Oktober 23, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sejarah Singkat Keris

Orang Jawa menyukai keris karena artistik, mengandung daya tuah yang tinggi dan praktis cara membawanya. Keris tertua dibuat di Pulau Jawa, diduga sekitar abad ke-6 atau ke-7. Di kalangan penggemarnya, keris buatan masa itu disebut keris Buda. Sesuai dengan kedudukannya sebagai sebuah karya awal sebuah budaya, bentuknya masih sederhana.

Para empu pembuat keris kemudian membuat bentuk–bentuk keris, misalnya keris jalak, keris surengpati, dan keris curiga. Tetapi bahan besinya menurut ukuran zamannya, tergolong pilihan, dan cara pembuatannya diperkirakan tidak jauh berbeda dengan cara pembuatan keris yang dikenal sekarang. Keris Buda hampir tidak berpamor. Adapun pamor adalah hiasan yang terjadi karena adanya lapisan-lapisan dari dua atau lebih jenis logam yang berbeda nuansa warna dan penampilannya, yaitu besi, baja, serta bahan pamor. Besinya berwarna kehitaman, bajanya agak abu-abu, sedangkan pamornya cemerlang keperakan. Seandainya ada pamor pada bilah keris itu, maka pamor itu selalu tergolong pamor tiban, yaitu pamor yang bentuk gambarannya tidak direncanakan oleh Ki Empu.

Nenek moyang Jawa yang pada umumnya beragama Hindu dan Budha, tidak pernah ditemukan bukti bahwa budaya keris berasal dari India atau negara lain. Tidak pula ditemukan bukti adanya kaitan langsung antara senjata tradisional itu dengan kedua agama itu. Jika pada beberapa candi di Pulau Jawa ditemui adanya relief yang menggambarkan adanya senjata yang berbentuk keris, maka pada candi yang ada di India atau negara lain, bentuk senjata semacam ini tidak pernah ada. Pada pemandian Candi Cetha, di lereng Gunung Lawu, terdapat sebuah patung yang menggambarkan seorang lelaki Jawa memakai pakaian Jawa lengkap dengan keris diselipkan di pinggang. Candi Cetha tersebut, merupakan peninggalan dari abad ke-15.

BACA JUGA :   Cara Mengubah Domain Utama Melalui cPanel Client Area

Bahkan senjata yang berpamor, tidak pernah ada dalam sejarah India. Bentuk senjata yang menyerupai keris pun tidak pernah dijumpai di negeri lain. Kitab Mahabarata dan Ramayana yang ditulis pujangga India, tidak menyebut satu pun senjata yang bernama keris. Jenis senjata yang ada dalam buku epos agama Hindu itu adalah gendewa, gada, pedang, tombak, kunta, limpung, nenggala dan cakra. Tetapi tidak keris! Keris baru dijumpai setelah kedua cerita itu diadaptasi oleh orang Jawa dan menjadi cerita wayang. Misalnya, Arjuna memiliki keris yang bernama Keris Kyai Pulanggeni dan Kyai Pasopati. Jimat Kalimasada milik Prabu Puntadewa pun oleh sebagian dalang sering ditampilkan berupa sebilah keris yang bertuliskan kalimat syahadat.

Foto: id.pinterest.com

Arkufa (11)

Tetaplah berbuat baik, meski apapun yang terjadi.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: