• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Baca Ini : Ketika Kamu Sedang Down

ByAidaannisa28

Jul 24, 2021

Dalam perjalanan kehidupan, pasti kerap kali ada saatnya kita terjatuh, tersungkur, sampai merasa sama sekali tidak berdaya. Entah itu, karena tujuan yang tidak tercapai, kehilangan seseorang, mengetahui kabar buruk, atau karena hal lainnya.

Karena, penyebab itu. Rasanya diri ini lemah sekali, dan berpikir tidak sanggup untuk melanjutkan hidup lagi.

Ketika kamu berpikir hal semacam itu. Setan-setan membisikkan segala pikiran negatif, saat kamu merasa down. Terlelap dalam emosi negatif, membutakan akal pikiran yang semestinya digunakan.

Emosi negatif yang muncul saat kamu merasa down. Marah, Benci, Sedih, Kecewa. Itu semua wajar, kamu rasakan. Namun, hal yang wajar, akan menjadi tidak wajar, apabila diporsikan dalam ukuran yang berlebihan.

Kita semua manusia. Sangat alami sekali, jika dalam menjalani hidup, ditimpa musibah, ujian, dan cobaan. Yang membuat kita merasa, dunia tidak adil, menjadi orang yang tidak berarti, bahkan rasanya lebih baik mati.

Percayalah, ketika kamu merasa hidupmu tidak berarti. Sejatinya hidup kamu sangat berarti, karena hembusan nafasmu yang sekarang, adalah yang sangat diharapkan dari orang yang telah mati.

Mereka ingin hidup kembali, mengulang semuanya kembali, memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan semasa di dunia. Tapi, mereka tidak kuasa untuk kembali.

Kesempatannya sudah habis…

Teruntuk kamu…

Yang saat ini sedang merasa down, aku tau keadaan sekarang memang sedang tidak mudah. Aku pun juga pernah merasakannya. Pengalaman terakhirku di bulan Februari 2021.

Ketika merasa down, aku tidak berhenti menangis selama satu minggu, ketika mengingat hal itu selalu menangis kembali, selama satu bulan aku kehilangan minatku, enggan untuk melakukan hal apapun, tidak ada hasrat kembali untuk melanjutkan hidup. Rasanya ingin sekali mengakhiri semuanya.

BACA JUGA :   Adaptasi Di Tengah Keterbatasan Diri

Setelah satu bulan lebih seperti itu, aku merasa bosan dengan keadaan ku. Aku butuh orang-orang yang bisa membuatku sadar bahwa “Aku tidak sendirian” menghadapi ujian ini.

Aku berusaha untuk mencari solusi atas permasalahan yang sedang aku hadapi.

Aku mulai bercerita dengan seorang sahabat ku, dan juga Psikolog.

Curhat ke tempat yang tepat, akan memberikan solusi yang tepat. Kala itu, mental ku benar-benar terganggu, aku tidak bisa merasakan perasaan apapun. Semua perasaan sedih, senang, marah, kecewa, semuanya terasa begitu hambar.

Aku merasa ini bukan hal yang bisa diwajari. Jadi, aku segera mencari solusi dari semua hal yang menggangu kehidupanku.

Saat merasa down, aku lebih mendekatkan diri ke penciptaku. Aku berpuasa sesering mungkin, dan membaca Al-Quran, untuk menenangkan hati.

Berpuasa bukan hanya sekedar untuk menahan lapar, dan haus. Tapi, juga menahan diri dari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri.

Aku juga berusaha untuk menumbuhkan kembali minatku, melanjutkan kembali apa yang sempat terhenti, yaitu menulis, dan mencari arti. Bagaimana pun hidup harus tetap berjalan, kan?

Seiring berjalannya waktu, keadaan mental ku sudah mulai membaik. Aku sudah bisa merasakan senang, kasih sayang, sedih, dan perasaan lainnya. Aku mulai melanjutkan hidupku, seperti sedia kala.

Meskipun prosesnya begitu menyakitkan, tapi hasil akhirnya kita akan kembali merasakan kebahagiaan. Itu buah dari kesabaran.

Aku belajar banyak, dari pengalaman hidup kemarin. Ternyata aku bisa melewati ujian ini, aku lebih mengenal diriku sendiri, lebih mencintai diriku sendiri, mengingat kembali tujuan, juga impianku, dan aku menjadi lebih tangguh dari sebelumnya. My level build up!

Analogi proses pemulihan itu, seperti kamu sedang sakit, lalu mau tidak mau kamu harus memakan obat yang sangat pahit rasanya, tapi obat itu adalah satu-satunya obat yang dapat menyembuhkanmu. Kamu harus bangkit!

BACA JUGA :   Mulai Rapuh

Terkadang dalam hidup, karena pengalaman yang kurang, ekspetasi dari target yang tidak realistis, dan mental yang tidak siap menerima kenyataan yang pahit. Itu adalah penyebab yang paling sering, membuat manusia menjadi down.

Oleh karena itu, bersyukurlah jika kamu pernah, atau sedang merasakan hal-hal yang pahit. Karena, itu adalah bekal, sekaligus perisai untuk kamu menghadapi tantangan selanjutnya.

Kamu pernah mendengar, atau melihat kalimat ini?

“Sungguh, keimanan itu akan di uji. Dengan sedikit kekurangan terhadap harta, kelebihan akan harta, pasangan, anak, keluarga, harga diri, kenikmatan, dan kenyamanan.”

Makna dari kalimat tersebut, yaitu hanya orang-orang yang ingin dinaikkan levelnya oleh Tuhan, mereka yang akan diberi ujian. It means, kamu beruntung mendapatkan ujian itu.

Allah percaya kamu adalah orang yang tepat untuk diberikan ujian itu, dan Allah yakin kamu mampu melewatinya. Itu juga diterangkan dalam Qs, Al-Baqarah ayat : 286, yaitu Allah tidak akan menguji hamba-Nya, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Dari hal-hal itu, ketika kamu merasa down. Never give up, dan hopeless.

Jangan pernah menyerah, dan putus asa. Tapi, jadikanlah ujian itu sebagai sarana diri untuk meningkatkan kualitas iman, dan kualitas diri yang lebih baik lagi.

Cara Tuhan dalam mendewasakan hamba-Nya, itu bervariasi. Masing-masing dari kita akan diberikan ujian yang berbeda-beda. Semakin dalam ujiannya, semakin banyak pula pembelajarannya.

Kamu mengalaminya, karena kamu membutuhkan itu.

*(Setiap penderitaan hidup yang kau rasakan, sesungguhnya hanya terbatas pada pikiran. Ia hanyalah persepsi pikiran yang tidak bisa memahami tujuan positif dari sebuah pengalaman hidup.

Saat pikiranmu memahami, dan bisa menerima bahwa penderitaan itu adalah kebutuhan jiwa yang berhasil kau dapatkan di kehidupan ini, ia akan berubah menjadi kebahagiaan.

BACA JUGA :   Tertawa Di Atas Penderitaan

Bebaskanlah dirimu sendiri, dengan membebaskan pikiranmu dari cara pandang yang menderitakan.

Untuk setiap penderitaan yang kini kau alami di kehidupanmu, janganlah merasa sendirian, dan takut. Sebab sesungguhnya, Aku selalu bersamamu dalam menjalani penderitaan yang kau alami. Aku diam memperhatikanmu selama proses pemahaman penderitaan itu. Aku mendengar setiap doa dan kepedihanmu.

Tapi hamba-Ku, dalam kuasa-Ku yang tak terbatas. Aku mesti membatasi diri-Ku. Tidak setiap penderitaanmu harus kulenyapkan, karena bukan untuk itu aku mendampingimu. Saat kau paham makna penderitaanmu sebagai bagian dari pemurnian jiwa, saat itulah kebahagiaan akan kuberikan padamu. Pemahaman akan makna penderitaan adalah kunci bagimu untuk mencapai kebahagiaan jiwa.)* -Kalimat dari buku “Saat Semesta Berbicara”.

Semoga dari tulisan ini, bisa memberikan semangat, energi baru, dan paradigma (Cara pandang) yang baru dalam memahami sebuah ujian kehidupan. Teruslah melangkah, tidak peduli seberat apapun pijakan yang kau raih, karena semesta menginginkanmu menang, menghadapi ujian dari Illahi.

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *