• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

BELAJAR UNTUK MEMBERESKAN HATI

ByAjo Manise

Jul 23, 2021

Hidup tidak akan selalu seperti apa yang kita mau. Karena hidup ini bukan seperti yang kita mau.

Apa yang menurut kita baik, belum tentu itu yang terbaik dan demikian sebaliknya.

Sebab itu, manis jangan langsung ditelan dan jika pahit jangan langsung kamu buang.

Kita harus memahami bahwa tidak semua yang manis itu baik untuk tubuh dan tidak semua yang pahit itu tidak baik untuk tubuh.

Sebab itu, pahit dan manisnya perjalanan hidup harus dijadikan sebagai obat yang menyengarkan tubuh kita.

Segala sesuatu yang diperhadapkan dengan kita baik adanya.

Manis dan pahit perjalanan yang harus kita tempuh sesungguhnya ada maksud dan tujuannya masing-masing.

Ketika kita mampu melihatnya dengan hati yang jernih, tentunya kita akan berkata; “Trimaskasih Tuhan “.

berbeda dengan mereka yang hanya mengandalkan logikanya yang terkesan akan mempersalahkan orang lain.

Apa yang sudah penulis tuliskan pada di atas sesungguhnya mengingatkan kita bahwa sikap dan tindakan kita akan sangat ditentukan oleh hati kita.

Penulis berulangkali menegaskan bahwa hati adalah pusat kehidupan kita dan dari sanalah terpancar kehidupan.

Suasana hati kita akan sangat menentukan pola pikir, tindakan atau perilaku kita.

Hati yang bersih akan mengarahkan kita kepada pikiran dan tindakan yang bersih.

sedangkan hati kita diselumuti oleh kebencian, maka suasana itu akan mengarahkan kita ke dalam pikiran dan perilaku yang membenci.

Jika kita merindukan hidup yang tidak diselimuti dengan rasa benci, kunci utamanya adalah membersihkan hati.

Memang bukan hal yang mudah untuk membersihkan hati, namun akan terasa mudah ketika kita mau dan rela untuk dibersihkan.

Ketika seorang tukang periuk hendak membuat bejana yang indah, dia akan terlebih dahulu mengambil tanah liat.

BACA JUGA :   Penyetan sambel terasi udang

Tidak cukup hanya mengambil tanah liat, tetapi akan membersihkannya dengan cara memisahkannya dari segala kotoran.

Ketika tanah liat tidak dibersihkan, ketika tanah liat masih tercampur dengan pasir atau batu, tentunya akan menjadi cacat dalam pembuatan bejana tersebut.

Setelah tanah liat dipastikan bersih, tukang periukpun akan merendam tanah liat dan memukul-mukulkannya sampai lembut agar mudah dibentuk menjadi bejana yang indah.

Hati kita harus dibersihkan jika merindukan hidup yang indah, jangan biarkan hatimu limpah kerikl-kerikil kebencian karena itu akan membuat cacat dalam kehidupanmu.

Sebab itu, relakan hatimu untuk dibersihkan maka kamu akan dibentuk menjadi pribadi yang begitu indah yang mampu memancarkan sinar untuk menerangi sekeliling kita.

banyak orang hanya ingin tampil mempesona dipandangan orang lain, mereka hanya berusaha untuk menyenangkan orang lain aja.

Itu sebabnya banyak orang yang menjadi kecewa, banyak orang yang merasa gagal bahkan merasa dirinya tidak berarti ketika orang lain tidak merasa senang.

Penulis perlu mengingatkan bahwa tugas kita bukan untuk menyenangkan semua orang.

Tugas kita bukan untuk membuat orang lain senang dengan kita, karena tidak harus semua orang senang dengan kita dan tidak akan pernah semua orang senang dengan kita.

Sebab itu, bersihkanlah terlebih dahulu bagian dalam hatimu, maka pikiranmu, perilakumu otomatis akan bersih.

Apabila hati bersih, bening, dan jernih, maka keseluruhan prilaku akan menampakan kebersihan, kebeningan, dan kejernihan. Penampilan seseorang merupakan refleksi dari hatinya sendiri”.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *