• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

“Episode 2” Laki-Laki Manis Berpeci Hitam

Episode 2
Seberkas Sinar dari Ufuk Timur…

Seperti biasanya fajar menyambutku dengan riang, burung-burung berkicau menari menyambut embun pagi yang begitu segar. Aku dengan motor Supra pemberian dari guru ngajiku berangkat kuliah di sebuah Universitas ternama di Surabaya. Sebenarnya diriku berangkat dengan pikiran kacau bagai musim panas yang tersambar petir. Tapi aku tetap berangkat menimba ilmu dengan harapan bisa membahagiakan orang tua. Namun, aku juga bingung dari mana aku mendapat uang untuk membayar hutang-hutang orang tuaku kepada pak Sumanto. Terlintas sejenak aku berpikir apakah aku harus s menerima lamaran dari putra bungsu Pak Sumanto ?.
Dengan pikiran yang tak karuan akhirnya aku membuka les privat untuk pelajar-pelajar di Kota Surabaya, aku juga mengajar disalah satu SMP swasta di Surabaya.
Saat ini aku menempati kost di salah satu sudut kota di daerah Ngagel, setiap paginya sebelum berangkat aku selalu melihat ke ufuk timur betapa indah cahaya mentari itu. Melihatnya membuatku menemukan kembali semangat untuk bangkit. Aku tetap berusaha keras bagaimana dalam waktu seminggu ini aku bisa mengumpulkan uang untuk melunasi hutang orang tuaku.

Seberkas Cahaya dari Ufuk Timur …
Hey semesta aku butuh masa depan !
Kenapa kau tak tampakkan sebuah keindahan di masa mendatang
Kenapa kau hanya menghadirkan kenangan pahit yang petang
Jika aku tampak menyedihkan bolehkah aku meminta sebuah permohonan ?
Katanya rasa terdzolimi akan menumbuhkan sebuah rasa iba ?
ini dimulai dari sebuah perjalananku
yang awalnya orang disekitarku tampak tak menginginkanku
Adakah disana, disebuah kerumunan muncul sebuah cahaya ?
Rasanya aku tak berdaya
Tiada yang menginginkanku
Bisakah kepahitan masa laluku terganti dengan sebuah kebahagiaan ?
Hati ini menjerit
Merasakan siksaan batin yang hebat
Aku memang rapuh , tapi aku tetap berjalan
Berharap menemukan sebuah masa depan yang bahagia
Waktu itu aku menemukan sebuah jalan yang begitu gelap
Aku tetap saja berjalan
Iya begitu gelap, sebenernya aku takut
Tapi diriku gengsi untuk mengatakannya
Perlahan aku tetap berjalan dengan sebuah rasa yang tidak berdaya
Tetapi aku melihat ke arah timur Seberkas Cahaya
Cahaya apa itu ?
Aku bergegas berlari namun itu sangatlah jauh
Sebenarnya cahaya apa itu ?
Aku tetap berjalan tetapi cahaya itu seolah olah hanya fatamorgana
Tetap aku berjalan dengan lelah
Bahkan kakiku berdarah
Tetapi tepat didepanku ada sebuah jurang curam sekali
Ternyata cahaya Itu muncul dari pantulan semesta yang ada dalam jurang
Akhirnya aku menemukannya
Untuk kesana aku harus lebih ekstra kuat
Karna tidak mudah
Dengan berlumuran darah
Ternyata aku menemukannya
Dia hanyalah Cahaya yang aku kejar ke arah timur
Dia memang hanyalah sebuah pantulan
Namun kenapa aku lega menemukannya ?
Ternyata aku paham ?
Sebuah masa depan memang terlihat fatamorgana
Namun jika kita ikhlas disitu ada sebuah cahaya yang disebut dengan “IKHLAS”

Masih dua hari ada di kost, akhirnya les privatku mulai diminati mulai dari pelajar SD sampai dengan pelajar SMA. Setiap magrib aku mengajar privat dengan tarif yang sangat terjangkau dan pastinya tidak memberatkan. Begitu senang hati ini jika aku bisa menghasilkan uang sembari menjalani kuliah setiap harinya. Mungkin ini adalah salah satu jawaban dari doa – doa yang aku langitkan. Aku percaya pasti Tuhan telah menciptakan sebuah pelangi setelah lama hujan badai. Intinya aku harus menunggu dengan sabar dan ikhlas.

Bagikan Yok!
One thought on ““Episode 2” Laki-Laki Manis Berpeci Hitam”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *