• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Thanks Sahabat, Teman

BySri Hidayati

Jul 31, 2021 ,

Terkadang memang berat rasanya jika hanya mengingat, merindukan. Sebuah kenangan yang terlalu banyak yang membuat menyiksa, menyesak.

Kangen.

Hanya kata sesepele itu. Namun rasanya sungguh sangat menyakitkan. Perih, dan mampu mengeluarkan bulir-bulir air mata bahkan hingga derasnya.

Terkadang kuberpikir, mendapat sebuah kenangan dengan mereka-mereka itu adalah anugerah, penghargaan atau bencana ?

Memang iya, senang terkadang jika memgingat akan kenangan-kenangan indah yang telah banyak di buat dengan mereka-mereka semua. Sebuah anugerah terindah telah pernah mempunyai mereka-mereka semua. Suatu kebanggaan pernah dengan mereka-mereka semua.

Tetapi, di balik itu. Atau mungkin setelah itu pun pada akhirnya hanya menyakitkan rasanya yang ada. Kangen. Rindu. Itu semua sugguh menyakitkan. Tak bisa tersalurkan. Dan ujung-ujungnya hanya mampu berhenti pada tangisan.

Mungkin iya, jika hidup tanpa kenangan, biasa-biasa saja itu hampa. Tapi layaknya, sekarang aku merasakan hidup penuh kenangan iya, memang tak hampa. Tapi bukan saja kebahagian, sebuah kepiluan pun menyelimuti.

Semua terkesan sama.

Banyak kenangan yang tak hanya banyak kebahagiaan tapi juga penuh dengan kepiluan belaka. Atau biasa-biasa saja yang sepertinya, mungkin akan biasa-biasa saja.

Di sini apa aku yang salah ? Salah telah menorehkan kenangan-kenangan indah bersamanya ? Apa aku harusnya biasa-biasa saja bersama mereka.

Tau ah.

Ini sebuah penghargaan, anugrah atau bencana ?

Tapi tetap tak bisa di pungkiri. Untuk bisa dengan mereka-mereka itu sebuah surga dunia. Dan jika pun berkah itu bisa sampai akhirat. Tak ada kesalahan atas semua di sini. Karena memang membahagiakan, menyenangkan bisa dengan mereka-mereka semua. Keadaan yang sengaja menorehkan kenangan itu dengan sendirinya. Semuanya berjalan semaunya.

Aku tak salah.

Entahlah,
Yang jelas hanya bisa berharap, di mana pun kalian berada. Sesedih, sesenangnya kalian. Semoga tak pernah melupakan. Setidaknya ingat akan kebersamaan. Atau jika tak memungkinkan itu, ingat akan pernah bersama. Pernah kenal. Pernah saling nyapa.

BACA JUGA :   Tentang Senja

Syukur-syukur lebih dari itu. Bercengkrama lepas.

Memang tak ada batas jika menceritan tentang kalian.

Semoga kelak, meski gak sekarang. Kapan-kapan akan ada waktunya saling menyapa. Akan saling membantu yang ada. Tak pernah lupa. Semoga barokah. Aamiin…

Thanks sahabat, teman.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *