• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Jejak Langkah Kaki Sunan Muria

Raden Umar Said atau yang dikenal Sunan Muria merupakan salah satu Wali Songo yang berhasil menyebarkan agama Islam di daerah utara Jawa tepatnya di sekitar Gunung Muria.

Makam beliau terletak di desa colo, kecamatan dawe kabuoaten kudus.

Yang sampai saat ini tak pernah sepi oleh peziarah yang datang dari berbagai daerah di indonesia bahkan luar negeri.

Itu membuktikan bahwa Karomah dan berkah yang beliau miliki tak hanya ditunjukkan semasa hidup.
Bahkan ketika sudah wafat pun masih menebar berkah pada penduduk sekitar.

Kisah perjuangan beliau membangun masyarakat yang religius di atas Gunung Muria bukanlah hal yang mudah.

Berdakwah di masyarakat dengan kepercayaan animisme merupakan tantangan tersendiri untuk Sunan Muria.

Menyayangi bumi dan mempelajari agama menjadi dua materi yang masuk dalam pendekatan .

Beliau menekankan bahwa kehidupan itu bukan serta merta menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dengan lingkungannya.

Sunan Muria berdakwah sambil mengajarkan keterampilan mengolah bumi untuk masyarakat Colo.

Mereka diajari bagaiman beternak, berkebun, dan mengolah hasil bumi.

Peninggalan jejak Sunan Muria di bidang kesalehan dengan alam sekitar adalah tumbuhan hasil olahannya bersama dengan masyarakat Colo atau Lereng Gunung Muria yang berupa pohon Kayu Adem Ati, hutan Jati Keramat, Kayu Pakis Haji, Buah Pari Joto, dan Ngebul Bulusan.

Masyarakat Colo percaya bahwa tanaman-tanaman tersebut penuh keberkahan sebagai peninggalan Sunan Muria. Salah satunya adalah buah Pari Joto yang berkhasiat untuk kebaikan janin bagi orang hamil.

Membaur dengan Kesenian Jawa

Beliau memiliki keahlian memainkan gamelan dan wayang. Kemahirannya dalam bidang seni ini pula yang membuat Sunan Muria mampu melahirkan tembang berjudul Sinom dan Kinanti.

BACA JUGA :   Puisi: Jatuh Hati

Melalui lagu-lagu itulah Sunan Muria menyelipkan nilai-nilai Islam sehingga dapat membaur dengan masyarakat.

Sehingga ajaran islam berangsur di terima dan menyebar di sekitar Gunung Muria.

Dari jejak Sunan Muria tersebut maka masyarakat dituntut untuk terus melestarikan lingkungan sekitar agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan manusia itu sendiri. Serta tak lupa mencintai budaya bangsa sendiri.

Jangan sampai kita terjajah oleh budaya luar. Wujud kepribadian seorang muslim dan muslimah seperti itulah yang ingin dibentuk oleh Sunan Muria dalam dakwahnya.

Setya Dika Firmansyah (6)

Seorang pemuda yang menolak tua tanpa cerita

Bagikan Yok!

Setya Dika Firmansyah

Seorang pemuda yang menolak tua tanpa cerita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *