• Jum. Jul 30th, 2021

Debus dan Tirakat

ByArkufa

Jul 19, 2021 ,

Debus terkenal berasal dari daerah Banten. Akan tetapi, atraksi ini juga dikenal di Cirebon, Maluku, Aceh, tersebar ke Perak, serta Semenanjung Melayu. Permainan ini berakar dari tarekat yang menyebar ketika Islam masuk ke Nusantara. Semua tempat tersebut sering didatangi pedagang rempah.

Martin van Bruinessen, ahli studi tentang Islam dari Utrecht University, Belanda, dalam diskusi daring bertema “Tradisi dan Jaringan Sufisme di Jalur Rempah: Mencari Akar Kosmopolitan Islam Nusantara”, Sabtu, 24 April 2021 mengatakan, debus ini menjadi indikasi pemakaian tarekat. Orang debus biasa membaca ratib dan sebagainya. Masyarakat Nusantara dianggap
tertarik pada tarekat karena banyak yang mengincar ilmu kekebalan (ngelmu).

Menurut Rohman, peneliti Bantenologi dan pengajar di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, keinginan menguasai ilmu kebal telah turun temurun dari generasi ke generasi di Nusantara. Sebelum Islam masuk, orang-orang menggunakan mantra dari tradisi Hindu dan Buddha untuk melindungi diri dari bahaya. Ketika Islam datang, hal itu diwakili oleh tarekat.

Menurutnya, meskipun tujuan tarekat adalah untuk mendekatkan para pelakon kepada Tuhan, banyak muslim lokal selama fase pertama penyebaran Islam bergabung dengan tarekat karena ritualnya mirip dengan praktik pra-Islam.

Zikir dan wirid dianggap seperti mantra. Ajaran meditasi dan asketisme yang dipraktikkan oleh guru tarekat dibandingkan dengan ritual tapa (meditasi) pada masa pra-Islam. Keahlian debus berdasarkan ajaran tarekat pun mempercepat penyebaran Islam, terutama yang terjadi di Kesultanan Banten.

Rohman menyebut bahwa praktik ilmu kekebalan tak hanya dilakukan oleh tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah, tetapi juga oleh tarekat Sammaniyah, Rifa’iyah, dan Shadziliyah.

Foto: alambudaya.com

Arkufa (11)

Tetaplah berbuat baik, meski apapun yang terjadi.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Takut Belajar Filsafat? Coba Deh Baca Ini Dulu

Arkufa

Tetaplah berbuat baik, meski apapun yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *