• Jum. Jul 30th, 2021

Darurat membaca-Membaca merupakan kegiatan melihat tulisan dan proses memahami isi teks. Membaca Sebagai media ungkapan penulis/pembuat informasi, agar tujuan penulis dapat dimengerti kepada pembaca. Membaca memiliki peran yang sangat vital kepada generasi-generasi emas dalam membawa kemajuan, tentu kita sepakat, bahwa membaca akan meningkatkan perkembangan manusia terhadap pola pikir yang berkembang.

Dalam kehidupan bermasyarakat membaca sebagai peran penting. Proses membaca dalam kehidupan masyarakat dibagi dalam 2 faktor, faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari minat, intelegensi, bakat, tujuan membaca dan motivasi, Sedangkan faktor eksternal pembaca dipengaruhi oleh latar belakang sosial-ekonomi, sarana dan tradisi membaca. Membaca adalah bentuk penyampaian pikiran dan emosi penulis kepada pembaca agar tercapainya pengertian gagasan-gagasan yang ditulis oleh penulis.

Kemajuan teknologi dapat membawa dampak pada budaya literasi, kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini telah dapat langsung kita ketahui berkat kemajuan teknologi. Masyrakat indonesia dewasa ini smartphone menjadi alat kebutuhan seseorang, 100 juta penduduk indonesia memiliki smartphone, saat ini smartphone tidak hanya berlaku untuk orang tua, tetapi anak kecil dan kalangan remaja pun memiliki atau memagang smartphone.

Ironisnya, generasi dewasa ini minimnya tingkat membaca sangat rendah, sehingga dapat membuat ekstensi manusia tidak jauh lebih berkembang dan ketinggalan dalam suatu informasi. Perkembangan zaman dan teknologi dewasa ini generasi milenial lebih memilih bermain game dan bermain sosial media selain itu faktor lingkungan juga menjadi penyebab rendahnya minat membaca kepada generasi milenial. Menurut data statistik dari UNESCO, dari total 61 negara, Indonesia berada di peringkat 60 dengan tingkat literasi yang sangat rendah. Peringkat 59 di isi oleh Thailand dan peringkat terakhir di isi oleh Botswana.

BACA JUGA :   TRAGEDI KAPAL 17845

Hal ini dikarenakan tingkat membaca masih belum menjadi gaya hidup generasi milenial. Teknologi digunakan bukan untuk hal yang positif dalam penggunaan media sosial, hanya sedikit yang digunakan untuk membaca sebuah artikel, selebihnya dihabiskan untuk membaca chat, melihat story orang, bermain game dan aktivitas lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar generasi milenial masih belum terkontrol dalam penggunaan teknologi. oleh karena itu orang tua dan lingkungan menjadi peran penting dalam mendorong anak pada penggunaan teknologi yang baik sejak dini, agar tercapainya dunia literasi yang meningkat untuk generasi milenial yang mendatang

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *