• Jum. Jul 30th, 2021

Curhatku:Kamu Hebat!

BySri Hidayati

Jul 22, 2021

Sebuah kehidupan yang memberatkan. Rasa yang terus menyakitkan, seperti tak memiliki kebahagian. Hanya keputusasaan yang menyertai.

Entah ini hanya sebuah kehidupanku atau tak hanya aku. Yang jelas, sebuah di lema. Antara bertahan dari semua itu di sini dan menghilang sekarang juga dari sini.

Siapa yang berhak aku salahkan ? Rasanya hanya sebuah penyesalan yang menyelimuti sekarang. Tak ada setitik terang dari kegelapan.

Hanya bisa terus merenung, mencoba menyiksa diri dari keadaan untuk sebuah kebertahanan. Semua itu memamglah tak gampang.

Jujur, tersiksa, tersakiti. Itu sebabnya aku tak jarang selalu saja merasa kekecewaan, kesedihan yang membuatku menangis terus menangis dengan sendirinya.

Saat diri sendiri harus di paksa menopangnya sendiri. Itu sulit, berat. Tapi dan lagi-lagi.

Ini kehidupanku. Kehidupan diriku sendiri. Aku bisa berharap pada siapa lagi, jika bukan diri ini sendiri.

Ingin mati. Ingin putus asa. Percuma,tak akan guna. Itu malah hanya sebuah pengorbanan yang tak akan membuahkan hasil.

Dari setelah bertahannya sampai sini. Perjuangan untuk sebuah usaha yang telah berhasil sampai sekarang. Sungguh sayang jika itu akan terbuang percuma.

Aku bukan seorang yang sebodoh itu. Aku masih punya iman. Penopang kehidupan. Yang tak akan pernah menyakitkan. Tapi menambah sebuah kebenaran dan pendirian.

Dan lagi, aku masih punya akal. Untuk apa aku punya jika tak digunakan ? Sebuah keistimewaan yang diberikan. Untuk menjalankan kehidupan.

Apa tak sayang jik hanya menyia-nyiakan ? Kita gunakan, jalankan, dan praktekkan. Jadikan sandaran, untuk sebuah kebertahanan.

Kesenangan, kegembiraan, dan kebahagiaan itu pasti akan ada. Hadir, meski hanya pelan-pelan. Yang terpenting tak menyakitkan. Sebuah sesuatu hal yang akan memberikan kebangkitan. Terus tertantang. Tak akan ada yang mengalahkan, dari kejamny kehidupan.

BACA JUGA :   Fiksi: Aku Dilecehkan Guru

Nikmati. Syukuri.

Alhamdulillah…
Itulah sebuah kunci kehidupan. Ada-Nya tak akan pernah menyia-nyiakan sedikit pun, secuil pun dengan adanya kita.

Percayalah,
Ada-Nya adalah segela-galanya. Dari kemustahilan sekalipun.

Jadi, tancapkan, tekadkan. Kita ada atas kehendak-Nya. Sebuah penghargaan, keistimewaan atas Kuasa-Nya. Jangan sia-siakan, apalagi abaikan.

Kamu hebat!

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *