• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Makin Cuek

Halooo, hari ini gue gak ambil referensi dari film atau drama. Melainkan langsung dari pengalaman gue aja. Karena kehidupan kan sama kayak drama tuh, penuh konflik hehe.

Seperti judulnya, gue mau ngebahas diri gue yang semakin lama, semakin gak peduli sama pandangan orang lain. Jadi, tahun ini alhamdulillah gue bakal jadi camaba di salah satu universitas negeri di Surabaya.

Agustus ini gue akan melewati masa Orientasi Camaba, doian aja yang terbaik dan lancar, amiin. Oke, balik ke ceritanya. Umur gue masih 18 tahun, tapi jujur gue udah mulai muak harus terus hidup jadi orang lain. Kayak sifat gue tuh gak kayak gini, tapi yang gue tunjukkin berbeda sama sifat asli gue.

Salah satu revolusi tahun ini adalah, berani menjadi diri sendiri. Tahun lalu gue terlalu mengikuti apa kemauan orang lain. Guru-guru gue melihat gue sebagai anak biasa, termasuk golongan tidak populer atau pinter banget. Dan bodohnya gue nurutin itu. Gue males mengasah kemampuan gue, gak mau jadi pusat perhatian, dan selalu menutup diri untuk menonjol.

Gue turuti semua ekspektasi guru dan temen-temen gue. Sampai akhirnya gue sadar, ini kendaraan gue kenapa yang nyetir orang lain terus. Ya, kalau gue memenuhi ekspektasi mereka supaya jadi pribadi lebih baik, tapi yang ada nama gue semakin tidak terdengar.

Akhirnya memasuki dunia perkuliahan ini, gue mau kerja lebih keras lagi dan nunjukkin diri gue yang jauh lebih berani dan tegar. Ya, gue gak tahu akankah berhasil atau enggak. Tapi, gue udah mulai menemukan satu pembuktian.

Gue tampil apa adanya waktu ada di grup kelas. Seperti layaknya diri gue tahun lalu, jarang banget nimbrung grup. Gue gak tahu kenapa, cuma gue gak bisa aja membaur lewat ketikan, gue lebih suka interaksi secara langsung.

BACA JUGA :   Kearifan Tidak Butuh Gelar

Dan udah gue buktiin. Diri gue masih jadi diri gue yang lalu. Gue gak mau memaksa diri gue untuk berubah jadi orang lain. Karena jujur itu capek banget, harus terus nunjukkin hal yang sejujurnya bikin muak.

Ketawa, gak bisa ngomongin hal terdalam, cuma bisa diam dan berusaha jadi orang lain. Gue akan lebih serius dan akan menjadi diri gue yang sebenarnya ketika ada di kelompok yang emang udah bikin gue nyaman.

Intinya sih, gak usah berusaha keras jadi diri sendiri. Kalo lo gak bisa sosialisasi sama orang baru dengan cepet, ya udah itu sifat bawaan lo, ga usah susah-susah ngerubah hal yang malah bikin lo frustasi dan malah salah menilai diri lo sendiri. Stay Health sama mental kalian, jangan forsir diri sendiri okeee. Be yourself, thats not a bad thing.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *