• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Ketika Orang Tua Ditanya

ByAidaannisa28

Jul 27, 2021 ,

Setiap pasangan suami-istri yg sudah memiliki anak, pasti disebut sebagai orang tua.

Pada saat itu juga, orang tua memikul tanggung jawab baru dari Rabb-Nya.
Yaitu membesarkan, menjaga, dan mendidik anaknya, agar menjadi anak yg sholeh/sholehah.

Tanggung jawab itu bukan hal yg mudah direalisasikan, karena setiap perbuatan atau perkataan yg di ajarkan oleh orang tua, pada anaknya, akan menjadi cerminan pada karakter anaknya kelak.

Sejak kecil, anak diajarkan oleh berbagai banyak hal, tentang caranya berperilaku kepada orang lain, hingga mengetahui yg dasarnya tdk diketahui.
Hingga dewasa, anak menjadi apa yg diajarkan oleh orang tuanya sejak kecil.

Tumbuh menjadi karakter, dan kebiasaan.

Sedikit cerita, sejak saya kecil. Orang tua saya selalu mengajarkan saya tentang nilai-nilai agama.

Seperti, saat kelas 2 SMP saya masih belum benar-benar memakai hijab. Lalu, Abi saya menegur saya, karena tidak memakai hijab. Lalu, saya diajarkan tentang tanggung jawab seorang wanita, yaitu memakai hijab, dan sejak SD pun orang tua saya juga yang mengajarkan saya cara sholat, dan bacaannya.

Semua ajaran yg orang tua saya ajarkan, merupakan pegangan untuk saya melangkah ke jalan yg Allah Ridhoi.

Bahkan, ketika saya izin untuk ikut bakti sosial selama 2 bulan, dan hanya izin pulang ke rumah 1 kali dalam seminggu.

Orang tua membebaskan pilihan saya dengan rasa percaya. Bahwa saya tidak akan berbuat yg neko-neko ketika berada jauh dari Jangkauannya. Itu pun pula yg menjadi pendasaran bahwasanya kepercayaan itulah yg utama, dan semestinya dijaga.

Di usia yg akan menginjak 20 tahun, saya menjadi teringat bahwasanya orang tua saya pun juga kian menua.

Mereka harus mempunyai masa depan akhirat yg baik. Dengan adanya anak seperti saya.

BACA JUGA :   Chairul Tanjung Bukan Lagi Anak Singkong

Walaupun saya masih jauh dari kata shalehah. Tapi, saya tidak henti-hentinya belajar untuk menjadi anak, sekaligus individu yang lebih baik dari hari kemarin.

Saya tidak ingin, ketika orang tua ditanya oleh Rabb-Nya perihal tanggung jawabnya dalam mendidik anak-anaknya.

Orang tua saya mendapatkan rapot merah dari Rabb-Nya. Naudzubillah himin dzalik.

Saya ingin orang tua saya bangga dengan rapotnya kelak, dalam mendidik anak-anaknya, mereka berhasil.

bukankah, itu merupakan kado terbaik yang bisa kita berikan untuk orang tua kita kelak?

Karena, bisa memberikan masa depan yang terbaik untuk orang tua kelak, adalah sebuah kebanggaan bagi diri sendiri.

Oleh karena itu, yuk kita sama-sama belajar menjadi anak yang sholeh, dan sholehah. Jika, ada kesalahan di masa lalu, jangan pernah melakukan kesalahan yang sama lagi.

Terkadang orang tua tidak ingin menunjukkan kesedihannya terhadap anaknya. Ia lebih memilih untuk mendoakan anaknya, agar dijauhkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.

Jadi, mari kita semua yang membaca tulisan ini pasti memiliki orang tua. Entah orang tuanya yang masih hidup, atau yang sudah meninggal dunia. Yuk, kita sama-sama berbenah diri. Untuk dapat memberikan kado terbaik untuk orang tua kita kelak.

Ketika Orang tua sudah meninggal, tidak ada yang paling diharapkan, kecuali doa, amalan jariyah, dan juga keselamatan. Mereka sudah tidak bisa mengusahakan kebajikan dalam bentuk apapun. Hanya anak yang diharapkan bisa memberatkan amalan kebaikan bagi orang tuanya kelak.

Yang Insya Allah kelak, bisa menjadi penyelamat untuk orang tua bisa masuk ke Surga-Nya.

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim).

BACA JUGA :   Pisang Ijo Makassar Itu Berasal dari Jawa

Baca juga : https://imbicom.club/2021/07/24/adaptasi-di-tengah-keterbatasan-diri/

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

One thought on “Ketika Orang Tua Ditanya”
  1. Menarik nih. Nggak banyak anak yang memiliki pemikiran seperti ini. Banyak yang luput memikirkan bagaimana kelak saat orang tua kita dimintai tanggung jawab akan buah hatinya. Entah nggak tahu atau pura-pura nggak paham.

    Semoga ini bisa jadi catatan pengingat diri bahwa kita juga kudu memberikan balasan yang terbaik untuk orang tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *