• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

DARI HATI AKAN TERPANCAR KEHIDUPAN

ByAjo Manise

Jul 23, 2021

Banyak problematika yang mungkin sedang diperhadapkan dalam kehidupan kita saat ini, bahkan permasalahan itu datang selalu di saat yang kurang tepat menurut logika kita.

Terkadang membuat banyak orang merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi, bahkan tidak mampu menerima dan berusaha untuk lari dari kenyataan.

Orang Hebat adalah mereka yang bisa menjaga hati

Tidak sedikit orang yang justru sibuk untuk mempersalahkan orang lain terhadap masalah yang sedang terjadi, namun sebagian orang sibuk menyelesaikan masalah yang ada tanpa harus mempersalahkan orang lain terhadap masalah yang sedang terjadi.

Masalah sudah menjadi bagian kehidupan dari setiap insan di bumi ini, hal  yang amat mustahil ketika kita ingin hidup tanpa masalah. Bagi penulis, semua orang selalu diperhadapkan dengan masalah tanpa terkecuali, baik orang hidup atau bahkan orang yang sudah meninggal, kenapa?.

Mungkin sahabat pembaca sudah paham maksudnya, jika tidak paham bolehlah mengirimkan komentar. Masalah itu adalah sesuatu yang memberikan warna bagi kehidupan setiap insan, sebab itu jangan pernah lari dari segala masalah yang ada.

  1. Tidak ada masalah di dalam masalah yang terselesaikan dengan baik

Sesungguhnya, tidak ada masalah di dalam masalah yang terselesaikan dengan baik. Yang jadi masalah adalah ketika kita lari dari masalah atau memilih sikap yang salah dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Banyak orang yang masih menggunakan pola pikirannya sebagai patokan untuk menyelesaikan segala problematika tanpa melihat sisi yang paling humanis yaitu hati. Yang selalu mendengarkan segala curahan masalah yang kita alami. 

Hati tidak pernah mengatakan kebohongan, hanya terkadang dikalahkan oleh pikiran manusia yang terlalu dominan.  Mungkin sahabat pembaca tahu pepatah yang mengatakan “tak ada asap jika tak ada sumber”. 

Artinya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini selalu ada alasan yang menyertainya. 

BACA JUGA :   Melestarikan Tradisi Sedekah Bumi di Tengah Pandemi

Penulis teringat akan apa yang dikatakan dalam Iman Kristen dalam Amsal yang mengatakan bahwa “dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya? Atau dapatkan orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya?”.

Demikian pula perjalanan hidup manusia, bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi karena kebetulan. Semua sudah diatur dan segala seuatu ada maksud dan tujuannya masing-masing.

  • Dari hati terpancar kehidupan

Sesungguhnya kita harus menyadari bahwa Hati menjadi bagian yang terpenting dalam kita menjalani hidup. Sadar atau tidak, hatilah yang menjadi pusat kehidupan manusia dan yang dapat mengubah kehidupan seseorang. 

Hati menjadi sumber pancaran kehidupan manusia, itulah sebabnya kita diminta untuk senantiasa menjaga hati dengan segala kewaspadaan.

Penulis mengibaratkan sebuah teko yang diisi kopi, ketika isinya dituang ke dalam gelas yang keluar pastilah kopi. Tidak akan mungkin menjadi susu, karena hidup ini bukan sulap, kita bukan hidup dalam dunia permainan atau yang lagi trend sekarang “dunia tipu-tipu”.

Demikianlah dengan hati kita, kita tidak akan pernah mampu menutupi suasana yang sedang terjadi dalam hati kita. Jika hati kita penuh dengan kebencian, tentunya akan terpancar baik dari mimik dan bahkan perilaku.

Demikian sebaliknya, jika hati kita limpah dengan sukacita, maka akan terpancar juga melalui mimik dan tingkah langkah kita.

Memang tidak bisa dipungkiri, ada kalanya kita menggunakan bahkan memaksakan logika sebagai jembatan untuk berpikir lebih bijaksana dan kadang kala logika itu kita biarkan mengalahkan suara hati kita.

Namun, kita harus menyadari bahwa sesungguhnya kebijaksanaa itu lahir dalam hati kita yang berbicara. Lewat apa yang terjadi akan semakin melatih dan terus membentuk hati yang semakin bijaksana. 

  • Bersihkan hati dan jagalah!
BACA JUGA :   Dipertemukan oleh waktu:chapter 5

Bukankah hati yang bersih akan melahirkan perbuatan yang baik pula? dan hati yang penuh dengan kebebalan akan tampak pada perlakukan yang bebal pula? ya itulah kenyataannya, tetapi banyak orang yang tidak peduli akan hal tersebut dan lebih mengandalkan logika berpikirnya.

Seperti pengalaman yang  pernah penulis jumpai dalam kehidupan orang-orang di sekitar penulis. Orang-orang yang perkataannya sesuai dengan apa yang diperbuatnya akan sangat berbeda dengan orang-orang yang memiliki hati yang tidak tulus alias kotor hatinya.

Misalnya hujan yang deras ketika sedang dalam perjalanan, bisa saja membuat kemarahan bagi seseorang  tapi bagi orang lain tidak jadi masalah dan terus menlanjutkan perjalanannya dengan penuh rasa syukur. 

Atau hal lain, batu yang sama bisa jadi masalah bagi orang lain dan membuat bersungut – sungut, tetapi bagi yang lain dianggap sebagai sarana untuk melatih kesabaran dan kemauan untuk menyikirkannya agar mendapatkan hikmah pembelajaran untuk kehidupan yang lebih baik. 

Reaksi seseorang dalam menanggapi sesuatu, itulah yang membedakan martabat hati manusia. 

Dimana kita manusia diuji sebagai orang yang penuh kedalaman iman atau kedangkalan dalam spiritualitas, orang yang penuh kesabaran atau tergesa–gesa bahkan orang yang setia atau tidak bertahan dalam penderitaan.

  Setiap manusia diberi kebebasan untuk menentukan sikapnya.  Sesuatu yang datang dari luar bersikap netral.  Sikap manusialah yang menentukan itu baik atau tidak. 

Dan seluruh sikap yang baik tentu berasal dari hati yang baik.  Maka dari itu “Sebenarnya pusat kehidupan itu berasal dalam lubuk hatimu yang akan terwujud melalui tindakan dan perkataanmu”.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *