Oktober 23, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

KAMU LAGI PANIK, YA?? SINI, AKU BISIKIN CARANYA AGAR MASA QUATER LIFE CRISIS KAMU MENJADI LEBIH ELEGAN.

Pernah gak sih kamu mengalami kebingungan terkait dengan arah hidup, tujuan hidup, galau, susah mengambil keputusan sendiri, gelisah tentang masa depan, atau bahkan cemas yang berkepanjangan?
Kamu lagi ngerasain dari salah satu hal tersebut? Ya, kamu lagi berada di fase quarter life crisis.

Yeeahh, horee. Kok hore sihh? Iya, maksudnya itu bahwa kamu sedang mengalami proses untuk naik ke level yang lebih tinggi. Dan biasanya orang yang terkena quarter life crisis itu usia 20-an. Fase tersebut merupakan fase dimana akan terjadi proses pendewasaan awal, yang biasanya menurut mereka yang mengalaminya akan melakukan banyak sekali tugas.

Quarter life crisis adalah suatu keadaan dimana seseorang mulai mempertanyakan apa tujuan hidupnya, dan mulai berpikir berlebihan atau overthinking terhadap suatu pilihan atau suatu siklus dalam hidupnya. Hal ini kerap terjadi karena pada fase tersebut biasanya seseorang akan mengalami perubahan siklus kehidupan dari lingkungan sekolah ke perkuliahan berlanjut ke lingkungan pekerjaan, atau bahkan ke jenjang pernikahan dan berkeluarga.

Transformasi yang cukup mengejutkan ini biasanya akan memicu krisis seperempat abad, kamu mulai bertanya-tanya apakah kamu sedang berada di jalur yang tepat? Atau bahkan mulai menyesali pilihan pekerjaan atau pasangan? Tenang, kamu tidak sendiri dan ternyata fenomena ini cukup wajar!

Biasanya, mereka akan mengalami banyak sekali hal-hal yang dirasa mereka gak akan sanggup untuk melakukannya dan mereka ingin cepat-cepat untuk melewati masa ini. Masalah yang biasanya mereka jumpai seperti masalah finansial, passion, kuliah, masa depan, karir, ataupun asmara. Mereka akan mengalami kebingungan dan kecemasan setiap harinya karena mereka merasa seperti dihantui oleh banyak hal.
Ya, seperti itulah quarter life crisis, dan apabila tak kunjung diselesaikan maka itu akan berdampak seperti snowballing effect. Dimana semakin lama maka hal tersebut akan berdampak semakin buruk.

BACA JUGA :   Salah Satu Hotel Tertua Kota Solo Akan Diubah Jadi Hotel Bintang Lima

Nah, sebenarnya apa sih penyebab quarter life crisis? Kok bisa ya orang terkena quarter life crisis?

Oke, disini akan dijelaskan beberapa penyebab seseorang itu bisa terkena quarter life crisis, yaitu

  1. Tidak tahu tujuan hidup
    Maksudnya adalah kamu tidak mengetahui apa sih sebenarnya tujuan hidup kamu sendiri. Untuk menjawab why? Kenapa sihh kamu hidup di dunia ini? Tapi sebelum itu, ada beberpaa pertanyaan yang kamu jawab, seperti dari mana kamu berasal? Untuk apa kamu hidup di dunia ini? Lalu, setelah kita mati, kita akan kemana?

  2. Suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain
    Maksudnya adalah kamu selalu saja menjadi orang lain itu patokan tetapi kamu kurang berusaha. Seperti kenapa dia bisa, sedangkan aku gak bisa atau dia sudah lulus kuliah, dia udah punya gaji besar, dia sudah nikah, dia sudah punya anak dan kamu masih kayak gini-gini aja.

  3. Ekspektasi terlalu tinggi
    Maksudnya adalah kamu mempunyai ekspektasi yang melambung tinggi tetapi realitanya kamu ya begini-gini aja, seperti tidak ada kemajuan dari hari ke hari.

  4. Belum memiliki teman yang satu frekuensi
    Maksudnya adalah kamu belum menemukan teman yang satu pemikiran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Nah, itu dia beberapa hal yang harus kita selesaikan. Mari kita bahas satu persatu!
Why? Kenapa sihh kamu hidup di dunia ini? Apa sihh tujuan kamu hidup di dunia ini?

Ada yang pernah mengatakan bahwa ada dua hal terpenting dalam hidupmu, yaitu
Saat kamu lahir ke dunia ini
Saat kamu menemukan jawaban why? Kenapa sihh kamu hidup di dunia ini? Dari mana kita berasal? Untuk apa hidup di dunia ini? Dan setelah ini kita akan kemana?
Ya, tentu dari pertenyaan tersebut pasti jawaban setiap orang akan berbeda-beda.

BACA JUGA :   Sejarah Kota Depok

Namun, jika kita seorang muslim, kita akan menemukan jawaban yang paripurna. Dari mana kita berasal? Dan jawabannya kita berasal dari Allah SWT. Lalu, tujuan kita hidup di dunia ini untuk apa sih? Jawabannya tujuan kita di dunia ini tak lain dan tak bukan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Setelah kita mati, kita akan kemana? Jawabannya adalah tentu kita akan kembali kepada Allah SWT. Kita akan dikumpulkan di kampung halaman yaitu kampung akhirat, dimana semua perbuatan kita di dunia akan dimintai pertanggungjawaban kelak.

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif sekaligus cara dalam mengatasi quarter life crisis, yaitu:
1. Suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain.
Ini merupakan salah satu hal yang sangat berdampak buruk jika terus menerus dilakukan. Stop deh, itu akan membuatmu menjadi tidak kompeten dan tidak percaya diri. Yang sebaiknya kamu lakukan adalah berfokus pada diri sendiri, katakan kepada diri sendiri bahwa kita harus lebih baik dari diri sendiri bukan lebih baik dari orang lain. Carilah kebaikan versi diri sendiri dan pahami juga bahwa Allah sudah menetapkan rezeki, jodoh, maut itu berbeda-beda. Kita itu sering sekali menghitung apa yang kurang didalam diri kita sendiri. Namun, kita juga sering lupa untuk mengukur apa yang telah Allah kasih untuk kita. Yang pada intinya kita harus banyak bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
Ekspektasi terlalu tinggi
Ternyata ada lohh rumus agar kita bahagia, yaitu kebahagian = realita ekspektasi.
Sehingga cara terbaik untuk kita bahagia adalah meningkatkan realitas kehidupan kita dan menurunkan ekspektasi.
Contohnya dengan meningkatkan niat, mimpi, usaha, dan doa lalu ekspektasi kita adalah diturunkannya dengan semua kepada Allah SWT. Artinya kita bertawakkal dengan sepenuh hati atas semua ketetapan-Nya. Kita harus tetap bersabar dan bersyukur.

  1. Belum memiliki teman yang satu frekuensi
    Nah, mulai hari ini coba dehh kamu cari teman-teman yang satu frekuensi yang memilki tujuan yang sama supaya kita tetap berada di jalan yang lurus sesuai dengan visi dan misi kita. Caranya yaitu coba dehh kamu kumpulin tuh teman-teman kamu yang satu visi satu tujuan yang sama. Nah, kalau gak ada coba deh kamu cari di komunitas-komunitas anak muda. Insyaa Allah akan ada teman yang memiliki pemikiran yang sama seperti kamu.
    Nah, begitulah cara mengatasi beberapa hal yang terjadi pada masa quarter life crisis.
BACA JUGA :   Misi Manchester United, Bangkit dan Rebut Kembali Puncak Klasemen

Adapun, mengenai masalah finansial, passion, karir, jodoh, maupun masa depan itu semua akan dapat teratasi seiring dengan berjalannya waktu. Dan kuncinya hanya satu yaitu kita harus memahami hakikat keberadaan kita di dunia ini. Maka, itu akan membantu menjawab semua pertanyaan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Selamat beraktivitas, semoga tulisan ini bermanfaat.

NUR SAIDAH (4)

Musafir yang fakir akan ilmu. Sehingga mengembara ke ranah rantau adalah salah satu cara untuk mendapatkan ilmu. Sehat selalu orang-orang baik. Semoga Allah selalu memberkahi mu. (Mahasiswi Akhir, Jurusan Bimbingan dan Konseling)

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: