• Jum. Jul 30th, 2021

Mengenal kakek dan buyut nabi Muhammad saw.

ByWahyu

Jun 27, 2021

Kaisar romawi, heraclius, pernah bertanya kepada abu sufyan tentang nasab nabi muhammad,

كيف نسبه فيكم فلك هو فينا ذو نسب.

“Bagaimana nasab laki-laki itu dikalangan kalian?” “Ia adalah seorang yang memiliki nasab terhormat”, jawab abu sufyan yang saat itu masih kafir. (Al-anwar fi syamail an-nabi al-mukhtar, bab alamat nubuwatihi hsdits no:36).

Ya, nabi kita Muhammad memang sosok yang komplit, Menarik penampilannya, fasih tutur katanya, mulia pergaulannya, lembut tabiatnya, tak pernah berdusta, dan memiliki garis keturunan mulia. Sehingga pengakuannya sebagai nabi tidak dituduh untuk cari tenar. Karena keluarganya sudah terkenal dengan keutamaan, bukan untuk panjat sosial. Karena kedudukan sosialnya sudah tinggi sejak buyut-buyutnya. Tak ada celah bagi orang-orang untuk menolak apa yang ia sampaikan kecuali kesombongan. Nabi Muhamad saw. Memiliki silsilah nasab mulia. Ayah, kakek, buyut dan terus ke atas, masing-masing adalah tokoh dan pemuka di zamannya. Mereka semua menduduki tempat mulia di masyarakat arab. Mereka dikenal dengan kebijaksanaan, keberanian, kepemimpinan, kedermawanan, dan se abrek keutamaan lain. Berikut ini profil singkat dari kakek dan buyut nabi Muhammad saw.

  1. Ma’ad

Ma’ad adalah seorang keturunan nabi ismail ‘alaihissalam yang ahli dalam pertempuran. Tidak satu pun perang yang ia ikuti, kecuali membawa kemenangan. Tak pernah ia merasakan kekalahan. Karena besarnya pengaruhnya dan kuatnya ketokohannya, ia sampai dikuniahi abul arab (bapaknya arab)

2. Nizar

Nizar adalah seorang yang paling tampan di zamannya. Tak hanya modal ganteng saja, ia juga seorang yang paling menonjolkan kecerdasannya.

3. Mudhar

Secara bahasa, mudhar (مضر) maknanya madhir (ماضر). Artinya yang orang yang memberikan bahaya. Ia juga dikenal dengan ketampanannya. Setiap orang yang melihatnya pasti jatuh hati padanya. Mudhar adalah irang pertama yang menunggang unta sambil bernyanyi. Karena ia pemilik suara emas. Nyanyiannya bertujuan memberi semangat si onta yang sedang menempuh perjalanan di safar yang panjang. Diantara ucapan hikmah yang diriwayatkan darinya adalah “sebaik-baik kebaikan adalah yang disegerakan, persiapkan diri kalian menghadapi rintangannya. Dan alihkan dari hal-hal yang merusaknya. Karena pembatas antara kebaikan dan kerusakan hanyalah kesabaran.”

4. Ilyas

Bagi masyarakat Arab, kedudukan ilyas seperti layaknya ukman al-hakim. Seorang bijak yang dikisahkan dalam al-qur’an. Diantara ucapannya adalah “siapa yang menanam kebaikan, dia akan memanen kebahagiaan. Siapa yang menanam keburukan, ia akan memanen penyesalan.”

5. Fihr

Fihr dialah yang disebut quraisy dan nenek moyan orang-orang quraisy. Keturunan nabi ismail yang berada di atas fihr, disebut kinani (keturunan kinanah). Sedangkan keturunan beliau yang lahir setelah fihr disebut quraisy. Semua kabilah- kabilah quraisy, nasabnya bertemu pada dirinya. Fihr adalah seorang yang mulia lagi dermawan. Ia tidak menunggu orang datang untuk meminta kepadanya. Dialah yang mendatangi mereka, memeriksa kondisi, dan melihat siapa yang membutuhkannya. Lalu ia cukupi kebutuhan mereka dengan hartanya. Diantara sahabat nabi yang nasabnya bertemu dengan nabi pada fihr adalah abu ubaidah bin al-jarrah radhiallahu ‘anhu.

6. Ka’ab

Ka’ab merupakan kakek keenam umar bin al-khattab radhiallahu ‘anhu. Ka’ab pernah mengumpulkan kaumnya di hari arubah. Hari yang penuh rahmat. Yaitu hari jumat. Ia menyebut-nyebut tentang akan diutusnya nabi Muhammad saw. Ia berikan kabar pada kaumnya kalau nabi tersebut dari keturunannya. Tak lupa ia perintahkan agar kaumnya mengikuti nabi tersebut.

7. Murrah

BACA JUGA :   Panduan Bikin Email Marketing Dengan Mailchimp

Murrah adalah kakek keenam nabi Muhammad saw. Dan kakek keenam juga dari abu bakar ash-shidiq radhiallahu ‘anhu. Pada dirinya pula nasab imam malik rahimahullah bertemu dengan Rasulullah Saw.

8. Kilab

Nama sebenarnya adalah hakim. Ada juga yang mengatakan urwah. Namun ia dilaqobi dengan kilab ( yang artinya anjing) karena sering berburu dengan menggunakan anjing. Kilab merupakan kakek ketiga dari ibu nabi, aminah binti wahab. Pada kilab lah nasab ayah dan ibu nabi muhammad bertemu. Dialah yang menamai bulan-bulan Arab seperti yang kita kenal sekarang. Membuat pengaturan bulan menunjukkan kecerdasan. Kemudian dijadikan rujukan masyarakat arab setelahnya menunjukkan kedudukan dan pengaruhnya yang kuat.

9. Qushay

Qushay dilahirkan kan pada tahun 400 M. Nama aslinya adalah zaid. Ia digelari mujammi’ (pemersatu) karena berhasi menyatukan kabilah-kabilah quraisy di mekah. Sebelumnya, kabilah ini tinggal terpisah-pisah. Mereka membentuk koloni-koloni kecil di puncak-puncak bukit. Kekuatan mereka pudar, terpojok oleh orang-orang khuza’ah. Kemudian, ia himpun anak keturunan fihr ini lalu menjadi kekuatan baru di mekkah yang menandingi khuza’ah. Apa yang dilakukan qushay ini luar biasa. Pencapaian yang tidak mungkin dilakukan kecuali oleh otang yang memiliki jiwa yang teguh dan tekad yang kuat.Setelah mengembalikan kekuasaan putra-putra nabi ismail atas kota mekkah, qushay melakukan reformasi di tanah suci itu. Ia tercatat sebagai orang pertama yang melakukan perbaikan ka’bah setelah nabi ibrahim. Qushay membuat manajemen tanah suci, ia membuat hijabah yang mengatamur pergantian kiswah. Siqayah yang bertugas memberi minum untuk jama’ah haji dan ada rifadah yang bertugas menyediakan makanan untuk tamu-tamu allah itu.Lalu ia membuat nadwah sebagai dewan syura. Semua permasalahan masyarakat dimusyawarahkan di rumahnya. Demikian juga dengan masalah akad pernikahan dan permasalahan pertempuran. Rumahnya ibarat gedung serbaguna tempat pertemuan orang-orang arab.Ada yang mengatakan, ia dilaqobi dengan qushay karena terpisah jauh dengan keluarga dan kampung halamannya. Setelah ayahnya wafat, ia berkelana menuju syam. Karena itu, hudzafah bin graham mengatakan, “ayah kalian (orang-orang quraisy? Bernama qushay disebut sebagai pemersatu rengan perantara dirinya, allah satukan kabilah-kabilah dari keturunan fihr.”Saat menjelang wafat, qushay melarang anak-anaknya untuk menenggak khamr. Karena ia tahu persis mudharatnya. Dan yang pertama ia perhatikan adalah orang-orang terdekatnya. Qushay wafat pada tahun 480 M. Usianya saat itu 80 tahun.

10. Abdu manaf

Nama aslinya adalah al-mughirah. Ia adalah seorang yang rupawan. Orang-orang quraisy menyebutnya dengan fayyadh (melimpah) karena kedermawanannya yang luar biasa. Dia juga merupakan kakek keempat dari utsman bin affan radhiallahu ‘anhu. Dan kakek kesembilan dari imam ash-syafi’i rahimahullah.

11. Hasyim

Namanya adalah amr bin abdu manaf. Disebut amr karena tingginya kedudukannya. Diantara anak keturunan abdu manaf, hasyim lah yang dimuliakan oleh kaumnya dengan pemuliaan setara dengan ayahnya.Lalu mengapa amr dipanggil hasyim? Suatu ketika, masyarakat Quraisy ditimpa wabah kelaparan. Karena kemarau panjang melanda daratan Padang pasir yang panas itu. Melihat kondisi ini, Hasyim tak tinggal diam. Ia berangkat menuju syam. Membeli bahan makanan pokok yang dibutuhkan kaumnya. Sepulangnya dari syam, ia bawa gandum dan roti. Kemudian ia bagi-bagikan ke penduduk mekkah. Ia juga menyembelih hewan, lalu dagingnya dijadikan adonan roti daging (tsarid). Semua itu lakukan demi melayani kaumnya. Ia terus menyetok makanan untuk mekah selama satu tahun lamanya.Luar biasa! Jasa dan peranannya begitu besar bagi maayarakat mekkah. Harta yang ia dapatkan bukan ditumpuk kemudian mendapat gelar orang terkaya. Tapi harta itu ia tebar agar terasa keberkahan untuk orang-orang disekitarnya. Ia menjadi orang yang bermanfaat bukan hanya bagi keluarga, tapi bagi masyarakat sesra luas. Karena kedermawanannya inilah ia disebut Hasyim ats-tsarid (sang pembagi roti daging).Ia digelari sayyidul bath-ha’, kedermawanannya terus saja dirasakan masyarakat baik dalam kondisi lapang apalagi sulit. Dialah seorang yan kaya raya. Yang mengokohkan kebenaran dan membuat tenang orang yang ketakutan. Ia adalah orang pertama yang membuat inisiatif pedagang Quraisy di dua rute yang legendaris. Perjalanan dimusim dingin menuju yaman dan habasyah dan dimusim panas menuju syam.Karena begitu melgendanya kebiasaan safar ini sampai-sampai allah ta’ala mengabadikannya didalam al qur’an :

لإيلاف قريش — إيلافهم رحلةالشتاء والثيف — فليعبدوا رب هذا البيت — الذي اطعمهم من جوع وأمنهم من خوف

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah tuhan pemilik rumah ini (ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” [Qur’an Quraisy: 1-4].

Hasyim wafat di kota gaza di negeri syam dalam perjalanan dagangnya tahun 510 M.

12. Abdul Muthalib

Ia adalah satu-satunya putra hasyim. Ibunya bernama salma binti zaid an-najjariyah. Sebenarnya, abdul Muthalib bukanlah nama aslinya. Namanya adalah syaibah al-hamd. Syaibah artinya uban. Karena saat dilahirkan ada rambut putih dikepala abdul Muthalib. Dinamakan al-hamd (pujian) karena diharapkan ia menjadi orang yang terpuji ditengah kaumnya. Lalu mengapa ia lebih dikenal dengan Abdul Muthalib?.Dalam perjalanan safar dagang ke syam ayah syaibah, hasyim bin abdu manaf, singgah di yatsrib (kota madinah sekarang). Disana ia menikah dengan perempuan penduduk setempat dari bani najjar, namanya salma bin zaid. Tak lama setelah menikah, hasyim melanjutkan perjalanan ke syam. Ternyata ia wafat disana beberapa lama kemudian, saudra-saudara hasyim: al-muthalib, naufal, dan abdu syams, mendengar kabar bahwa mereka memiliki keponakan di yatsrib. Mereka bersepakat agar anak saudaranya itu dijemput untuk tinggal bersama keluarganya di mekkah. Diutuslah al-muthalib untuk menjemputnya.Setibanya di mekkah, al-muthalib membonceng keponakannya, syaibah. Saat itu, syaibah kecil tampak kotor dan kusam kurang ter-urus. Syaibah kecil tampak bangsawan dan orang terkaya di mekkah. Orang-orang bertanya, “siapa ini”? ” Hamba sahayaku,” jawab al-muthalib. Ia malu, jangan sampai nama baik saudaranya rusak karena dianggap menyia-nyiakan anaknya. Karena itu, syaibah lebih dikenal dengan abdul Muthalib (hamba al-muthalib). Laqob ini kian masyhur. Hingga ia dikenal dengan sebutan itu. Bukan dengan nama aslinya.Abdul Muthalib adalah seorang yang makbul doanya. Pribadinya yang sangat penyantun. Sampai-sampai terhadap hewan. Ia sering membawa piring. Besar hidangannya menuju puncak bukit untuk memberi makanan burung-burung dan hewan-hewan liar. Oleh karena itu, ia digelari al-fayyadh (yang melimpah). Gelaran yang sama dengan kakeknya, abdu manaf.Abdul Muthalib seorang yang disegani masyarakat quraisy. Tokoh besar dan orang terhormat di tengah mereka. Ia juga menjadi seorang yang bijak. Menjadi rujukan dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dialah orang pertama yang beribadah di goa hira. Sat bulan ramadhan tiba, ia pergi ke hira. Disana ia memberi makan orang-orang miskin.Kakek nabi muhammad ini memiliki usia yang cukup panjang. Ada yang mengatakan 100 tahun. Bahkan ada yang mengatakan lebih dari itu. Kebijaksanaanya berusaha ia turunkan pada anak-anaknya. Ia perintahkan anak-anaknya untuk meninggalkan perbuatan zalim dan jahat. Memotivasi mereka untuk berakhlak mulia. Melarang mereka mengerjakan hal-hal yang rendah.Menurut syaikh muhammad rasyid ridha, di akhir hayatnya, Abdul Muthalib meninggalkan paganisme. Dan kembali menauhidkan allah. Namun pernyataan belian ini perlu kita kaji lebih mendalam lagi dengan membandingkan dendapat dan riwayat dari sejarawan lainnya.Ghafirun nasabah mengatakan,”abdul Muthalib adalah seorang yang berkulit putih. Berpostur tinggi dan tampan. Memiliki wibawa bagai seorang raja. Anak-anaknya biasa mengelilinginya karena menghormatinya. Dan dialah yang menggali sumur zam-zam setelah lama terpendam. Kemudian ia beri minum jamaah haji dari sumur tersebut. Ia adalah sosok yang begitu berwibawa dan terhormat di mata Quraisy. Bahkan diseluruh jazirah arab.”Saat ia memiliki cucu yang bernama muhammad bin Abdullah, ia muliakan cucunya yang masih kecil itu. Ia berkata,

BACA JUGA :   Cara Menulis Artikel yang Baik dan Menarik, Serta Contohnya

إن لابني هذا لشأناعظيم

“Sungguh cucuku ini adalah perkara yang besar.”

Penutup

Kita bisa membayangkan, dua belas orang kakek nabi muhammad saw adalah orang-orang mulia. Orang-orang berjasa pada bangsa dan masyarakatnya. Belum lagi kalau kita turut sertakan nabi ismail dan nabi ibrahim, semakin mulia nasab beliau. Saat ini, apabila ada satu orang dari bagian keluarga berjasa, maka masyarakat satu bangsa akan menghargai keturunannya. Orang akan menyebut, “oh..dia anak proklamator. Oh.. dia cucunya proklamator.” “Dia adalah anak atau cucu dari kiyai fulan.” Itu satu saja yang berpengaruh dari kalangan keluarganya.

Bagaimana dengan nabi Muhammad? Belasan orang dari silsilah nasabnya adalah tokoh semua. Berpengaruh semua dan berjasa semua. Alangkah muliannya kedudukan nabi muhammad ditengah kaumnya.Namun tatkala nabi muhammad mendapat wahyu mendakwahkan sesuatu yang bertentangan dengan tradisi kaumnya. Semua tak lagi memandang nenek moyangnya. Itulah beratnya tugas dakwah menyampaikan kebenaran, memperbaiki keadaan masyarakat.

Wahyu (1)

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *