• Jum. Jul 30th, 2021

Nomor Punggung 9 Milan, Bisakah Giroud Menjinakkan?

ByYudhaWardhana

Jul 22, 2021

Jersey nomor punggung 9 Milan selepas gantung sepatunya Filippo Inzaghi seolah  menjelma menjadi benda pusaka layaknya Pedang Naga Puspa. Seperti dikisahkan dalam sandiwara radio Tutur Tinular, tidak bisa sembarang orang bisa menguasai Naga Puspa. Pendekar dengan ilmu kanuragan dan kesaktian tinggi macam Mpu Bajil saja tidak sanggup mengendalikan pedang ciptaan Mpu Ranubaya itu lebih dari sepuluh jurus. 

Demikian pula dengan nasib jersey nomor punggung 9 Milan. Setelah identik dengan Super Pippo, julukan Inzaghi, selama 11 musim kompetisi (2002-2012), belum ada lagi yang berjodoh dengan jersey tersebut. Padahal yang pernah mendapat tantangan mengenakannya juga bukan pemain dengan skill bapuk dan reputasi ancur-ancuran (meminjam istilahnya coach Justin). Sebut saja nama Alexander Pato yang sempat moncer saat mewarisi nomor 7 milik Shevcenko dan juga Gonzalo Higuain yang tajam dan membantu Juventus mencapai final UEFA Champions League. Tetapi anehnya, sehebat apapun kualitas pemain yang mewarisi nomor Inzaghi, semuanya langsung flop laksana mereka yang terkena kutukan keris Mpu Gandring.  Bagaimana dengan Oliver Giroud?

Merunut sejarahnya, siapapun yang mendapat kepercayaan memakai nomor punggung 9 Milan akan menghadapi dua kemungkinan: menjadi hero atau sebaliknya menjadi zero. Parameternya sederhana, berapa gol yang mampu dilesakkannya ke gawang lawan dan berapa gelar prestisius yang mereka berikan bersama rekan-rekan setimnya.

Legenda Jersey Nomor Punggung 9 AC Milan

Jika dihitung sejak tim berjuluk Il Diavolo Rosso itu diarsiteki allenatore Arrigo Sacchi hingga Carlo Ancelotti, ada tiga pemain yang melegenda setelah mampu menjinakkan “keganasan” jersey nomor punggung 9 AC Milan. Inilah mereka”

  1. Marco Van Basten
Marco Van Basten, Legenda Milan era Trio Belanda

Pemain kelahiran Utrecht 31 Oktober 1964 ini merupakan satu dari trio Belanda yang ikut menjadi tulang punggung kejayaan Milan era 80 an hingga 90 an. Bersama kompatriotnya, Ruud Gullit dan Frak Rijkard, Marco Van Basten sukses menjadikan AC Milan sebagai tim yang disegani, bukan hanya di Italia tetapi juga di benua biru, Eropa. Tiga scudetto dan dua gelar Piala Champions Eropa menjadi bukti tak terbantahkan atas kontribusi besar mereka. Secara individu, Marco Van Basten yang mengenakan jersey rossoneri AC Milan dari 1987 – 1995 sukses membukukan 90 gol dalam 147 penampilan.

BACA JUGA :   Satu Lagi Warga Pait Jaya Meninggal Dunia

2. George Weah

George Weah, Mewarisi Ketajaman Van Basten

Bagi pemilik nama lengkap George Manneh Oppong Ousman Weah ini, mengenakan nomor punggung 9 bukan hal baru. Saat masih bermain di Paris Saint-Germain Weah sudah akrab dengan nomor tersebut. Jadi secara mental, Weah sudah siap mengenakan jersey yang sebelumnya identik dengan sosok Marco Van Basten. Selain bermodal kekuatan mental, Weah juga memiliki rekam jejak yang meyakinkan Milan untuk memberikan posisi attacante utama.

Bermain sejak 1995 hingga tahun 2000,  Weah berkontribusi dalam raihan dua titel scudetto Lega Calcio Serie A Italia. Untuk catatan individunya sebagai goal striker, Weah telah membobol gawang lawan sebanyak 46 kali dalam 114 penampilan.

Salah satu gol fenomenalnya terjadi pada tanggal 8 September 1996 di Estadio San Siro saat AC Milan menjamu Hellaz Verona. Hingga menit ke 85, AC Milan masih unggul 2-1 berkat brace yang diciptakan Marco Simone setelah sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama oleh gol Antonio De Vitis menit 25. Kemudian Verona mendapat peluang menyeimbangkan skor melaui corner kick.  Ternyata sepakan tersebut malah mengarahkan bola ke George Weah yang turun jauh ke area pertahanan Milan. Setelah mendapat bola, Weah langsung melakukan solo run cepat untuk membangun serangan balik. Ternyata rekan-rekannya tertinggal di belakang. Masuk lingkaran tengah, Weah dijepit dua pemain lawan. Bola sempat lepas namun berkat fighting spirit dan kekuatan fisiknya, Weah berhasil merebut lagi bola dan menggiring hingga melewati difensore Verona..Klimaksnya, Weah berhadapan dengan portiere Verona dan tanpa berpikir panjang ia melepaskan shooting akurat dan gol tercipta. Gara-gara gol itulah Weah sempat dijuluki Mr 100 meter. 

3. Filippo Inzaghi

Filippo Inzaghi Menolak Keras Ada Kutukan di Nomor 9 AC Milan : Okezone Bola
http://Filippo Inzaghi, Kreator Gol-Gol Ajaib Milan

Inilah attacante Milan terakhir yang mampu berdamai dengan jersey nomor 9 AC Milan. Killer instictnyasebagai attacante sudah mulai ditunjukkannya sejak memperkuat Atlanta pada musim kompetisi 1996-1997. Saat itu Super Pippo sukses mencatatkan namanya sebagai top scorer dengan torehan 24 gol. Reputasi inilah yang membuat Juventus tertarik untuk memboyongnya ke Turin. Membentuk duet maut Del Pippo (Alessandro Del Piero-Filippo Pippo Inzaghi) dari 1997-2001, Inzaghi membukukan 58 gol dari 122 penampilan.

BACA JUGA :   Jangan Kau Sakiti Hatinya

Bekal reputasi inilah yang membuat AC Milan berani merogoh kocek 628 Miliar Rupiah untuk memboyong Inzaghi dari Juventus. Di sinilah Inzaghi mencapai puncak kecemerlangannya. Berada satu tim dengan Manuel Rui Costa, Andrey Shevcenko, Clerence Seedorf, Ricardo Kaka, Andrea Pirlo dan bintang-bintang Milan lainnya, Inzaghi sukses melesakkan total 73 gol dari 202 penampilan dari 2001 – 2012.  Dua gelar UEFA Champions League menjadi bukti kelayakan pemain ini mendapat predikat  legend. Gaya bermainnya yang simple namun memiliki pergerakan bak siluman yang selalu muncul tiba-tiba, lolos dari jebakan offside, membuat kiper-kiper top seperti Oliver Kahn ataupun Pepe Reina menjadi korban gol-gol ajaib Inzaghi. 

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *