• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Tanggal 30 Juli selalu di peringati sebagai hari persahabtan dunia.
Kurang begitu paham sih bagaimana sejarah awal terciptanya, tapi itu tidak penting.
Menurut saya, hari persahabatan dunia lebih ke bagaimana kita menghargai seorang sahabat.

Sahabat ya begitulah sebutan untuk teman dekat kita. Sahabat adalah level ke dua dari teman.

Biasanya orang yang kita anggap sahabat adalah mereka yang rela menghabiskan waktunya bersama.

Seringkali juga seorang sahabat berfungsi sebagai pendengar yang bagus. Karena tak jarang kita pasti punya masalah yang harus di bagi dengan orang lain.

Bagi sebagian orang pun seorang sahabat adalah orang yang aneh tapi kita nyaman denganya.

Ditambah satu pemikiran menjadi hal terpenting dalam dunia persahanatan.

Sampailah pada level selanjutnya. Ketika kita tak bisa bertemu dengan mereka untuk benerapa waktu saja, aneh rasanya.

Serasa ada yang kurang, bagaikan kopi tanpa gula katanya. Pahit dan membuat sakit di perut.

Agar pikiran tak lagi kacau agar solusi bisa teratasi bersama seorang sahabat lah yang paling berperan.

Membagi perasaan kita dan pikiran kita pada mereka adalah hal yang paling kita butuhkan.

Hari persahabatan sedunia kali ini, hendaknya kita isi dengan bersyukur.

Masih diberi kesempatan bertemu dengan banyak orang, termasuk sahabat kita sendiri.

Mungkin merekalah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan ini selain orang tua. Khususnya circle pertemanan yang positif.

Namun persahanatan yang dibangun dengan waktu yang lama tersebut bisa saja hancur seketika.

Entah itu karena perbedaan, penghianatan bahkan kebohongan busuk yang diberikan.

Rasa sakitnya mungkin tak seberapa jika orang lain yang melakukan.

Tapi entah kenapa begitu menusuk jika sahabat yang kita percayai sendiri yang melakukan.

BACA JUGA :   Petani yang miskin punya Pesawat,Pajero, Fortuner

Lebih miris rasanya, jika nilai nilai persahabatan harus di rusak oleh beberapa kepentingan busuk yang dilakukan.

Maka dari itu teman teman sekalian. Jaga persahabatanmu, nikmati waktu bersamanya.

Jangan sampai ikatan persahabatan hancur begitu mudahnya. Hargai kepercayan mereka, jadilah bagian yang saling melengkapi satu sama lain.

Setya Dika Firmansyah (6)

Seorang pemuda yang menolak tua tanpa cerita

Bagikan Yok!

Setya Dika Firmansyah

Seorang pemuda yang menolak tua tanpa cerita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *