya kehidupan.
Mungkin, akan sangat menyenangkan, jika berada pada zona nyaman kehidupan.
Berebah-rebahan, bermain gadget berjam-jam, scroll sosial media tak kenal waktu, mengerjakan tugas tinggal menggunakan jasa orang.
Akhirnya menjadi terbiasa dengan zona nyaman, yang lambat laun akan menghancurkan.

Tidak ada mental pejuang, tangguh, totalitas, sportif, dll.

Yang terbentuk dari kenyamanan tersebut adalah mental rapuh dan selalu bergantung pada orang lain.

Sehingga, diri sendiri lah korbannya…
Korban dari kebiasaan buruk yang terus dibiasakan, hingga menjadi mental bagi orang tersebut.

Saya banyak melihat cerita kehidupan, dari tokoh-tokoh yang sukses, seperti Kevin Wu, Merry Riana, Ust Yusuf Mansur, Chairil Tanjung, dll

Mereka dalam pencapaian kesuksesannya, terus terbentur dengan ujian-ujian kehidupan. Kegagalan, caci-makian, dan hidup yang berkesusahan.

Itulah makanan keseharian mereka selama proses berjuang.
Mereka bukan terlahir dari orangtua yang bergelimangan harta.

Tidak ada privilege uang yang dimana-dimana ada.
Privilege mereka adalah berjuang totalitas yang orang lain kebanyakan tidak lakukan.
Bagi saya kesempatan untuk berjuang lebih keras adalah privilege yang tidak semua orang, mampu merasakannya.

Dan, kesempatan yang seperti itu, jauh lebih berharga dari uang sebanyak apapun.

Karena, mental pejuang tidak terbentuk dengan kenyamanan.

Tapi, dari bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Sekarang, jika kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Coba tanyakan pada dirimu…

“Privilege apa yang kamu punya sejak lahir?”

Terlahir dari orangtua yang kaya ataupun tidak, dimata dunia hanya orang-orang yang mampu bermanfaat untuk masyarakat yang akan mendapatkan kebermaknaan dari hakikat hidup ini.

Jadi, bersyukurlah jika kamu mendapatkan privilege untuk berjuang lebih keras dan mendapatkan guru istimewa dari pengalaman hidupmu.

BACA JUGA :   Liga 1 mau jalan,harus prokes dan konsisten

Satu hal yang perlu diyakini, bahwa kesempatan berjuang itu bisa datang pada siapa saja, tidak peduli dia terlahir dari orangtua kaya ataupun tidak.

Karena, berjuang adalah tentang siapa yang mau berusaha dan menyelami berbagai pelajaran kehidupan.

Be grateful…

Baca juga : https://imbicom.club/2021/07/24/adaptasi-di-tengah-keterbatasan-diri/

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *