• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sejarah dan Isi Kitab Negarakertagama

Salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit dalam bidang sastra ialah Kitab Negarakertagama. Kitab ini ditulis oleh Mpu Prapanca yang kemudian menjadi sumber sejarah tentang Majapahit yang sangat dipercaya.

Mpu Prapanca merupakan putra seorang Darmadyaksa Kasogatan (pemimpin urusan Agama Buddha) yang diangkat oleh Sri Rajasanagara (Hayam Wuruk) sebagai pengganti ayahnya. Naskah kitab ini selesai ditulis dalam Bahasa Kawi pada bulan Aswina tahun Saka 1287 (September – Oktober 1365 Masehi).

Negarakertagama artinya negara dengan tradisi spiritual. Oleh Mpu Prapanca, kitab ini juga disebut sebagai Desawarnana, yang berarti tulisan tentang daerah Majapahit.

Isi Kitab Negarakertagama menguraikan kisah keagungan Prabu Hayam Wuruk dan puncak kejayaan Kerajaan Majapahit. Selain itu, kitab ini juga menceritakan banyak hal tentang Kerajaan Majapahit. Mulai dari asal-usul, hubungan keluarga raja, para pembesar negara, jalannya pemerintahan, serta kondisi sosial, politik, keagamaan, dan kebudayaan Kerajaan Majapahit.

Sejarah Penemuan

Pada awalnya, teks dalam Kitab Negarakertagama dikira hanya terwariskan dalam sebuah naskah tunggal. Orang yang pertama kali menemukannya adalah JLA Brandes, saat Belanda menyerang Lombok.

Saat istana dibakar pada penyerbuan tersebut, Brandes menyelamatkan naskah yang menjadi bagian Kitab Negarakertagama ini. Setelah itu, bagian lain dari Kitab Negarakertagama kemudian ditemukan di beberapa tempat.

Kitab Negarakertagama terdiri dari lima bagian. Bagian pertama ditemukan di Antapura, Lombok. Bagian kedua yang ditemukan di Bali berjudul Desawarnana. Sementara bagian ketiga hingga kelima masing-masing ditemukan di Karang Asem, Klungkung, dan Geria.

Isi Kitab

Kitab Negarakertagama ditulis saat Kerajaan Majapahit masih berdiri di bawah pemerintahan Sri Rajasanagara, atau dikenal juga dengan nama Prabu Hayam Wuruk. Isi Kitab Negarakertagama menguraikan kisah keagungan Prabu Hayam Wuruk dan puncak kejayaan Kerajaan Majapahit.

BACA JUGA :   Debus dan Tirakat

Selain itu, kitab ini juga menceritakan banyak hal tentang Kerajaan Majapahit. Mulai dari asal-usul, hubungan keluarga raja, para pembesar negara, jalannya pemerintahan, serta kondisi sosial, politik, keagamaan, dan kebudayaan Kerajaan Majapahit.

Naskah dari Kitab Negarakertagama terdiri dari 98 pupuh (puisi atau syair), dengan pembagian sebagai berikut: 7 pupuh membahas keluarga raja, 9 pupuh membahas keagungan dan wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit, 23 pupuh membahas perjalanan Prabu Hayam Wuruk berkeliling Lumajang pada 1959, 10 pupuh membahas silsilah raja Kerajaan Majapahit, 10 pupuh membahas perjalanan Prabu Hayam Wuruk ketika berburu di hutan Nandawa, 23 pupuh membahas perhatian Prabu Hayam Wuruk pada leluhurnya dan berita mengenai kematian Patih Gajah Mada, 9 pupuh membahas mengenai upacara keagamaan di Kerajaan Majapahit, dan 7 pupuh membahas tentang seorang pujangga yang setia kepada rajanya.

Sumber Tulisan: Berbagai Sumber
Sumber Foto: Kompas.com

Arkufa (11)

Tetaplah berbuat baik, meski apapun yang terjadi.

Bagikan Yok!

Arkufa

Tetaplah berbuat baik, meski apapun yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *