• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Berempat Saling Mendengar Dalam Relationship

ByAidaannisa28

Jul 28, 2021

Dalam sebuah hubungan, entah itu persahabatan, pertemanan, persaudaraan, ataupun percintaan. Pasti, pernah mengalami permasalahan.

Cara menyelesaikannya pun beragam, ada yang dengan emosi, atau kepala dingin. Namun, tidak sedikit ketika sedang dihadapkan suatu permasalahan dalam relationship, respon yang dikeluarkan adalah dengan mendiamkan masalah tersebut.

tidak ada keinginan dari salah satu pihak, untuk bersikap terbuka, dalam persoalan yang sedang dihadapi.

Tidak ada yang namanya saling mengkroscek, memulai untuk meminta maaf terlebih dahulu, dan lebih memilih mempertahankan egonya masing-masing.

Kalau sudah seperti itu, gimana nasib relationship kalian?

Saya punya pengalaman berempati saling mendengar dengan seorang sahabat. Ketika seorang sahabat, merasa kesal dengan saya, karena ketika saya bertemu dengannya, lalu dia mengajak saya ngobrol, tapi saya malah mendengarkannya sambil bermain hp, dan hanya merespon seadanya “Oooh iya, hmm, begitu”. Tanpa, berlama-lama sahabat saya pergi meninggalkan saya ditempat.

Saya cuma diam, melihatnya pergi. Dalam satu sisi, kondisi tubuh saya pada saat itu, sedang lelah sekali, karena abis pulang kerja, dan lalu sahabat langsung datang ke kamar kosan saya, untuk bercerita.

Tapi, otak saya lebih memilih untuk mencari hiburan di media sosial. Setelah dia keluar dari kamar kosan saya. Ada perasaan bersalah di hati saya, akhirnya saya mengetik pesan singkat untuk minta maaf kepada dia.

Respon dia kesal sama saya.

Setiap permasalahan antara kami. Sebisa mungkin kami utarakan secara terbuka, apa saja sikap dari masing-masing yang saya atau dia tidak disukai, sehingga akan ada yang namanya evaluasi dalam relationship tersebut.

Bersikap terbuka ketika menjalin relationship dengan siapapun, adalah hal yang sangat diperlukan sekali. Agar, bisa sama-sama mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki, dari hubungan tersebut. Sehingga akan lebih bisa bersikap dewasa. Tidak seperti anak-anak yang sedang menjalin hubungan. Ketika teman kita salah, kita mendiamkan dia, tidak diberitahu apa kesalahannya, akhirnya jadi uneg-uneg dalam hati, dan orang tersebut, tidak akan tumbuh menjadi orang yang evaluatif. Kalau sudah begitu, apakah sehat hubungan yang kalian tengah jalani?

BACA JUGA :   Generasi Indonesia Emas berbagi dengan Masyarakat Depok

Dari kasus sebelumnya. Bukan hanya sikap terbuka, yang diperlukan, tapi juga sikap saling memahami satu sama lain.

Memahami, kalau yang selalu mendengarkan, bukan berarti tidak ingin didengarkan. Begitupun sebaliknya.

Manusia adalah makhluk sosial, yang mutlak membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Sekuat-kuatnya manusia, pasti juga ada saatnya ia rapuh. Ketika sedang rapuh, yang ia butuhkan adalah sebuah pengertian, dukungan dan penerimaan. Untuk dia bisa cooling down, dan lekas pulih dari emosi dalam dirinya.

Memang tidak mudah, mencoba untuk memahami orang lain, tapi setidaknya coba untuk mendengarkan ceritanya terlebih dahulu, apa yang ingin disampaikan, lalu memberi respon yang menenangkan, bukan yang menyudutkan.

Seperti : “Lo mah, gitu aja lemah banget!”. “ Baru gitu doang, udah nangis lo”, “Ngapain dipikirin masalah sepele gitu, lebay banget”

Terkadang seseorang yang mendengarkan tidak memahami psikis dari yang didengarkan.

tidak mencoba untuk berempati, tidak ikut merasakan apa yang dialami orang tersebut.

“Kalau gue ada diposisi dia, gimana ya?”, “Dia sedih banget kayaknya, dia pasti butuh dukungan”

Itu bentuk berempati sederhana, yang bisa kita lakukan saat mendengarkan seseorang berbicara.

Betapa banyak orang yang stress, depresi, atau bahkan sampai hilang akalnya, karena mereka tidak menemukan orang yang bisa memahami psikisnya, atau ketika curhat tidak mendapatkan respon yang membangun dirinya.

Makanya banyak sekali, orang-orang yang curhat ke psikolog, rela membayar sejumlah uang hanya untuk bisa didengarkan.

Saya pun, ketika sedang dalam keadaan suntuk, atau ada masalah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan diri sendiri, yang artinya membutuhkan respon, atau tanggapan orang lain, untuk bisa memberikan problem solving, atau untuk mengetahui berbagai sudut pandang, yang nantinya bisa dijadikan perbandingan. Pasti, saya akan curhat kepada sahabat, maupun teman.

BACA JUGA :   Awas, Kebiasaan Minum Kopi Dapat Menyebabkan Cepat Gemuk lho!

Begitupun sebaliknya, ketika seorang teman sedang curhat kepada saya, tentang relationship dengan pacarnya. Saya mencoba mendengarkan terlebih dahulu, sebelum saya memberikan respon yang tepat.

Walaupun, saya tidak mempunyai pengalaman dalam hal tersebut. Tapi, saya bisa ikut merasakan perasaan seorang teman, yang tengah jatuh cinta pada pasangannya, dan walaupun pada akhirnya disakiti.

Dalam menanggapi seseorang yang curhat, sebisa mungkin bersikap netral, dan objektif.

Jangan karena teman yang curhat, lalu kita jadi lebih berpihak sama teman kita. Agar teman bisa memperbaiki apa yang seharusnya diperbaiki.

Jangan pernah sungkan, untuk mengucapkan kebenaran, yang dampaknya adalah kebaikan.

Coba untuk mendengarkan dengan baik, apa yang menjadi masalah, diantara kedua belah pihak. Sehingga bisa memberikan problem solving yang tepat untuk keduanya.

Oleh karena itu, berempati saling mendengarkan dalam relationship sangat penting sekali, agar bisa saling memahami satu sama lain.

Coba kamu pikirkan, berapa banyak hubungan yang hancur, karena sebuah keegoisan? Yang membuat tidak adanya sikap saling empati, yang akhirnya seseorang menjadi sakit hati, karena sikap kita.

Apapun itu hubungannya, usahakan selalu menjaga hubungan baik, dengan siapapun. Karena hal-hal yang baik yang kita lakukan pada siapapun, pasti akan kembali pada yang melakukannya.

Prinsip berempati : Jika saya melakukan itu terhadapnya, apakah saya mau jika itu dilakukan terhadap saya?

Coba tanyakan kalimat tersebut, sebelum kamu melakukan hal apapun pada siapapun.

Pasti hidupmu, akan pernuh dengan berempati.

Baca juga : https://imbicom.club/2021/07/27/ketika-orang-tua-ditanya/

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *