• Jum. Jul 30th, 2021

Berjuang Demi si Buah Hati

ByMaheri

Jul 21, 2021

‘Pergi pagi buta pulang larut malam’ kira kira seperti itulah gambarnya seorang Ayah dalam mencari nafkah untuk keluarga di rumah..
Di saat pandemi seperti ini tentu saja banyak orang yg di wajibkan untuk memutar otak dalam artian bagaimana caranya dan apapun resikonya mereka siap untuk menjalani nya agar tetap bisa menyambung hidup.
Sebut saja pak ‘Darmani’ (58 Tahun) dia seorang buruh atau biasa di panggil kuli dengan memiliki 2 orang anak yang masih di katakan balita, anak yang pertama berkisar usia 9 tahun dan anak yang kedua usia sekitar 2 tahun. Hidup nya yang memang sangat sederhana itulah ciri kepribadian dari sosok pak ‘Darmani’, sosok yang memang setiap kerap berhubungan dengan mengurus sawah baik dari menanam padi, memberi pupuk sampai memanem nya. Saat ini beliau hampir setiap hari pergi dengan rekan rekan se tim nya untuk bekerja di luar daerah dengan sistem borongan (tandur) karena saat ini Desa nya sedang tidak musim tandur melainkan sudah mulai memasuki musim panen sekitar 1 bulanan lagi, jadi nyaris tidak ada pekerjaan yang tersedia saat ini.
Pria asal Indramayu ini menuturkan dirinya berserta rekan teman lainnya berangkat pukul 05.00 WIB bergegas menuju ke sebuah lokasi persawahan yang berada di luar daerah (Cirebon dsk) menggunakan mobil jenis pick up.
Pekerjaan ini sudah terorganisir dengan baik melalui by phone antara si pemilik sawah dengan ketua tim rombongan (tandur) hari kemaren nya sebelum melakukan pekerjaan itu. Jadi ketua tim dari rombongan itu sudah tahu lokasi dan schedjule nya seperti apa.
Pada umumnya uang yang di dapat oleh pak ‘Darmani’ ini tidak lah menentu tergantung dari luas atau sedikit lahan sawah yang akan di garap dan tergantung juga dari banyak sedikit jumlah orang yang ikut dalam proyek tersebut.
Dalam 1/2 Ha luas sawah si pemilik sawah membayar sekitar Rp1.300.000;
Dalam perincian untuk sewa mobil pick up yang membawa rombongan tersebut sebesar Rp300.000; Nah sisa Rp.1000.000; itu di bagi rata degan rekan satu tim nya tergantung dari berapa banyak orang (anggota) yang ikut pada hari itu, sedangkan terkadang belum tentu dalam 1 hari itu dapat proyek dengan luas yang mencapai 1/2 Ha, bisa lebih bahkan kadang bisa kurang jadi nominal yang di dapat kan nya pun tidak selalu tetap.
Kadang ia mengantongi Rp60.000; bisa Rp50.000; atau bahkan lebih kecil lagi nominal yang di dapat nya pada hari itu.
Beliau mengatakan “Berapa pun hasil yang di dapa tetap harus di syukuri karena ini rezeki dari Allah SWT dan yang paling penting halal dan barokah untuk anak istri”, dia rela berangkat pagi pulang malam karena menurut dia inilah rasa tanggung jawab nya terhadap keluarga di rumah meski pulang anak-anak nya sudah tertidur lelap dan untuk keesokan hari nya sebelum anak-anak nya bangun sang bapak ini sudah tidak ada di rumah.

Maheri (9)

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Percuma Senam Diluar Rumah Diharamkan,Tapi Senam Didalam Rumah Sambil Live Medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *