• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

5 CARA MEMPERKUAT OTAK ANAK AGAR DAPAT MENGENDALIKAN EMOSINYA DENGAN BAIK

ByNUR SAIDAH

Jul 25, 2021

Kita sebagai orangtua tentunya menginginkan anak kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Begitu juga dengan masalah emosionalnya, anak akan terus mengalami perkembangan pada masa-masa usia emasnya, yaitu pada usia 0-5 tahun pertama. Karena pada usia segitulah anak mengalami tumbuh dan kembang yang sangat baik. Sehingga, jika orangtua menginginkan anaknya dapat tumbuh dan kembang dengan baik, maka orangtua juga harus mengajarkannya hal-hal yang baik. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa cara untuk memperkuat otak dalam membantu anak dalam mengendalikan emosinya, yaitu:

  1. Jangan Takut Menetapkan Batas

Anak-anak itu, kata Victoria, membutuhkan batasan agar tumbuh bahagia dan sehat. Kita bisa membuatkan jadwal waktu makan, waktu tidur, atau waktu berteknologi.

Memang, menjadi orang tua itu pekerjaan yang sulit. Victoria menyarankan orang tua harus kreatif agar anak-anak mau melakukan apa yang baik bagi mereka. Anak-anak juga butuh sarapan dan makanan bergizi.

Mereka perlu menghabiskan waktu di luar dan tidur pada waktu yang konsisten agar dapat datang ke sekolah untuk belajar di hari berikutnya.

  1. Batasi Teknologi dan Tingkatkan Hubungan Emosional

Coba deh, Bun, kita batasi akses gadget anak. Saya mulai mencobanya juga nih, dengan hanya mengizinkan si kecil menonton televisi di hari libur. Nah, screen time-nya saya ganti dengan beraktivitas dengannya.

Akhirnya kami bisa lebih banyak bermain, meskipun itu cuma main perang bantal ataupun bermain peran. Selain itu anak bisa lebih ikut terlibat dalam pekerjaan rumah. Misalnya nih, saya mengajak anak untuk memasak agar aktivitasnya beragam. Percaya deh, Bun, kalau anak punya banyak kegiatan yang seru, mereka nggak akan ‘mendewakan’ gadget.

  1. Biarkan Anak Menunggu Sambil Beraktivitas
BACA JUGA :   Catatan Hati Seorang Ibu

Kalau anak anak bosan karena menunggu, jangan langsung memberi ponsel Bun. Entah itu di rumah, mobil, atau restoran. Sebagai gantinya, kita bisa mengajarkan anak-anak menunggu sambil mengobrol atau diskusi dan bermain.

Membuat anak menunggu itu tak apa-apa, karena ini langkah awal menuju kreativitas. Secara bertahap tingkatkan waktu tunggu antara ‘Saya ingin’ dan ‘Saya mendapatkan’.

  1. Ajari Anak Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Melibatkan anak dalam berbagai pekerjaan rumah tangga bisa jadi sesuatu yang kita andalkan agar kegiatan anak tidak monoton. Ya, pekerjaan rumah tangga kan banyak ya. Anak bisa menyiram tanaman sambil bermain air. Anak juga bisa melipat cucian, merapikan mainan, menaruh barang belanjaan di tempatnya, mengatur meja makan, menyiapkan makan siang, merapikan tempat tidur, dan banyak lagi lainnya.

  1. Ajarkan Keterampilan Sosial

Mengajarkan keterampilan sosial banyak caranya, Bun. Misalnya meminta anak mengambil, berbagi, belajar dari kalah atau menang, berkompromi, memuji orang lain, serta menggunakan kata ‘tolong dan terima kasih’

NUR SAIDAH (4)

Musafir yang fakir akan ilmu. Sehingga mengembara ke ranah rantau adalah salah satu cara untuk mendapatkan ilmu. Sehat selalu orang-orang baik. Semoga Allah selalu memberkahi mu. (Mahasiswi Akhir, Jurusan Bimbingan dan Konseling)

Bagikan Yok!

NUR SAIDAH

Musafir yang fakir akan ilmu. Sehingga mengembara ke ranah rantau adalah salah satu cara untuk mendapatkan ilmu. Sehat selalu orang-orang baik. Semoga Allah selalu memberkahi mu. (Mahasiswi Akhir, Jurusan Bimbingan dan Konseling)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *