• Jum. Jul 30th, 2021

POLISI BUBARKAN DEMO DAN MENANGKAP PULUHAN MAHASISWA UNIVERSITAS CENDRAWASIH

ByArkufa

Jul 14, 2021

JAYAPURA_Kepolisian Jayapura pada Rabu (14/7/2021) kembali melakukan tindakan membatasi hak rakyat Papua dengan membubarkan paksa aksi damai mahasiswa dan pemuda Papua di lingkungan kampus Universitas Cendrawasih dan Dok 9. Selain itu, polisi juga menangkap 23 demonstran yang semuanya adalah para mahasiswa

“Aksi demonstrasi mahasiswa Papua se kota Jayapura yang tergabung dalam wadah Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Tolak Otsus Jilid II, ini dilakukan di lingkungan kampus Uncen dan Dok 9 Kota Jayapura pada sekitar pukul 08.00 – 10.00 WIT. Aksi ini direncanakan mengumpulkan masa di Kampus Uncen lalu Longgar March ke Kantor DPR Provinsi Papua untuk menyampaikan aspirasi,” ujar seorang Advokat, Yohanis Mambrasar dalam sebuah pers release yang diterima penulis pada Rabu (14/7/2021) malam.

Namun, lanjut Yohanis, belum cukup lama berorasi dititik kumpul masing-masing yaitu Kampus Abepura, Kampus Waena, dan Dok 9, Polisi mendatangi para mahasiswa dengan peralatan tempur kemudian membubarkan para mahasiswa secara paksa. Polisi mendorong secara kasar dan memukul sejumlah mahasiswa hingga terluka dan berdarah, serta merampas barang milik para mahasiswa.

Yohanis menambahkan, mahasiswa yang ditangkap berjumlah 23 orang, 10 orang di antaranya ditangkap di Kampus Uncen Waena, 11 ditangkap di Kampus Abepura dan 2 orang lainnya ditangkap di Dok 9. Para mahasiswa yang terluka berjumlah 4 orang.

Menurutnya, akibat tindakan menghalang-halangi hak menyampaikan pendapat para mahasiswa ini, para mahasiswa yang berdemo tidak bisa ke kantor DPR Provinsi Papua untuk menemui para wakil rakyat, alhasil atas inisiatif salah satu anggota DPR Provinsi Papua yaitu Laurens Kadepa, ia melakukan pertemuan langsung dengan para mahasiswa di lingkungan Kampus Universitas Cendrawasih untuk menerima langsung aspirasi Mahasiswa.

BACA JUGA :   Danpos AL Muntok : TIM Satgas Angla Terima Piagam Penghargaan

“Sebuah kenyataan yang sangat buruk di negara ini bahwa kebebasan berekspresi rakyat dibungkam, hak politik rakyat ditiadakan, rakyat dilarang menyampaikan hak politiknya. Kasus ini memperlihatkan polisi bertindak sebagai penghang yang membatasi hak rakyat Papua. Sebuah tindakan yang sangat jelas bertentangan dengan Hukum,” ujar Yohanes.

Ia menjelaskan, dalam aksi ini para mahasiswa menyatakan sikap :
1. Menolak dengan tegas perpanjangan pemberlakuan Otonomi Khusus Jilid II dalam bentuk dan atas nama apa pun di teritori West Papua;
2. Menolak segala bentuk kompromi sepihak serta agenda-agenda pembahasan dan keputusan yang tidak melibatkan rakyat Papua selaku subjek dan objek persoalan di Papua;
3. Segera kembalikan ke rakyat Papua untuk memilih dan menentukan nasibnya sendiri apakah menerima Otsus atau Merdeka sebagai sebuah negara yang merdeka.

“Setelah ditangkap, polisi kemudian membawa 23 mahasiswa ini ke Polres Jayaputa untuk ditahan dan diperiksa. Polisi juga membatasi kuasa hukum untuk mendampingi para mahasiswa saat ditahan. Polisi kemudian membebaskan 23 karena tidak ditemukan kesalahan apapun,” pungkas Yohanes.

Sumber Foto: Yohanes

Arkufa (11)

Tetaplah berbuat baik, meski apapun yang terjadi.

Bagikan Yok!

Arkufa

Tetaplah berbuat baik, meski apapun yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *