• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

UAS Sebuah Formalitas atau Penentu Kualitas

BySetya Dika Firmansyah

Jul 24, 2021

Sebagian besar mahasiswa dibernagai Univ kini sedang menghadapi Ujian Akhir Semester. Banyak dari mereka menyetop berbagai kegiatan demi memaksimalkan UAS.

Mungkin hal ini dikarenakan konon UAS lah yang paling berpengaruh di nilai.
Uas sering disalah artikan sebagai cerminan keberhasilan pembelajaran. Sebagian besar bapak ibu dosen beranggapan tugas akhir yang dikumpulkan mempunyai indeks cukup memuaskan. Berarti para mahasiswa berhasil menangkap materi dengan baik.

Padahal banyak dari mahasiswa yang malah menjiplak tugas tugasnya hanya karena ingin mendapatkan nilai yang bagus. Tetapi dalam setiap materi yang disampaikan dia bahkan belum sepenuhnya paham

Tugas Akhir bukanlah cerminan keberhasilan

Mungkin bukan lagi rahasia umum dikalangan mahasiswa tentang metode jiplak dalam pengerjaan tugas. Tak terkecuali juga bisa kita temukan di berbaga tugas akhir semeater mereka.

Rata rata mereka melakukan praktik seperti itu dikarenakan pendewaan pada nilai. Mereka ingin hasil ynag instan dan memuaskan.

Mungkin tidak sepenuhnya salah, dikarenakn sistem yang ada mewajibkan kita untuk mendapatkan nilai yang diinginkan. Sebagai bekal bisa melangkah ke semester selanjutnya.

Ketakutan akan mengulang matkul jika nilai yang ada kurang menjadi momok teraendiri di kalangan mahasiswa.

Menghargai Proses

Padahal ada yang lebih penting dari itu, yaitu proses dalam mencapai tujuan pembelajaran. Setiap stake holder harusnya bersatu untuk mengubah budaya negri ini yang selalu ingin instan.

Maksimalkan setiap proses pembelajaran, kreatifitas yang perlu diutamakan. Ujian akhir jangan jadikan patokan melainkan proses yang harus diutamkan.

UAS yang hari ini dianalogikan sebagai batu loncatan untuk penilaian hendaknya bisa dikaji ulang.

Tentang penyama rataan proses pembelajaran. Mahasiswa, Dosen hingga pemangku birokrasi akademik sudah waktunya berkolaborasi menciptakan sistem yang lebih baik.

BACA JUGA :   Mengingat Yang Kuasa

Lalu apakah UAS itu penting?. Menurut saya kita kembalikan lagi tujuan awal pembelajaran. Bukankah Tujuan pembelajaran adalah membuat para pelajar yang awalnya belum tahu menjadi tahu sesuatu.

Maka dari itu pentinganya suatu proses dalam belajar ketimbang meberikan tugas akhir yang hanya akan membebani mereka.

Setya Dika Firmansyah (6)

Seorang pemuda yang menolak tua tanpa cerita

Bagikan Yok!

Setya Dika Firmansyah

Seorang pemuda yang menolak tua tanpa cerita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *