• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Gerakan Mahasiswa : Tak Bisa Tinggal Diam Melihat Ke Tidak Adilan

BySetya Dika Firmansyah

Jul 24, 2021

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!
Kalian termasuk yang asing atau tidak dengan penggalan puisi tersebut?
Penggalan puisi tersebut diambil dari bait terakhir puisi berjudul “peringatan” karya Wiji Tukhul. Seorang aktifis yang juga pembela HAM di masa orde baru. Yang sampai sekarang masih belum jelas dimana rimbanya sekarang.
Beberapa hari lalu banyak aksi aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Menyikapi berbagai isu di negeri ini. Mulai dari merosotnya moral pejabat hingga ketimpanhan kesejahteraan rakyat.
Hal ini menunjukan kembalinya marwah mahasiswa. Dimana mereka lahir dan ditakdirkan sebagai agent of change. Bukan hanya rebahan duduk diam melihat ketidak adilan.

Mahasiswa Bersuara

Masih hangat di benak kita, ketika kemarin di Alun alun kudus Para Mahasiswa turun ke jalan untuk bersuara. Menyikapi berbagai isu di dunia pendidikan.
Ketika dunia yang menjadi pedang kemajuan bangsa ini, justru didera berbagai masalah. Mulai dari isu pelecehan seksual sampai ketidak pastian sistem pendidikan.
Bersuara membela kaum tertindas dan rakyat menjadi sebuah keharusan. Dengan penuh keyakinan kita sampaikan berbagai tuntutan.
Bergerak menjadi sebuah kewajiban. Dengan instruksi lantang dan yakin kita akan raih kemenangan.
Barangkali memang sudah fitrahnya, gerakan-gerakan perubahan banyak yang dimulai dari kaum muda. Dimulai dari zaman kebangkitan nasional hingga sekarang, mahasiswa masih menjadi aktor penting.
Terbentuknya budi oetomo sebagai awal organisasi nasionalis di negri ini menjadi peletuk terciptanya kemerdekaan.
Menduduki gedung wakil rakyat di tahun 1998. Sebagai gerakan perubahan revolusi negeri ini.
Tahun kemarin gerakan gejayan memanggil, semarang bergerak, surabaya menuntut menjadi bentuk perlawanan para mahasiswa.
Mereka bergerak karena tidak mau ibu pertiwi terus menangis karena tikus tikus birokrat yang tak pecus mengelola negara.
Tren tren perlawanan mahasiswa pasca kemerdekaan bukanlah melawan negara. Melainkan melawan ketidakadilan dimanapun dan kapanpun keadilan itu hadir.
Pada hari ini ada issu yang tengah ramai di benak masyarakat. Ya benar tentang perpanjangan PPKM oleh pemerintah.
Pro kontra terus bermunculan dari berbagai elemen masyarakat. Tak terkecuali para mahasiwa.
Hari ini banyak berlangsung aksi demonstrasi di berbagai daerah di indonesia. Mulai dari ributnya para pedagang kecil hingga resahnya para pelaku pariwisata.
PPKM yang dianggap sebagian besar masyarakat merugikan beberapa sektor ekonomi khususnya pengusaha umkm dan pedagang kecil lainya.
Sikap representatif dari aparat yang ditugaskan untuk menertibkan pun tak kalah bringas. Mereka beraksi seakan akan merekalah yang terkuat disini.
Mereka menuntut untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut, agar masyarakat bisa kembali memutar roda kehidupan.
Agar tak ada lagi anak anak yang merengek untuk sekedar kelaparan. Agar para pengusaha bisa tersenyum optimis menjalankan usaha mereka dengan tenang.
Tentunya harus dibarengi dengan kerjasama dengan setiap stakeholder yang ada, dan semoga pandemi ini bisa berakhir dan teratasi.
Hal ini membuktikan bahwa masa depan negeri ini tidaklah berada di tangan anak muda. Tetapi masa sekaranglah nasib negeri ini ada di tangan para pemuda.
Jika idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimilik oleh pemuda, maka akan kamu warnai dengan apa masa mudamu sebagai mahasiswa?
Kepalkanlah tanganmu kawan, gaungkanlah gawaimu, ambilah megaphonmu, lantangkan suaramu. Ingatlah rakayat lebih percaya padamu, daripada orang orang yang katanya wakil mereka. Tumbuh subur pergerakan Tumbuh subur Perjuanagan.

Setya Dika Firmansyah (6)

Seorang pemuda yang menolak tua tanpa cerita

BACA JUGA :   Sekian
Bagikan Yok!

Setya Dika Firmansyah

Seorang pemuda yang menolak tua tanpa cerita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *