• Jum. Jul 30th, 2021

Akhir Cinta 2 (Lanjutan)

ByAlan Maulana

Jul 23, 2021

‘’Oh, silahkan’’ jawab Marwan, singkat.
Kamu pasti bisa membayangkan kalau dua orang pendiam saling bertemu? Ya, betul. Jawabanya adalah sudah pasti mereka berdua itu saling diam. Keduanya hanya sibuk terbenam di antara kata-kata, atau skenario buatan di dalam buku. Hanya ada suara jam berdetak yang mengisi keheningan. Sampai tiba saatnya, suara detak jarum jam itu terkalahkan oleh bunyi “Tiiit’’ yang keluar dari pantat Marwan. Bunyi itu berhasil memecah keheningan, satu sama lain saling menoleh karena suara tersebut.
‘’Eh, suara apa itu?” tanya, Fira. Seraya menutup hidung.
“Aaanu, mungkin berasal dari tentara yang sedang menguuji bom nuklir’’ jawab Marwan, basa-basi.
“Ini sih lebih parah dari bom nuklir, oee, bau. Eh, kamu kentut ya?”
“Sedikit, hihi.”
Dia masih ingat betul kejadian itu. Tak terasa 2 bulan begitu cepat dilaluinya. Kini, Marwan dan Fira menjadi teman baik. Keduanya selalu bersama-sama. Marwan dan Fira selalu menghabiskan waktu istirahat, jam pelajaran kosong berdua. Tidak heran jika banyak siswa yang mengira kalau mereka berdua itu berpacaran.
Melihat keduanya selalu bercanda, kemana-mana selalu berdua, tidak heran kalau teman-teman sekelasnya mengira bahwa Marwan dan Fira itu berpacaran. Mereka semua tidak tahu kalau Marwan hanya sekedar menemani Fira saja. Mereka semua tidak tahu, kalau mereka tidak saling mencintai. Hanya Marwan yang memiliki rasa cinta kepada Fira. Fira malah sebaliknya. Dia tidak mencintai Marwan, justru sering meminta pendapat tentang pria yang disukainya.
“Wan, menurutmu si Eko bagaimana?” tanya Fira. Waktu itu, saat dia dan Marwan menghabiskan waktu berdua di perpustakaan.
“Eko, Eko mana? Tukang gali kubur itu bukan?” jawab Marwan, singkat dan santai. Seolah berusaha menyembunyikan kekecewaan.
“Iiih, Marwan. Si Eko, ketua kelas kita. Bagaimana, dia ganteng kan?”
“Oh, iya. Sepertinya begitu.”
“Sepertinya begitu bagaimana ih, Marwan?”
“Ya, begitu. Seperti yang tadi kamu katakana. Ganteng.”
“Kira-kira, dia cocok tidak ya, denganku?”
“Mana aku tahu, tanya saja langsung ke orangnya.”
Kalian mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya kalau orang yang kita cintai, secara terang-terangan menyatakan bahwa dia menyukai seseorang? Bagaimana rasanya, menyakitkan bukan? Hal itulah yang dialami oleh Marwan. Hampir setiap hari ia harus menahan rasa sakit, hampir setiap hari ia harus bisa menutupi kekecewaan saat Fira selalu memuja-muja seseorang yang dicintaiya. Fira, wanita yang ia anggap mampu membawa kesejukan dahaga itu ternyata malah mengirim ribuan hujan meteor yang mampu membakar hatinya. Akan tetapi, Marwan tidak menyalahkan Fira. Sakit, ya sakit saja. Karena bagaimanapun juga Fira belum mengetahui perasaan Marwan. Karena kalaupun Fira mengetahuinya, dia tidak akan mungkin berani mengatakan, menceritakan, bahkan memuja-muja orang yang ia cintai di depan orang yang menaruh harapan kepadanya.
Sering muncul rasa ingin mengungkapkan perasaanya itu kepada Fira, akan tetapi ia tidak mau kalau hasilnya malah akan menghambat persahabatannya. Marwan tidak mau jika nanti ia ungkapkan, yang ada Fira malah menjauhinya. Memendam rasa bukanlah suatu hal yang mudah. Harus mampu menahan sakit, harus mampu menahan kesal dan kecewan. Marwan sudah muak melakukan sandiwara. Mencoba mengatur ekspresi wajah sedemikian rupa, menutupi rasa kecewa. Ia sudah bosan dan berniat untuk meninggalkan perannya. Akan tetapi tidak ada cara lain selain mengungkapkan atau meninggalkan.
Buat kamu yang belum baca episode pertama bisa tengok link ini : https://imbicom.club/2021/07/22/akhir-cinta/

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   COVID 19
One thought on “Akhir Cinta 2 (Lanjutan)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *