• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Pendapat keluhku: Bebas.

BySri Hidayati

Jul 23, 2021 , ,

Bebas. Kenapa dan ada apa sebenarnya dengan kata itu ? Rasanya sudah seperti tak ada lagi di dunia yang sekarang. Hanya selalu terkurung dan tertekan penuh peraturan.

Siapa yang berhak disalahkan ? Kita-kita kah ? Sekelompok tertentu atau individu ? Semuanya hanya ngambang tanpa pernah nemu titik terang.

Rasanya sudah seperti hancur, menagis, merindu yang amat sangat dengan duniaku yang dulu. Bukan yang sekarang.

Kenapa keadaan sekarang begitu seperti bencana. Kapankah bisa reda ? Selalu salah menyalahkan yang ada. Tanpa pernah berubah sedikitpun adanya.

Capek.
Terkurung tanpa lepas, tanpa bisa bebas. Aku manusia biasa, yang jelas punya batas.

Cukup.
Bisakah untuk akhirkan saja. Biarlah semua berjalan seperti sedia kala. Lupaka yang telah ada. Kita berjalan sesuai jalannya yang ada.

Kita manusia. Kala kita sudah berjuang, berusaha. Lalu pasrahkan pada-Nya.

Cukup.
Itu jalannya. Jika turus saja begini, kapan kelarnya ? Yang ada semakin susah. Dan malah menjauh dengan yang sudah ada. Kembali pada semula.

Cukup.
Lagi-lagi aku hanya mampu berkata cukup. Bukan kutak mau tahu diluaran sana. Tak mau tahu akan sesama. Egois dengan ego sendiri yang ada. Bukan.

Ini hanyalah unek-unek dari kesekian lara. Yang terus sakit tanpa bisa di rasa. Memendamnya yang justru menimbulkan amarah. Semoga janganlah di pandang sebelah mata.

Aku hanya rakyat biasa, atau mungkin malah jelata. Bukan pejabat yang haknya bisa dengan mudah terpenuhi. Harus bersusah payah bahkan nelangsa melihat yang ada.

Mereka-mereka yang terus saja berkeluh kesah. Permasalahan pendapatan menurun bahkan lebih parah. Yang terus berjuang, usaha, namun tak pernah berubah.

Siapa yang mendengarnya ? Capek.

Ilusi hanya terus ilusi saja. Kehancuran hampir menerpa pada semua. Tak ada titik terang sampai sekarang. Ku mohon cukup.

BACA JUGA :   Saat Luka Menyentuh Cinta Bab 10 Sebuah Fakta Menyesakkan

Cukup.

Boleh kah ? Aku capek, capek. Cukup, cukupkan saja.

Perubahan akan susah, jika terus saja tak mau berubah.

Bagaikan hanya diam, yang jika bergerak bukannya maju malah mundur pelan-pelan.

Rasanya tuh geram. Pigin marah-marah. Harus apa ?

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *