• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Arti Sebuah Pengorbanan 3 (Kekasih Untuk Adik)

Naya hidup bersama Lia, adiknya. Naya memutuskan untuk berhenti kuliah dan bekerja sebagai pembantu di rumah Andika. Rumah yang begitu besar dan mewah. Ada kolam renang di bagian belakang rumahnya. Lia sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan Naya. Sampai-sampai, Lia jarang tidur tepat waktu untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Lia juga mempertahankan prestasinya sebagai pemilik peringkat pertama semasa sekolah. Suatu hari, Naya merasa lelah. Dia beristirahat sebentar saat membersihkan kolam renang itu. Eh, malah Andika mengerjainya dengan menepuk punggung Naya. Hampir saja, Naya masuk ke dalam kolam renang. Kalau tidak ditangkap Andika, pasti Naya bisa celaka. Lagian, ada-ada sih kelakuan Andika.

“Aduh, den. Saya kalau jatuh bagaimana?” tanya Naya. Matanya menyeriangi Andika.

“Kan, aku hanya bercanda. Tenang saja. Aku pasti akan membantumu untuk kembali ke darat. Aku tidak akan membiarkan kamu tenggelam, wahai Naya yang sok membuat takut diriku. Hahaha ….”

“Aduh, Den. Berbicara panjang lebar kok ujungnya nyebelin. Sini! Biar aku cubit, Den.” Naya mempersiapkan jari kedua tangannya untuk mencubit Andika.

Mereka berlari-larian, kejar-kejaran sampai kurang bisa mengatur napas. Akhirnya, Naya dan Andika beristirahat di tepi kolam renang. Tiba-tiba, Andika nyeletuk, “Naya, mau nggak aku ajarin berenang? Aku mau supaya kamu bisa berenang dan mengajari Lia berenang.”

“Memang untuk apa saya berenang, Den?” tanya Naya. “Toh, saya hanya seorang pembantu. Rumah kecil yang saya tinggali pun adalah milik nenek yang telah meningga” Naya jadi mengeluh pada Andika.

“Ya, siapa tahu kamu bisa mengikuti lomba berenang dan memenangkannya. Sehingga kamu bisa membiayai study Lia lebih lama lagi. Mumpung sekarang Lia baru kelas sebelas, kan?” saran Andika. Dia membuat Naya berpikir sejenak.

BACA JUGA :   Cerpen Penyesalanku Kenanganku

“Iya juga, Den.” Naya menjawab Andika dengan tangannya digunakan untuk memangku dagunya. “Aku mau supaya Lia bisa kuliah minimal S1.”

“Nah. Itu yang aku kuharapkan juga. Kamu semangat, Naya. Pasti kamu bisa.”

Andika pun mulai mengajari Naya berenang. Dia dengan hati-hati memimpin Naya menggerakkan tangan dan kakinya. Naya yang memakai pelampung, masih saja takut tenggelam. Andika sampai hampir menyuruh Naya menyerah. Berhari-hari kemudian, Naya akhirnya bisa berenang. Karena kedekatan saat belajar berenang, Andika jadi jatuh cinta pada Naya. Sesuai saran Andika, Naya mengajari Lia berenang di kolam renang dekat rumah mereka. Tentu saja, yang membiayai setiap kunjungan kolam renang adalah Naya.

***

Suatu hari, Lia mengikuti lomba renang. Kebetulan yang menjadi juri adalah Andika. Andika yang mendengar cerita tentang Lia dari Naya itu bertemu dengan Lia untuk pertama kalinya. Setelah lomba tahap pertama, Andika mendatangi Lia dan mengajaknya kenalan. Sayang banget, Lia jadi salah paham. Dia pikir kalau Andika menyukainya. Lia jadi suka membuat bolu kukus, makanan kesukaan Andika untuk dititipkan kepada Naya. Toh, Naya tidak tahu kalau sebenarnya Andika menyukainya bukan Lia. Lia juga tahu makanan kesukaan Andika dari Naya. Memang, sih. Naya merasa panas hati saat Lia berusaha dekat dengan Andika.

***

Berbulan-bulan kemudian, barulah diketahui kalau Andika menyukai Naya. Naya malah meminta tolong kepada Andika agar dia mau belajar mencintai Lia. Naya juga mengenalkan seorang pria yang merupakan sahabatnya sebagai kekasih. Andika yang cemburu memutuskan untuk pindah ke lain hati, yaitu Lia. Dalam batin, memang Naya patah hati. Namun, dia merasa kalau itu adalah hal yang jauh lebih baik. Naya memutuskan untuk pindah kerja, agar dia tidak mengganggu hubungan Andika dengan Lia.

BACA JUGA :   Sepotong Elegi Tipis Bab 9 Kesalahan Yang Tak Pernah Ku Sesali Keberadaannya

***

astipravitasari (5)

Penulis sejak tahun 2014. Suka akan hal baru di Internet. Suka tidur siang. Suka mengurung diri di kamar untuk mencari inspirasi menulis dengan riset di Internet.

Bagikan Yok!

astipravitasari

Penulis sejak tahun 2014. Suka akan hal baru di Internet. Suka tidur siang. Suka mengurung diri di kamar untuk mencari inspirasi menulis dengan riset di Internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *