• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Arti Sebuah Pengorbanan 2 (Dari Penggemar)

Byastipravitasari

Jul 26, 2021

Andara adalah seorang penggemar seorang aktor tampan yang berasal dari Jawa. Nama aktor itu adalah Sumarno. Memang, nama aktor itu tidak sepektakuler dari para pendahulunya. Namun, aktor berkulit cokelat dan berbola mata hitam itu sudah mendapatkan hasil lumayan banyak dari aktingnya di FTV dan Film yang bejibun. Andara, gadis berbola mata cokelat itu merupakan orang yang berasal dari Jawa juga. Konon, Andara adalah tetangga Sumarno. Dia juga yang mengupload video akting Sumarno ke Instagram. Sehingga, pihak produser sebuah Rumah Produksi terkenal di kota datang ke rumahnya dan mengajak Sumarno masuk dunia akting di Rumah Produksi miliknya itu.

Mungkin, Sumarno lupa pada Andara. Apalagi, pekerjaan Andara hanyalah pembantu umum di tempat dia menajdi seorang aktor. Andara hanya bisa sesekali menengok Sumarno berakting. Dia mengagumi kepiawaian dan ketampanan Sumarno saat berakting. Hari itu, Sumarno berperan sebagai Jaka dalam FTV yang berjudul Cafe Kembang Goyang Penuh Cinta. Sebuah FTV komedi romantis baru. Di lokasi shooting, Andara membuatkan kopi buat semua aktor, artis dan kru. Terkhusus untuk Sumarno, dia memberikan kopi sambil menutup mukanya dengan masker. Ya. Sejak pertama menjadi pembantu umum, Andara memakai masker ketika menyampaikan kopi buat Sumarno.

“Aku tidak mau mengganggu karir yang telah dirintis Sumarno selama beberapa tahun,” pikir Andara dalam hati. Dia takut kalau menunjukkan jati diri, Sumarno akan berhenti menjadi aktor.

Andara kembali tersenyum ketika melihat adegan tokoh Jaka menolong tokoh Naira yang diculik penjahat. Memang, sih. Di situ tidak ada adegan lucunya. Namun, Andara teringat akan adegan lucu yang dimainkan oleh Sumarno sewaktu dia merekam akting Sumarno.

BACA JUGA :   Dewan Kota Soroti Data Penerima Bantuan Kesejahteraan Sosial

“Ah. Seandainya Sumarno masih ingat aku. Juga, aku bisa mengobrol dengannya. Pasti, aku akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Tetapi sayang, aku tidak berani.” Andara tipa-tiba menangis. Jiwanya meronta. Ingin sekali rasanya ikut berakting bersama Sumarno. Namun, apa daya. Dia merasa tidak layak untuk mendapatkan semuanya.

Oh, ya. Di hadapan Sumarno, Andara memperkenalkan diri sebagai Delima. Buah impian yang sampai saat itu belum dia makan. Suatu hari, Sumarno mau merayakan ulang tahun. Sumarno mengundang semua pemain dan kru Rumah Produksi, tempatnya bekerja.

“Delima, kamu juga jangan lupa ikut ke rumahku, ya. Oh iya, jangan lupa lepas masker ya. Soalnya, tema perayaan ulang tahunku nanti adalah Pesona Cantik dan Tampan. Aku yakin, kamu juga cantik. Hehe ….”

“Si—siap, Mas Sumarno. Saya akan datang.” Andara yang merubah nama menjadi Delima itu gugup saat menjawab pernyataan Sumarno. Tangannya penuh keringat dingin.

“Lho kok, kamu malah jadi kayak melihat hantu saja, sih?” tanya Sumarno membuat Andara semakin gugup.

***

“Aku harus membuat kue kesukaan Sumarno. Aku yakin, dia suka sama kue buatanku. Seperti waktu kami remaja dan membuat kue ini bersama-sama.”

Andara memulai membuat kue kembang goyang. Kue kering yang bentuknya seperti kembang atau bunga. Step demi step dilakukan oleh Andara. Andara pun selesai membuat kue tersebut. Dikayuhnya sepedanya untuk pergi ke rumah Sumarno yang cukup jauh dari rumahnya. Namun sayang, di tengah perjalanan Andara mengalami kecelakaan. Andara luka parah, tetapi kue kembang goyangnya terpental ke rumput. Sehingga, kue kembang goyangnya tidak rusak. Sumarno ditelepon oleh pihak kepolisian menggunakan nomor telepon Andara. Akhirnya, Sumarno tahu kalau selama ini, Delima adalah Andara. Tetangga sekaligus sahabatnya. Sumarno menangis dan langsung pergi ke rumah sakit.

BACA JUGA :   Virus Corona

Saat Sumarno menemui Andara. Andara berkata kepada Sumarno, “Sumarno, tenang ya. Kue kembang goyang dari aku, penggembarmu tidak hancur. Lihat! Itu ada di meja.” Tangan lemah Andara menunujuk ke meja. Lalu, dia mengembuskan napas terakhirnya.

***

astipravitasari (5)

Penulis sejak tahun 2014. Suka akan hal baru di Internet. Suka tidur siang. Suka mengurung diri di kamar untuk mencari inspirasi menulis dengan riset di Internet.

Bagikan Yok!

astipravitasari

Penulis sejak tahun 2014. Suka akan hal baru di Internet. Suka tidur siang. Suka mengurung diri di kamar untuk mencari inspirasi menulis dengan riset di Internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *