• Jum. Jul 30th, 2021

Mimpi yang Indah!

Bylaucyanmo

Jul 22, 2021 , , ,

Cerpen karya Laucyanmo.

PART 1:
Malam ini sangat aneh menurutku. Seingatku aku sedang menginap di rumah seorang temanku karena kami mabuk dan tak bisa berkendara lagi.

Hal terakhir yang paling kuingat adalah aku sedang tidur di sofa Jona, temanku yang sedang berulang tahun.

Tapi entah kenapa saat aku membuka kelopak mata, aku sudah berada di sini. “Tempat yang menakutkan,” batinku.

Bagaimana tidak, aku sedang duduk di sebuah kursi dengan tangan dan kaki yang di belenggu pada sandaran tangan dan kaki kursi.

Bukan hanya aku disana, tapi banyak orang lain juga yang sama dibelenggu seperti diriku.

Lalu didepan kami terdapat sebuah layar besar yang menampilkan rekaman di sebuah ruangan tertutup dengan pencahayaan yang baik. Kami semua seperti sedang menonoton bioskop saja.

Dan anehnya lagi, ada beberapa makhluk misterius dengan pakaian serba hitam serta mengenakan tudung kepala menghampiri kami satu per satu menurut barisan.

Aku duduk tepat berada di barisan tengah.
Satu-satu mereka tanyakan. “Apa yang paling diinginkan manusia?”

Aku perhatikan satu per satu ekspresi semua orang yang berada di tempat itu, tegang semua. Sebenarnya ini ada apa?

Kemudian kulihat lagi orang yang ditanya makhluk misterius itu. Dia sangat ketakutan terpancar dari giginya yang terus gemetaran menimbulkan bunyi yang bising. “Uang!” dia menjawab.

Seketika makhluk itu seperti tersenyum tapi sangat tipis hingga kalau tidak diperhatikan maka tidak tampak.

Makhluk misterius itu kemudian melepaskan belenggu orang yang ditanya itu dan kemudian mengajukan pertanyaan lagi. “Coklat panas atau jus jeruk?”
Sungguh pertanyaan yang aneh, tapi itu malah menambah sensasi kengerian.

Orang yang ditanya itu sempat menelan ludah sebelum menjawab, “jus jeruk.” Ucap orang itu dengan terbata-bata.

BACA JUGA :   PUASA-MU MENJADI PUISI-KU

Orang itu kemudian dibawa ke dalam sebuah ruangan dan tampillah di layar besar.
Dia dibunuh dengan cara digiling sampai halus menyerupai jus. Aku kaget dan berteriak-teriak, memberontak dan menangis. Begitu juga dengan orang-orang lain yang berada di tempat itu.

Tapi percuma, belenggu itu tak mau lepas juga. Orang selanjutnya kemudian didatangi dan ditanya lagi pertanyaan yang sama, “Apa yang paling di inginkan manusia?” Orang yang tengah ditanya itu adalah seorang wanita yang tampaknya sangat ketakutan, melebihi ketakutan yang kurasakan saat ini.

Apakah ini mimipi? Jika iya, maka mimpi ini sangat aneh, rasanya seperti nyata. Aku bisa merasakan keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras dari pelipisku.

Kami tak mungkin seperti ini terus, memberontak tidak akan membuat kami lolos dari tempat mengerikan ini. Satu-satunya jalan adalah memecahkan pertanyaan makhluk aneh itu. Semua hening karena sedang berpikir.

Tapi tak kusangka saat aku memikirkan jawaban dari pertanyaan itu, tiba-tiba terlintas omongan seorang sahabatku. Dia menceritakan sebuah artikel yang pernah dia baca dari sosial media.

Dia mengatakan bahwa ada beberapa orang yang meninggal saat tertidur, dan mitosnya mereka masuk pada sebuah mimpi mengerikan. Mereka akan di bawa ke sebuah dunia antah berantah di mana itu adalah tempat untuk mereka dieksekusi mati.

Jika cerita itu memang nyata, mungkin inilah tempat yang di maksud cerita itu. Aku bergidik ngeri ketika mengingatnya. Aku kemudian memukul-mukul kepalaku agar tetap fokus untuk mencari jawaban pertanyaan makhluk aneh itu.

Suasana semakin menegang karena wanita yang ditanyai makhluk itu sama sekali tidak menjawab. Makhluk aneh yang kelihatannya paling besar badannya berteriak, “bawa dia, dan iris halus-halus. Pastikan dia mati perlahan.”

BACA JUGA :   Puisi : Cinta yang Menimbulkan Luka

Jika teman-teman punya kritik maupun saran yang membangun tolong tinggalkan dikolom komentar. Terimakasih!

laucyanmo (6)

Seorang mahasiswi di universitas negeri yang bercita-cita membukukan hasil karya tulisannya

Bagikan Yok!

laucyanmo

Seorang mahasiswi di universitas negeri yang bercita-cita membukukan hasil karya tulisannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *