• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Memang Sudah Takdirnya Dia Bukan Untukku

Waktu itu aku sempat mempelajari waktu Waktu kapan saja doa doa akan lebih mudah terkabulkan
Aku bergumam, menyebut serta mengalirkan doa di sepertiga malam
Menitipkan satu nama diantara sesaknya beribu nama yang siap dicatat malaikat
Sempat maupun tidak sempat tak pernah aku melewatkannya
Hingga menyadari pada suatu saat
Doa yang ku pinta tidak seperti doa yang kulambungkan setiap malam itu
Masih tetap aku bergumam,menyebut serta mengalirkan doa di sepertiga malam
Tapi,masih saja tidak seperti harapan
Dan kini aku paham
Karena jauh diatas sana,namamu bukan ditulis untukku
Juga namaku juga bukan ditulis untukmu
Takdir terkadang suka begitu

“Ini masih sebuah tulisan,masih bisa husnudhon kan supaya takdir mengerti akan keadaan?”

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Melestarikan Tradisi Sedekah Bumi di Tengah Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *