Oktober 23, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Tips Membuat cerita yang tidak membosankan

Tips membuat cerita yang tidak membosankan.

Siapa sih yang gak mau ceritanya dibaca berulang kali tanpa bosan? Gampang gak sih bikin cerita seperti itu? Susah, Mak, jawabannya susah. Jangankan bikin cerita yang dibaca berulang-ulang, bikin cerita yang mau dibaca sebalik aja susahnya minta ampun.

So, di sini aku cuman mau bahas tips-tips membuat cerita yang tidak membosankan. Kabar baiknya, kalo sudah bisa membuat cerita yang tidak membosankan, tentu cerita kalian nantinya akan ada kesempatan untuk dibaca berulang kali, bukan?

Well, simak tipsnya baik-baik, ya!
Poin pertama ;
Buat Cerita yang Berbeda dari Biasanya.

Kalian mungkin tahu apa cerita yang saat ini banyak digandrungi, baik oleh kalangan tua atau muda. Tidak jauh dari CEO, Pengusaha, Perjodohan, Pelakor, Pebinor, Badboy/girl, Coolboy/girl, dan banyak jenis lainnya. Seru, kah? Serulah, buktinya sampai sekarang masih digandrungi. Namun, perlu diingat pembaca juga memerlukan sensasi baru.

Lantas, apakah membuat cerita yang berbeda dari biasanya artinya kita tidak boleh membuat cerita seputar CEO dan beberapa tema yang disebutkan di atas? Tidak. Maksudnya, kalian boleh saja menulis cerita dengan tema di atas, tapi untuk membuat cerita yang tidak membosankan ada baiknya kalian kembangkan lagi tema di atas.

Sebagai contoh, biasanya CEO sering dijodoh-jodohkan dengan karyawan atau dengan seseorang yang berada dibawahnya, nah, coba kamu ubah dengan menjodohkan CEO itu dengan CEO dari perusahaan lain atau seseorang yang berada diatasnya, bukankah akan lebih menarik?

Singkat tipsnya, kalian buatlah cerita yang sedang trend dengan membalikan yang biasanya menjadi yang tidak biasanya.

Poin kedua ;
Membuat Outline dan mempertimbangkannya.

Outline memang serbaguna, jadi kalian wajib membuat outline sebelum menggarap cerita. Kalian bisa membuat outline, tuangkan apa saja rencana-rencana untuk ceritamu. Setelah selesai, coba baca kembali dan pertimbangkan. Dari outline yang telah kalian buat, kalian akan melihat apa alur ceritanya sudah klise—sering muncul atau alur ceritanya kurang greget. Nah, dari sana kalian hanya tinggal rombak dan ubah lagi semaksimal mungkin. Hal ini bisa menghindari kamu dalam membuat cerita yang alurnya mudah ditebak dan monoton, loh!

BACA JUGA :   Penjual Balon

Poin ketiga ;
Usahakan membuat karakter yang berbeda-beda dari tiap tokoh di ceritamu.

Setiap tokoh dalam cerita harus memiliki karakter yang berbeda-beda untuk mengikat pembaca. Karakter yang unik dan berbeda inilah yang nantinya akan mengingatkan pembaca tentang siapa tokoh-tokoh dalam ceritamu. Dengan begitu pembaca tidak akan mudah bosan karena terus menemukan kesamaan karakter antar tokoh.

Poin Keempat ;
Jangan maruk dalam menggunakan majas.

Penggunaan majas yang terlalu berlebihan dapat membuat pembacamu bosan, loh. Sebagian dari mereka juga akan kesulitan memahami majas-majas tersebut, bahkan ada yang mengartikannya salah. So, gunakan majas seperlunya saja dan buatlah majas yang masuk akal.

Poin kelima ;
Hati-hati dalam menggunakan dialog ping pong

Tahu dialog ping pong? Itu loh dialog di mana satu tokoh berperan sebagai pemberi pertanyaan dan satu tokoh lagi berperan sebagai pemberi jawaban, begitu saja terus. Dialog ping pong sebenarnya boleh saja digunakan, tapi jangan terlalu panjang dan berlebihan apalagi dialognya tidak penting.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: